
Warning!
Don't Like Don't Read!
........
Aku mengayuh pelan dan santai menuju rumah.Seperti biasa disetiap jalan akan ada orang yang berlalu lalang.Aku menjalankan sepedaku ke gang kecil sebelah sana.Diam tak berbicara.Sunyi.Tak ada yang tau siapa diriku.Memarkirkan sepeda ke garasi dengan pelan dan tepat.Menengok pelan penjaga dekat gerbang.Penjaga gerbang seolah mengerti lalu menutupnya
'Keckrekkkk!'(Menutup gerbang)
Lalu tiba tiba datang seorang berseragam hitam dengan corak merah mawar berhenti didepanku begitu saja.Dengan santai aku berkata pelan dengan penuh intimidasi,"Ada apa?".Dia memasang wajah pucat tanda ia benar benar ketakutan.Aku diam tidak peduli."Ano nona,"alisku bertautan tanda tak senang,ia mulai berkeringat tanda ia benar benar takut.Aku tak kasihan padanya aku diam dan bilang dengan nada datar dan pelan,"Kumaafkan,"satu ucapan yang sangat penuh intimidasi.Lalu ia beringsut dan mengatakan dengan jelas,"Masion utama anda diserang," seperti biasa ya?,"Hihi,"aku menyeringai senang semua berjalan sesuai rencana ku.Aku mengambil sesuatu dikantong.
Entah bagaimana aku bisa menyimpannya.Lalu menerbangkannya didepan kepalanya."Untukmu,"ia terlihat sangat senang.Aku hanya diam tak menanggapi.Ya kartu kredit yang mungkin miliyaran.Walaupun itu tak berharga dimataku.Aku melempar wine yang ada ditanganku bersama gelas.
'PYARR!'
Gelas jatuh dengan pas dilehernya.Aku tersenyum kejam,"Pergi," satu kata yang mengunci mulutnya rapat-rapat lantas cepat cepat pergi.Aku terlihat berjalan santai dengan tenang dan kewibawaan.Diam tak berkata hanya menunjuk pelan mobil versi *** terbaru bercorak mawar serta terbelah dua menjadi blackground hitam dan putih.Tanda kebersamaan.Aku mengambil dengan santai kunci yang dibawanya.Aku mengambil pisau dan pistol bersamaan dibagasi mobil dan terlihat jelas belasan gunting dan pisau tajam.
Adikku tampak sedikit ketakutan karena belum pernah melihat kakaknya berwajah datar.Ia belum terbiasa dengan nada cemas aku bertanya,"Vyn kamu gapapa?"dengan nada yang tersirat penuh kekhawatiran.Vyn mengagguk kecil.Aku tersenyum simpul,"Bener nih?" dan disaat aku mau mengambilnya terdengar suara yang kubenci " 'Penculik adikku!' aku memasang senyum segera ku ambil dia ke bagasi mobil milik bawahanku.Ia tanpak senang aku menaikkan sebelah alis dan berkata dengan tajam kepada penjaga,"Jaga dia baik baik,atau kau mau menerima hukuman serius dariku?"Penjaga itu mengangguk angguk dengan penuh ketakutan.Lalu menyalakan mobil dengan kecepatan sedang.
Setelah dia pergi aku tersenyum senang."Wahh ada berapa orang nihhh,"Tampak musuhnya keluar dengan blak blakan.Aku tersenyum santai."Ada 158 orang,"ucapnya dengan belagu.Aku menundukkan wajah berusaha terlihat seseorang yang baik.Dan mulai mengalirkan air mata."Hiks hiks om jahat sekali padaku,"Aku diam diam menyeringai senang.Dia terlihat tersenyum menang,dan ingin mendekatiku.Aku memiringkan kepala dan mengeluarkan pistol dan menembaknya secepat kilat.
'Dorr!'
Untuk pertama kalinya dia terkejut sangat pas dijantungnya.Terlihat ia sempoyongan dan berusaha berdiri ia tidak ingin citranya terjatuh.Tapi ia hanya mampu untuk terbaring.Aku manatap remeh."Huh tikus belang,"Ucapku dengan wajah meremehkan.Ia terlihat tidak terima.Aku melepasnya dan membantingnya seperti aku melempar gelas wine ku tadi.
'Kreeeckk'
Kepalanya dan tubuhnya terpisan dengan mengenaskan.Terlihat sama dengan gelas wine tadi.Rupanya rencananya berjalan mulus.Aku menengok ke belakang.Menatap tajam orang orang yang dibelakangku.Aku mengambil kursi didekatku.Duduk disana dengan tenang."Ikut dan mati," ucapku sambil memainkan pisau yang terdapat tombol untuk memanggil penjaga seperti tadi.Aku menekannya.Seketika terdapat warna oren yang berarti berhasil memanggil.Aku terdiam sejenak.Ada orang yang berlari kearahku sambil menodongkan pisau.Aku menghela nafas.Sambil tersenyum aku berkata,"Lihat dibelakangmu bodoh,"tapi sepertinya ia tidak memperdulikannya.Aku melemaskan bahu.Dua langkah "Dor!"
Tiba tiba ada seorang berjas merah mawar sedang memegang pistol dengan kelelahan karena ketempat bosnya yang sedikit jauh."Hahh,haaah,"Ia terlihat mengambil nafas dan mengeluarkannya.Menodongkan pistol keatas yang berarti ada kejadian sesuatu.Aku menghela nafas rendah."Sudahlah,"