HAPPY AFTER SAD

HAPPY AFTER SAD
Episode : 7



“ Lah kalo –“


“ Lah kenapa jadi berantem? Selalu deh berantem kalau di mobil! Enggak bisa gitu kalian sependapat? Susah banget ya kaya gitu doang!” Ucap Kiara spontan.


Jujur Kiara belum pernah berbicara seperti itu jika orang tuanya berantem, biasanya dia hanya diam saja. Tetapi, beda dengan sekarang. Kiara sudak muak dengan perdebatan mama dan papanya.


Tanpa sadar Kiara meneteskai air mata. Karena ia di paksa harus memakai jilbab di tambah di fitnah tebar peson sama laki - laki. Akhirnya berantem orang tuanya.


Kapan gitu ya? Aku punya keluarga yang tentram? Capek aku ya Allah..


-Keluh Kiara.


Semua keluarga kini diam, Dan berlalu menuju rumah.


“ Loh pah kita gak jadi beli hp?” Ucap Kiara yang duduk di jok samping papanya yang menyetir dan mama beserta kakak – kakaknya duduk di belakang mobil.


“ Oh iya, yaudah nanti belinya besok sama papa ya? Papa ada urusan di kantor” Ucap Kiara.


“ Oh oke!” Kiara keluar dari mobil dan masuk ke dalam kamarnya lalu merebahkan badannya di kasur dan menatap langit - langit kamar.


Sampai kapan mama dan papa berantem? Usia aku masih kelas enam SD. Tetapi, aku sudah tau semua urusan orang dewasa.


Bahkan, pikiran dan badanku sudah kaya anak remaja. Kapan ya mama sama papa baikan?


Aku gak mau mama sama papa cerai..


Tapi aku juga sudah tidak tahan melihat mereka berantem terus..


Tanpa sadar Kiara meneteskan air mata.


...****************...


Disekolah..


Selesai jam pelajaran Clara mengajak Kiara ke kantin.


“ Ra.. ke kantin yu!” Ajak Clara beranjak dari duduknya.


“Ayo!!!” Ucap Kiara beranjak dari duduknya dan berjalan beriringan dengan Clara menuju kantin sekolah.


“Bentar lagi kita mau SMP ya Ra.. gak kerasa..” Ucap Clara.


“ Iya gak kerasa, kamu jangan pernah lupain aku loh!” Ucap Kiara sembari Kiara berjalan menuju kantin.


“ Iya lah... gak mungkin aku ninggalin sahabat sebaik kamu Ara!!” Ucap Clara memeluk Kiara dari samping.


“ hahaha, udah ah malu diliatin orang haha” Ucap Kiara tertawa.


Dimeja kantin..


“ Ra.. aku capek..” Ucap Clara.


“ Kenapa? Oh karena tadi main volly pas pelajaran olahraga?” Ucap Kiara menyeruput teh manis.


“ Bukan.. aku capek batin..” Mukan Clara berubah lemas.


“ Lah? Kenapa? Oh kesel sama Luna? Mau sampe kapan si lu suka sama orang yang orang itu gak suka sama lu? Duh buan - buang waktu aja..” Ucap Kiara.


Akhir - akhir ini Clara sering cerita tentang dia kesal sama luna. karena, cari perhatian kepada Daffa.


“ Bukan!! kamu suka banget nebak - nebak perasaan aku deh!” Clara cemberut.


“ Lah terus kenapa Clara sayang?” Ucap Kiara mengusap kasar kepala Clara.


“ ih!” Clara mengindar dari usapan Kiara lalu berkata “ Karena keluarga aku” Ucap Clara menunduk.


Kiara sontak menurunkan tangannya dan berkata “ Kenapa keluarga kamu?”


“ Ekonomi keluarga aku menurun Ra.. aku gak bisa sekolah di sekolah swasta lagi.. mungkin tahun ini adalah tahun terakhir aku sekolah di swasta..” Ucap Clara.


“ Kok bisa Clar?" Kiara menatap Clara pilu.


“ Papa aku bangkrut Ra.. katanya karena keteledoran papaku..”


“ Kok bisa teledor?”


“ Pada saat itu mama dan papa aku lagi berantem hebat dan membuat mama kepikiran dan gak fokus kerja, akhirnya gak sadar kalau papa aku menandatangani berkas yang seharusnya tidak ia tanda tanganin” Clara meneteskan air mata.


Kiara menyingkirkan air mata Clara dengan tangannya “ Jangan sedih atuh.. ada Allah yang selalu bersama kamu..” Ucap Kiara di balas anggukkan oleh Clara.


“ Clar! Aku turut perihatin ya.. yang sabar.. aku insyaAllah selalu mendoakkan kamu di shalat aku” Ucap Kiara tersenyum.


