HAPPY AFTER SAD

HAPPY AFTER SAD
Episode : 1



Di pagi hari..


“ Papa ayoo berangkat!” Suara Kiara. Yang berpakaian seragam putih merah dan membawa tas.


“ Iyaa,kamu pake sepatu dulu,” Ucap papa Kiara.


Kiara melihat kearah kakinya yang polos tidak memakai sepatu atau pun kaos kaki “ Oh iya”


...***...


Sesampai di sekolah Kiara langsung masuk ke kelas dan mengobrol dengan temannya.


“ Eh Ara kamu udah pr?” Ucap Clara teman sebangkunya sekaligus sahabat Kiara.


“ Pr matematika ya?” Ucap Kiara di balas Anggukan oleh Clara.


“ Oh udah dongg” Ucap Kiara.


“ Liattttt!!” Teriak Clara.


“ Santaii ih! Nih,” Kiara menjulurkan buku yang tadi ia keluarkan dari buku.


“ Makasihhh,” Senyum manis Clara terpampang didepan wajah Kiara


Kring..kring..kring...


Bel sekolah berbunyi pertanda masuk kelas. Kiara duduk dibangku Sekolah Dasar kelas empat.


Kiara dan Clara memasuki jam pelajaran sekolah. Saat jam pelajaran berlangsung Kiara sering sekali melihat wanita caper (cari perhatian) kepada laki – laki dikelasnya, dan perempuan itu sekelas dengan Kiara.


Kiara yang melihat pemandangan seperti itu awalnya tidak peduli tapi lama – kelamaan Kiara kesal sendiri melihat wanita itu, bukanya iri tetapi kesal dengan sikap caper wanita itu yang membuat para lelaki sering sekali menyentuh perempuan itu.


Dari kecil Kiara bukan tipe wanita yang suka disentuh oleh lelaki kecuali papanya, dengan papanya pun jika disentuh tidak lama – lama dia agak risih dengan laki – laki.


“Clar, liat deh si luna caper banget ya sama laki – laki dikelas.” Ucap Kiara menggeserkan sedikit wajahnya ke kuping Clara sembari memerhatikan luna yang sedang tertawa dengan laki – laki dikelas.


Yap! Perempuan yang dimaksud adalah Luna dia cantik sih tapi sifatnya membuat Kiara mulai kesal.


“ haha” ketawa kecil Clara “kamu iri ya?”


“ Bukan iri tapi kesel aja, emang kamu ga kesel apa? Oh iya bukan kesel tapi lebih ke gedek.” Menekankan kalimat ‘gedek’.


“ Bukanya aku udah bilang dari dulu dia emang begitu, setiap aku bicarain dia kamu juga ga peduli sekarang kenapa kamu jadi bahas dia?” Ucap Clara menoleh kearah Luna lalu menoleh ke arah Kiara.


“ Awalnya aku biasa aja tapi lama – lama dia jadi kaya caper gitu, gampang neplok sana – sini badan nya, ih.” Kiara menggetarkan bahunya.


“ Terus kamu mau nya apa? Aku si udah cape gibahin dia.”


“ Aku ga mau ngapa – ngapain, cuman mau ngomongin aja.”


“ Ohh yauda atuh lanjut nulisnya.”


“ Eh iya.”


...***...


Kring... kring... kring...


Waktu istirahat telah tiba..


Mendengar suara itu seluruh siswa yang tadinya duduk langsung berdiri dan beranjak ke luar kelas, sama dengan Kiara dan Clara. Mereka berdua menuju ke kantin sembari ngobrol tentang korean pop.


“ Kamu tau girl band baru ga si? Namanya BLACKPINK lagunya tuh enak bangett ga ngerti lagi aku.” Ucap kiara sembari melangkah bersamaan dengan Clara menuju kantin.


“ Ohh yang itu.. yang kemarin masuk tranding youtube ya? Itu mah udah lama girlband nya tapi kamunya aja yang baru tau, hahaha.” Ucap Clara mengejek Kiara.


“ Haha, emang ya? Maklum lah aku kan gapunya hp, jadi kalau mau nonton youtube harus minjem ke papa.” Kiara cemberut.


“ Kenapa ya kamu tuh orang berada bahkan bisa disebut kaya tapi kenapa kamu ga punya handphone?”


“Oh gitu, aku juga ga boleh ara.. aku itu tau semua dari laptop, dan laptop aku itu punya keluarga dan jarang di mainin jadi aku yang mainin.”


“ Oh gitu..”


Tak terasa mereka sudah sampai di kantin yang ramai sekali dengan siswa - siswa lainnya.


