HAPPY AFTER SAD

HAPPY AFTER SAD
Episode : 3



Ketiga lelaki itu adalah tetangganya Kiara juga.. namanya Raka, Fahri dan Andi.


Kiara dan Raka selalu di jodoh – jodohkan oleh teman – teman rumah sekitarnya, Entah lah kenapa? katanya sih Kiara dan Raka cocok.


“ Yeayyy kita setim!!” Ucap Kiara memeluk kedua temannya dan dibalas pelukanya oleh temannya.


“ Iya.. Yeayy!!!!” Ucap Dinda.


Ketiga lelaki itu hanya memerhatikan dan tersenyum tipis.


“ Gausah drama!! Ini benteng tim gua sama tim lu itu di mana?” Ucap Fahri.


Mereka bertiga melepas pelukkanya dan dinda angkat bicara “ hm, Dari rumah Kiara sama Raka aja gimana? Setuju ga?”


“ SETUJU!!” Ucap Fahri,Andi dan Syifa secara berbarengan.


Kiara yang melihat mereka hanya heran dan melirik Raka, begitu pun Raka ia heran dan melirik Kiara.


Deg!!


Seketika tatapan mereka beradu.


Mereka menyadari itu, langsung buang muka.


Akhirnya tim perempuan dan tim laki – laki kembali ke bentengnya masing – masing, sekarang tinggal suit antar kapten.


“ Kapten kalian siapa?” Teriak Raka di depan tembok rumahnya.


“ Siapa ya? Hm..” Jeda sebentar “ Oh, Kiara yang jadi kapten!” Ucap Dinda se enaknya.


“ Lho? Kok aku din?” Ucap Kiara.


“ Iya, kita berdua ga bisa jadi kapten jadi kamu ya!” Ucap Dinda sembari mengedipkan mata sebelah ke arah Syifa, Dan Syifa hanya membalas dengan senyuman.


Terus kamu pikir aku bisa gitu? Hilih! Batin Kiara menatap sini ke arah Dinda dan Syifa.


“ Udahh, Cepetan sana suit!” Syifa mendorong Kiara ke pertengahan antara rumah Raka dan rumah Kiara.


“ Tuh kapten gua! Kapten lu mana?” Ucap Dinda kepada ketiga lelaki itu.


“ Oh kaptennya Kiara?, kalau gitu lu aja yang jadi kapten ya ka?” Ucap Fahri kepada Raka.


“ Hah gua?—“ Belum sempat ngomong badan Raka sudah didorong ke pertengahan atau tempat di mana Kiara berdiri.


Kiara yang sedang membelakangi benteng laki – laki dan sedang protes kepada Syifa dan Dinda dari kejauhan.


Bruk!!


“ Aw” Kiara meringgis, Karena badannya ditabrak dari belakang oleh Raka lalu Kiara terjatuh.


“ Eh maap ra, gua didorong sama Fahri” Raka meraih tangan Kiara.


Kiara yang merasa disentuh oleh Raka langsung menghempaskan tangan Raka dan beranjak berdiri.


Kiara masih kecil jadi wajar jika ia jatuh lalu menangis. Tetapi, kali ini tidak. Ia menahan nangis hingga matanya berkaca – kaca.


“ Aku bisa bangun sendiri.” Ucap Tasya ketus dan membersihkan lutut dan tangannya yang terkena aspal.


Syifa melihat mata Kiara berkaca – kaca “ Jangan nangis ra, wayoloh.. Fahri Kiara mau nangis tuh.” Ucap Syifa menghampiri Kiara.


“ Hehe.. sorry ya Ara..” Fahri menghampiri Kiara dan mengulurkan tangan kepada Kiara untuk meminta maaf.


Kiara tidak membalas uluran tangan Fahri lalu Kiara berkata “ Iya gapapa, lanjut main aja yukkk!” Seru Kiara tersenyum.


“ Eh tapi lu beneran gapapa? Nanti balik kerumah nangis lagi hahaha” Ucap Syifa bercanda.


“ Gapapa kok!” Ucap Kiara santai.


Walaupun agak sakit sihh lukanya tapi dia harus keliatan kuat!!


gengsi nangis depan temen – temen.


“ Yauda ayo lanjut! Suit kalian berdua” Ucap Fahri.


Kiara dan Raka suit lalu yang menang adalah tim Kiara, berarti tim Raka harus maju duluan.


Beberapa saat kemudian, Fahri maju ke tengah – tengah antara rumah Kiara dan Raka untuk memancing Tim Kiara. Kiara pun terpancing lalu mengejar Fahri lalu disusul oleh Raka dari belakang.


Kiara pun dikepung oleh kedua laki – laki Yaitu, Raka dan Fahri. Kiara berlari – lari melindungi dirinya dan meminta bantuan kepada temannya, tetapi tidak bisa karna kedua temannya perempuan itu sedang kejar- kejaran dengan Andi.