Clara mengangguk “ Makasih ra! Tapi, emang kamu pernah shalat?” Ucap Clara mengejek.


Kiara senyum kesal “Sembarangan!!! aku gini - gini juga shalat, walaupun cuman magrib” Kiara terkekeh.


“ Eh tapi, aku juga lagi bete sama keluarga aku..” Ucap Kiara cemberut.


“ Kenapa?” Ucap Clara penasaran.


“ Keluarga aku maksa aku untuk memakai jilbab.. dan aku di fitnah kalau aku tebar pesona ke cowo - cowo.. gimana ya Clar? Gua males pake jilbab.. gerah.. ini aja gua di paksa pake jilbab ke sekolah, kalau gua gak tinggal sama keluarga gua sih, udah gua lepas ini..”


“ WHAT?! kamu ngomong diri kamu pake ‘gua’? udah berani sekarang?” Clara terkekeh.


Kiara berdecak kesal “kok itu sih yang dibahas? Ish!” Ucap Kiara menghentakkan kaki.


“ Hahaha, gini loh Ra.. sebenernya kata orang tua kamu ada benernya. Mungkin, cara mereka nyuruh kamu untuk berhijab itu salah.. mereka gak seharusnya maksa juga, kamu harus memakai jilbab karna Allah bukan karna keluarga, aku liat keluarga kamu tuh kayanya bahagia banget.. kakak - kakak dan mama kamu juga sholehah, pakai gamis panjang, krudung panjang.. tapi, kamu doang yang enggak. Aku ngerti kok di posisi kamu, aku juga gak berani nyuruh kamu untuk berhijab.. karna aku juga gak pake jilbab kalau keluar rumah. Kecuali, ke sekolah atau ke rumah sodara. Aku juga pengen tau, berhijab tapi aku belum siap, sama kaya kamu. KITA SEFREKUENSI!!! “ Clara terkekeh.


“ Hahaha” Kiara tertawa “ya.. aku bingung sama pilihan aku berhijab atau engga, aku akan berusaha agar aku bisa berhijab..” Ucap Kiara.


“ Iya, kalau kamu sudah pakai jilbab.. aku doain semoga kamu istiqomah..” Ucap Clara teersenyum dan di balas senyum oleh KIara.


...****************...


Di Mall..


“ Kamu yakin mau hp yang itu?” Ucap papa Kiara. Yang sedang di konter Handphone.


“ Yakin!! ini aja ya pah?” Ucap Kiara.


“ Janji dulu sama papa” Papa Kiara mengulurkan jari kelingkingnya kepada Kiara “ Kalau sudah punya handphone nilai sekolah harus bagus!” Ucap papanya Kiara lalu mensejajarkan tinggi badanya dan tinggi badannya Kiara.


“ Iya, Janji!” Kiara mengulurkan kelingkingnya ke pada papanya, dan melilit kelingkingnya dengan kelingking papanya.


“ Rajin sekolah!”


“ Iya!”


“Rajin shalat dan ngaji!”


“ Iya!”


“ Nurut sama papa!”


“Iya!”


“Jangan Pernah lupain papa kalau sudah pegang hp!”


“ Iya pahhh!!!” Ucap Kiara panjang.


“ Jangan pernah benci sama papa”


“ Enggak lah pah! Gak mungkin! Papa kan baik!” Kiara tersenyum lebar.


“ Satu lagi..” Ucap papa Kiara.


“ Apa?”


“ Kamu pakai kerudung ya Ra?” Ucap papa Kiara mendadak lembut.


“ iii --” Ucap Kiara tertahan saat papanya berata ‘kerudung’.


“ Kok diam?” Papanya Kiara menaiki satu alis.


“ Itu kiara gak Janji pah..” Ucap kiara menunduk dan melepas kelingkingnya.


“ Kok gitu? Emang Kiara mau kalau papa masuk neraka nanti di akherat? Kan selangkah --”


“ Selangkah anak perempuan keluar rumah tidak memakai kerudung, selangkah ayahnya masuk neraka..” Ucap Kiara memotong ucapan papanya.


“Itu kamu tau Ra.. kenapa gak di lakuin? Dosa loh kalau kamu udah tau akibatnya dan kamu masih ngelakuin..” Ucap papanya Kiara.


Kiara terdiam.


“ Kamu sudah haid belum?” Ucap papanya Kiara. Dibalas oleh Kiara dengan menggelengkan kepala.


“ Tuh! Apalagi dosa kamu masih di tanggung papa dan mama..”


“HUH!!!” Kiara menghela nafas panjang “ Iya deh Kiara pakai jilbab..” Ucap Kiara menyerah.


“ Nah gitu dong!! semoga Istiqomah ya!” Papa kiara mengusap kepala Kiara.


“Iya pah..” Ucap Kiara.


...****************...


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN!!