Usai mereka membeli makanan, mereka berdua duduk di kursi yang di sediain kantin untuk siswa – siswi memakan makanan kantin.


Ketika mereka berdua sedang mengobrol sembari memakan makanan kantinnya, tiba tiba datang seorang laki – laki teman sekelasnya namanya andi ketua kelas Kiara.


“ Ara pinjem duit dong gua ga bawa duit.” Ucap Daffa. dia memang begitu orangnya selalu blak – blakan dengan orang. Bahkan, dengan orang yang tidak dekat dengannya pun tetap saja bersikap sok asik.


“ Hah? Aku? Sejak kapan kamu suka pinjem duit sama aku?” Ucap Kiara, karna Kiara dan andi itu tidak dekat tapi dia bersikap seperti itu.


“ Sejak....” Daffa menjawab lama “ Sejak sekarang, hehe”


“ Hah?” Ucap Kiara polos.


“ Udah Ara gausah,” Ucap Clara langsung menoleh ke Daffa dan berkata “ Minta tuh sama Luna!!” Clara agak membesarkan suaranya agak Luna yang sedang jajan dikantin mendengarnya.


“ Eh Clar–“ Belum sempat Kiara berkata Luna sudah menoleh ke arah mereka berdua dengan tatapan heran.


“ kenapa ya?” Ucap Luna mendekatkan dirinya dengan Kiara, Clara dan Daffa.


“ Si Daffa butuh duit buat jajan tuh, kamu kan temen dekatnya kan? Sampe ga belajar karna sering bercanda berdua dikelas,” Clara menekan kata ‘berdua’ “pinjemin gih duit ke Daffa.”


Daffa yang melihat dan mendengar Clara berbicara begitu ke Luna, dia pun malu.


“ Oh, lo butuh duit dap? Gua ada kok bentar ya..” Ucap Luna sok manis ke Daffa.


“ Enggak gak usah Lun, Daffa mintanya tadi ke aku jadi kamu yang kasih. gak usah, aku jadi gaenak, biar aku aja nih Dap!” Kiara menyodorkan uang lima ribu ke Daffa.


“ Ara.. kamu gak us- “ Clara Belum selesai bicara sudah dipotong oleh Kiara.


“ Clar.. gapapa nih.” Memanjukan tangannya sedikit ke arah Daffa.


Luna yang melihat itu langsung buru – buru mengambil duitnya di saku kantongnya.


“ Gausah Ara.. Biar gue aja! Nih duitnya lebih besar dari Ara kan?” Ucap Luna menekan intonasinya. Sembari menyodokan uang sepuluh ribu ke Daffa.


Daffa yang melihat itu langsung meraih uang yang dari Luna dan pergi dan berkata “Makasih Lun” Daffa pergi.


“ Iyaa” Ucap luna.


Kiara yang melihat itu semua langsung memasukan uang yang tadinya ingin ia kasih kepada Daffa sekarang ia masukan ke sakunya dan berdiri dari duduknya dan berkata.


“ Caper.” Gumam Kiara lalu pergi meninggalkan Clara dan Luna dikantin.


“ Huhh” Ucap Clara menyusul Kiara yang pergi.


“ Cie iri” Luna berteriak ke arah mereka tetapi tidak digubris.


Dikelas..


“ Ara.. kamu tadi ngapain sih kasih duit ke Daffa jelas – jelas dia dateng pas butuh doang tapi kamu tetep mau kasih, jangan – jangan kamu suka ya?” Clara menatap Kiara yang sedang duduk dikursi kelas penuh menyelidik.


“ Pertanyaan kamu kaya kamu ga mengenal aku dari lama.” Ucap Kiara santai.


“ Iya aku tau kamu gak mungkin suka sama orang kaya Daffa gitu, tapi kan bisa aja soalnya kamu mulai ga suka liat Luna yang suka caper ke cowo – cowo, terus kamu juga tadi mau kasih uang ke daffa.” Clara duduk disamping Kiara.


Kiara menoleh kearah Clara dan berkata “ Emang aku gaboleh ya berbuat baik? Daffa kan lagi minta uang, pengemis lewat aja aku selalu kasih, masa temen sekelas sendiri ga aku kasih?”


“ Oh iya aku lupa kalau kamu emang baik” Ucap Clara dengan nada mengejek tetapi memang benar Kiara memang baik sampai – sampai sering dimanfaatkan.


...****************...


NOVEL PERTAMA AKU GUYS!! MAAF YA KALAU ADA TYPO ATAU PENULISAN KALIMATNYA KURANG TEPAT. SOALNYA MASIH PEMULA❤️🤗