“ Huh..” Kiara berhenti berlari lalu melangkah ke arah Raka “ Udah – udah.. gua aku nyerah..” Kiara berjalan melalui Raka dan melangkah ke tembok rumah Raka.


Sebelum Kiara melangkah melalui Raka, tangannya Raka dengan cepat meraih Tangan Kiara dan berkata. “ Kena!” Ucap Raka.


Kiara yang merasa tanganya digengam Raka langsung berusaha melepaskan dari gengaman Raka dan berkata.


“ Iya aku nyerahh Raka!” Ucap Kiara. Menghempaskan tangannya dari gengaman Raka.


“ Yauda sih santai..” Lalu mereka berdua berjalan dan Kiara ditahan didepan tembok rumah Raka.


Permainan semakin seru hingga tak terasa waktu magrib telah tiba..


Allahuakbar... Allahukabar...


“ Yah.. azan.. aku pulang.” Ucap Kiara.


“ Aku juga!” Ucap Syifa disusul dengan yang lain.


...****************...


Dirumah Kiara, Kiara sedang berjalan menaiki anak tangga untuk ke kamarnya. Tetapi, Kiara tidak sengaja mendengar percakapan antara kak Karina (kaka pertamannya) dan mamanya yang sedang cek cok di dalam kamar kak Karina.


Pada saat Kiara ingin membuka pintu kamar kak Karina tiba – tiba ia mendengar suara kak Karina yang sedikit membentak mamanya.


Di dalam kamar kak Karina..


“ Lagian mama ngapain si?? Ngapain pura – pura baikan gitu depan Kiara? Alay banget!”


“ Hiks hiks” Suara isakan terdengar “ kamu ga ngerasain si ya rin? Kamu cuman bisa mojokin mama dan bilang untuk bercerai dengan papa.. mama kalau bukan karna kalian mama ga bakalan bertahan rin!!!”


Prang!!!


Bunyi sesuatu benda terdengar...


“ ih mama kenapa si? Istigfar mahhh... aku gak papa kalau mama dan papa cerai..”


“ Kamu anak pertama rin, gimana sama adik – adik mu? Terutama Kiara? Hiks hiks.”


“ Ya.. dia harus bisa nerima keadaan lah.. emang kondisi keluarga kita begini.. mau sampai kapan ditutupin terus? Muak aku liatnya..”


Seseorang membuka pintu kamarnya sendiri dari dalam, Ternyata kamarnya dalam kondisi kekunci dan orang itu sedang membuka kuncinya..


Apa yang mama dan kak Karina kata kan? Bercerai? Apa itu bercerai? Terus mama pura – pura apa depan ku? Sungguh aku tidak mengerti..


Ceklek!!


Suara gagang pintu kamar Kiara ingin dibuka dari luar kamar, Tetapi tidak bisa karna Kiara kunci.


“ Kiara kok dikunci? Kamu ngapain didalam?” Ucap mamanya dari luar kamar.


Kiara yang sedang melamun menjadi tersadar karna ucapan mamanya..


“ Eh iya.. kenapa mah?” Ucap Kiara dari dalam kamar.


“ Udah shalat magrib belum??” Ucap mamanya dari luar kamar.


Ceklek.. ceklek..


Suara kunci yang dibuka oleh Kiara dari dalam, Kiara pun membuka pintu dan melihat mata sembab mamanya.. dan berkata.


“ Belum ini mau ambil wudhu..” Kiara pergi melalui mamanya. Kiara tidak berani bertama tentang mata sembab karna menurutnya itu akan jadi canggung.


FLASBACK ON


“ Makasih ya!” Ucap papanya Kiara kepada mba Rina asisten rumah tangga Kiara waktu umur lima tahun, sembari membelai rambut mba Rina dan keluar kamar keduanya.


Kiara melihat papa dan mba Rina keluar kamar.


“ Mba kok disini? Ayo main lagi, aku cariin tau” Ucap Kiara mendongak kearah mba Rina dan papanya.


Mba Rina berjalan menuju Kiara dan berkata “ Eh Kiara.. iya – iya mba lupa,ayo main!”


“ Ayo!” Kiara berlari menuju ruang keluarga untuk bermain puzzel dengan Mba Rina.


Papa Kiara sesekali memeluk Mba Rina yang sedang beres – beres rumah, sedang Masak. bahkan, sedang bermain dengan Kiara pun papanya suka sekali memeluk dan mencium Mba Rina.


Malam hari..


Mamanya Kiara baru selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, seketika papanya Kiara memeluk mamanya dari belakang dan mencium pipi mamanya.


Kiara yang melihat itu semua hanya tersenyum.


“ Pacar aku nih.. kamu siapa?? Pacar aku nih..” Ucap papanya Kiara.


Kiara yang berfikir jika pacar itu adalah berpelukan, Kiara spontan berkata.


