HAPPY AFTER SAD

HAPPY AFTER SAD
Episode : 2



Sepulang sekolah..


Kiara keluar gerbang sendirian dan melihat mobil yang tak lain tak bukan mobil ayahnya, Ia melangkah menuju mobil tersebut dan mengetuk kaca mobilnya.


Orang yang didalam mobil pun menoleh kearah Kiara dan membuka kaca mobil lalu berkata.


“ Siapa ya?” Kata papanya Kiara.


“ Lahhh papaaa” Ucap Kiara agak merengek.


“ Ohh Kiaraaaa, anak yang pinter itu ya???”


“ Hahaha” jeda sedikit “ Buka pah pintunya”


Papanya membuka pintunya dan Kiara masuk dan duduk dijok samping supir.


Selama perjalanan mereka mengobrol.


“ Papa temen – temen aku ayahnya pada kerja papa kok engga?” Ucap Kiara polos.


“ Loh? Emang kamu pikir papa sering pergi itu kemana?” Papa Kiara berbicara tetapi pandangan tetap ke depan stir mobil.


“ Janjian sama temen kan? Papa selalu bilang begitu.”


“ Iya nak.. Papa itu janjian sama temen papa tu, ya.. papa kerja..”


“ Kerja apa?”


“ Papa tuh ada proyek besar gitu yang mengharuskan ngobrolin dengan teman papa.”


“ Proyek? “ Tanya Kiara.


“ Iya”


“ Proyek apa pah?” Tanya Kiara.


“ Proyek itu, sebuah usaha kolaboratif dan juga sering kali melibatkan penelitian atau desain, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh, kamu pernah liat gedung yang belum jadi gak di tol gitu?” Kiara mengangguk “Nah itu contoh proyek Ra”


“ Oh iya? Owh jadi papa kerjanya yang suka pake helm kuning terus manjat – manjat gitu ya?” Ucap Kiara dengan polosnya.


“ Oh itu bukannn Ra!”


“ Lah terus itu namanya apa?”


“ Itu namanya kuli bangunannnnn!!!” Papa Kiara pura – pura nangis sembari memukul pelan dahinya dengan tangannya,


Yang membuat Kiara tertawa terbahak – bahak.


“ Papa itu yang menyuruh orang – orang itu atau bisa disebut kuli bangunan.”


“ Oh semacam arsitek gitu?”


“ Iyaaa, pinter anak papah. Diajarin siapa sih?”


“ hehehe..”


“ berarti gedung – gedung yang sering aku lewatin itu proyek papa?”


“ gak juga lah, kan yang punya provesi sebagai arsitek bukan papa doang”


“ owh gitu”


“ iyaa, udah ngerti sekarang, udah??” Ucap papa Kiara becanda.


“ Udah hehe”


Papa Kiara hanya tersenyum dan fokus menyetir, belum lama Kiara langsung berbicara lagi.


“ Pah”


“ Apa lagi Ra?” Ucap papa kiara dengan intonasi becanda.


“ hehe, Aku..” Ucap Kiara menggantung omongannya.


“ Kenapa?”


“ Aku pengen punya handphone “


“ Entar ya.. Papa beliin kamu pas kamu kelas 6 sd”


“ Dihh lama banget” Protes Kiara.


“ Kamu mah masih kecil gaboleh main handphone “


“ Iya sih yaudah lah aku ga nuntut juga sih”


“ Iya sabar yaa..”


“ Iyaa..”


...****************...


Sesampai di rumah tingkat dua yang minimalis, dengan taman yang dipenuhi rumput - rumput halus dan garasi yang lumayan luas yaitu rumah Kiara.



Kiara keluar dari mobil dan menginjakan kakinya di lantai garasi dan berjalan masuk kedalam rumah dan menemui mama nya sedang duduk di meja makan sedang makan siang.


“ Aku pulang!!!” Teriak Kiara, membuat mama Kiara menoleh ke arah kiara dan berkata.


“ Biasa aja Ra, kamu selalu gitu setiap pulang sekolah.”


“ Ganti baju kamu, terus kamu makan”


“ Iya”


Kiara naik ke atas melalui tangga untuk mengganti baju lalu ia turun lagi dan melihat di meja makan ada mama, papa dan kak Kirana yang sedang menunduk memandang handphone.


Kak Kirana adalah kaka keduanya Kiara yang sekarang kelas 1 SMA, Lain hal dengan Kak Karina, Ia adalah kaka pertamanya Kiara yang sekarang sedang kuliah di Universitas Indonesia mengambil jurusan Kedokteran.


“ Makan apa tuchhh” Ucap Kiara yang masih berada di anak tangga.