“ Papa kan pacar mba Rina juga ya? “ Kiara polos.


Mama dan papanya Kiara mendengar Kiara berbicara seperti itu secara spontan tatapan mereka beradu, dan papanya Kiara melepas pelukannya dan melangkah kekamar.


Saat itu papa dan mamanya Kiara sekamar. Lain hal, dengan sekarang, papa dan mamanya Kiara sudah pisah kamar semenjak Kiara berbicara seperti tadi.


Beberapa hari kemudian sepulang Kiara dari TK, Kiara sudah tidak melihat keberadaan mba Rina lagi, lalu ia bertanya kepada mamanya.


“ Mba Rina mana? Kok gaada dikamarnya?”


“ Mba Rina udah gak ada Kiara.. mba Rina mama pecat!” Kata mamanya mensejajarkan tinggi badanya dengan Kiara.


“ Dipecat? Itu apa?”


“ Dipecat itu.. Mba Rina udah gak kerja lagi disini, mama pecat dia—“ belum selesai ngomong kak Karina langsung nyeletuk.


“ Secara tidak terhormat!” Ucap kak Karina tersenyum sinis ke arah mama dan Kiara.


Karena kak Karina itu melihat semua kejadian bahkan sering mendengar curhatan mamanya.


Sampai sekarang Kiara tidak mengerti dan sampai sekarang pun masalah itu tidak pernah dibahas depan Kiara. Dan semenjak kejadian itu mama dan papanya tidak teguran sebentar, lalu kembali lagi saat Kiara kelas satu SD sampai sekarang.


FLASBACK OFF


Apa yang kak Karina dan mama bicarakan di kamar tadi ada kaitannya dengan mba Rani?


Keesokkan harinya..


Hari ini adalah hari pengambilan rapot Kiara yang mengambil itu adalah mama Kiara, pengambilan rapot jam sembilan pagi dan sekarang pukul setengah delapan pagi, seluruh anggota keluarga tidak ada kegiatan hari ini. Jadi, semuanya berkumpul di rumah, Kecuali kak Karina.


Di ruang keluarga, mama yang sedang siap – siap untuk mengambil rapot Kiara dan kak Kirana sedang bermain hp.


Kini mamanya Kiara tidak ingin memakai pembantu, takut kejadian waktu Kiara umur lima tahun itu terulang lagi, jadi harus orang – orang rumah yang melakukan pekerjaan tersebut.


“ Kirana.. tolong cek in motor mama di bengkel depan komplek dong, mama mau ambil rapot Kiara” Ucap mama Kiara kepada kaka kedua Kiara yaitu Kirana, yang sedang bermain handphone. Mamanya Kiara tidak bisa naik mobil bisanya naik motor.


“ Kiara aja tuh” Ucap Kirana. Yang masih memandang kearah hpnya.


“ Kiara lagi siap – siap mau ambil rapot ikut mama” Ucap mamanya.


“ Enggak ahhh” Kak kirana uring – uringan.


“ Cuman ngecek doang udah belum?


Seharusnya udah sekalian ambil motor mama di bengkel buat ambil rapot Kiara..” Suara mamanya sudah mulai meninggi.


“ Suruh Kiara aja tuhh” Ucap Kak Kirana uring – uringan.


“ Kiara gabisa naik motor kamu tuh ya..” Suara debat semakin keras.


Mama Kiara menghampiri kak Kirana “ Nih liat nih na!!” Ucap mama yang menunjukan hp kak Kirana yang sedang digengam oleh mamanya


PRANG!!


Hp kak Karina dibanting mama dan seluruh orang rumah keluar saat itu.


“ Mama ih jangan!!! Hiks hiks hiks” Kak Kirana menangis sembari berusaha merebut hpnya dari mamanya tetapi nihil.


“ Kamu itu lebih hidup di alam media sosial!! Bisa gak liat ke dunia nyata?!” Teriak mama. Dari belakang papa Kiara melihat begitu pun Kiara yang melihat semuanya.


Mamanya Kiara meraih hp kak Karina dan membanting nya kelantai secara berulang – ulang kali hingga hpnya rusak.


Yang membelikan hp kak Karina itu adalah papanya jadi papanya Karina awalnya biasa saja tapi pas tau hp nya dibanting berkali – kali mulai turun tangan. Papanya Kiara melangkahkan kaki cepat ke arah mamanya lalu berkata.


“ Itu hp gua yang beli!! Bukan Lo!!” Bentak papa Kiara kepada mamanya.


“ Iyaa, emang kenapa? Anak lo ini hidup di dunia medsos bukan dunia nyata! Didik anak lo yang baik! Bukannya malah main perempuan!!” Mamanya Kiara berteriak.


PLAK!!


...****************...


**MAAP YA GUYS KALAU ADA YANG TYPO ATAU LETAK HURUF YANG KURANG BENARA😊


JANGAN LUPA VOTE YA**!!!