“ Makan ayam” Ucap Papanya yang sedang berada disamping mamanya.


Kiara yang melihat Papa dan mamanya duduk bersebelahan sangatlah senang. Tetapi, kak Kirana terlihat sinis dan gak suka mereka berdekatan entah lah kenapa, Kiara pun tidak memikirkannya.


“ Khem, pengen deh jadi hp biar dipandangin terus sama kamu” Gombal Kiara kepada Kak Kirana.


Kini Kiara sudah duduk di bangku meja makan sembari mengambil makanan.


Kak Kirana menoleh kearah Kiara dan berkata “ Najongg”


“ Hahaha, main hp terus sihh, ga liat lingkungan sekitar”


“ Yeu kamu juga kalau punya hp juga kaya aku”


“ Engga, lagian masih lama aku punya hp keles”


“Kasian..”


“ Kita kan hidup dikehidupan nyata bukan di kehidupan hp tapi kenapa kaka mandang hp terus?”


“ Males mandang dunia nyata kalau isinya penuh dengan kepalsuaan!” Kak Kirana beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamarnya.


“ Lah,kok masuk?”


“ Udah kamu cepet makan, Gak usah mikirin Kak Kirana” Ucap mama Kiara.


“ Okeh.”


Setelah selesai makan siang, Kiara tidur siang di kamarnya. tetapi, karna Kiara takut tidur sendiri di kamarnya. jadi, Kiara dan mamanya tidur bareng setiap hari.


Setelah bangun dari tidur siang, Tasya melihat jam pukul 16.10. Tasya pun beranjak turun kebawah dan menyalakan tv lalu saat ia sedang menonton tv ia melihat kaka pertamanya keluar dari kamarnya dan menuju ke arah meja makan.


Kiara yang melihat itu hanya diam, karna ia tau kalau jam segini memang biasanya Kakanya pulang kuliah.


Beberapa menit pun berlalu tak terasa sudah lama ia menonton tv.


Lalu terdengar suara teriakan dari luar pagar.


“ Kiara main yu.. yuk” Kiara yang mendengar itu langsung beranjak dari sofa dan membuka pintu ruang tamu.


Lalu saat ia membuka pintu ia melihat tetangganya sekaligus sahabat rumahnya di depan pagar, belum sempat Kiara berbicara sudah dibalap oleh sahabatnya yaitu Syifa.


“ Main yu Ra!” Ucap Syifa didepan pager.


“ Oh ayo! Aku izin mama aku dulu”


“Okeh aku tunggu!”


Kiara berlari menuju kamar Kiara dan mamanya.


“ Mah aku main ya..” Kiara masih memegang gagang pintu kamarnya yang dari tadi kebuka.


“ Pake jilbab!” Ucap mamanya, Karna Kiara tidak pernah memakai jilbab kecuali ke sekolah atau acara keluarga besar.


“ Engga, entar aja” Bantah Kiara lalu berlari keluar untuk bermain, Sedangkan mamanya hanya menghela nafas panjang.


Ceklek..


Kiara membuka pagar rumahnya yang dari tadi Syifa nunggu didepan pagar..


“ Mau main apa?” Ucap Kiara ke Syifa.


“ Rencananya sih main benteng, udah di tunggu sama mereka” Syifa menunjuk kearah kerumunan orang – orang.


Tasya sangat kenal dengan orang – orang yang sedang mengobrol satu sama lain, orang – orang itu ialah tetangganya Kiara dan Kiara melihat di sana ada empat orang yang sedang mengobrol.


“ Ohh, yauda ayuk!” Ajak Kiara.


Kiara dan Syifa berjalan menuju kerumunan itu, sesampai mereka di kerumunan itu salah seorang dari kerumunan itu berbicara kepada Kiara.


“ Oke.. Ara udah dateng ayo kita mulai!” Ajak Dinda, Tetangga depan rumah.


“ Bentar dulu, mau main apa emang?” Ucap Kiara heran.


“ Syifa ga bilang sama kamu?” Ucap Dinda melirik syifa.


“ Katanya mau main benteng..” Ucap Kiara.


“ Nah kamu tau, yauda ayo kita hompimpa!” Dinda menjulukan tangannya ke tengah – tengah dan diikutin dengan yang lain.


“ Hompimpa alaium gambreng!” Sama semua “ Gambreng!” Kiara, Dinda dan Syifa putih. Tetapi, Ketiga Laki – laki itu hitam.


...****************...


**GUYS MAAF BANGET YA KALAU BELUM SERU NOVELNYA.. INSYAALLAH NEXT EPISODE AKU BIKIN LEBIH SERU!! OKE?


JANLUP VOTE GUYS!! MAKASIH❤️**