Handsome, But Heaven Defying?

Handsome, But Heaven Defying?
Hundred Flowers Pavilion



Hari mulai terasa panas.


Raka meraih kain kecil dari saku untuk mengelap keringat di dahi-- sebuah botol kecil berisi air juga dikeluarkan olehnya. Xue Bai memerhatikan botol itu, tampaknya gadis malang itu juga merasa kehausan.


"Kamu mau?" tawar Raka sambil menyodorkan botol berisi air minum tersebut.


Terlihat sedikit enggan awalnya, tapi rasa haus yang tak tertahankan membuat Xue Bai tidak bisa menahan. Xue Bai menyerah dengan cepat lalu memuaskan dahaganya. Mata Xue Bai berbinar ketika meneguk air dalam botol, terasa sangat menyegarkan dan dipenuhi dengan Qi murni.


"E-Enak!" ungkap Xue Bai polos.


Xue Bai merasakan seluruh energi di tubuhnya telah kembali. Tidak ada lagi rasa lelah dan haus, seakan air itu mengembalikan kondisi Xue Bai ke keadaan yang terbaik.


"Tidak usah buru-buru, minumlah dengan perlahan dan nikmati."


Xue Bai mengangguk lalu mengikuti saran untuk meminum air secara perlahan. Tidak disangka, ternyata air yang diminum Xue Bai persis seperti yang diceritakan para kultivator dalam legenda. Satu tetes menghilangkan dahaga, dua tetes mengembalikan energi, tiga tetes memberi pencerahan, dan tetes seterusnya meningkatkan kekuatan-- itu adalah air spiritual.


Sangat mengejutkan bagi Xue Bai karena telah meminum air spiritual. Xue Bai merasa tidak pantas untuk mendapatkan air spiritual yang sangat berharga. Terlebih, air spiritual merupakan harta karun bagi kultivator-- dan akan cukup sia-sia jika diberikan kepada orang yang tidak mempraktikkan kultivasi seperti dia.


Saat Xue Bai hendak meminta maaf karena meminum terlalu banyak-- dia sadar bahwa air dalam botol tidak berkurang sedikitpun walau telah diminum sangat banyak. Tentu Xue Bai merasa sangat penasaran-- mengapa bisa tidak berkurang?


"T-Tuan Kultivator, apa ini? Mengapa airnya tidak habis-habis?"


"?"


Raka terkekeh mendengar pertanyaan itu-- teringat waktu pertama kali mendapatkan botol dan merasakan keanehan yang sama. Raka sampai mengetes seberapa banyak air dalam botol dengan cara membuat sebuah danau menggunakan air di dalamnya. Alhasil Raka membuktikan bahwa air dalam botol itu tidak terbatas.


"Sistem, apa namanya?"


[The Fountain of the Universe]


"Oh, benar."


Raka menjelaskan dengan sederhana, "Itu adalah botol air yang bernama 'The Fountain of the Universe'. Air yang dikeluarkan memang tak terbatas, tapi ya cuma itu."


Mata Xue Bai terbelalak, "Ti-ti-tidak ... terbatas? Air spiritual, tidak terbatas?" Xue Bai hampir pingsan mendengarnya.


"Ya, makanya aku tidak khawatir kehausan selama di perjalanan."


Xue Bai merasa kewalahan. Bagaimana bisa entitas yang memiliki air spiritual tak terbatas dengan santai berjalan di dunia fana? Seharusnya, entitas semacam itu sedang duduk di puncak tertinggi takhta surga. Lebih parahnya lagi, Xue Bai dengan tidak tahu malu meminum sesuatu yang seharusnya tidak dia minum!


"Ma-maafkan sikap Xue Bai yang lancang!! Terima kasih, Xue Bai sudah terlalu banyak menerima berkah ini," ucap Xue Bai sembari mengembalikan botol berisi air.


Raka mengesampingkan sikap dan beberapa kata Xue Bai yang berlebihan. Singkatnya, Raka sudah cukup terbiasa dengan kesalahpahaman. Pasti karena ketampanan yang mengundang Qi Murni sehingga Xue Bai pun menyangka dirinya Immortal-- bukan begitu?


"Nah, sekarang kita sudah sampai."


Mereka berdua sudah tiba di hadapan pagoda yang berdiri megah dan kokoh. Di depan, papan nama bertuliskan "Hundred Flowers Pavilion" terpampang dengan jelas dan mencolok.


"Hundred Flowers Pavilion ya. Kamu yakin mereka suka membeli Buku Teknik?" tanya Raka memastikan.


Xue Bai mengangguk, "Um. Mereka begitu terkenal di seluruh negeri."


"Baiklah."


Raka bergerak cepat untuk mengambil sebuah buku dari dalam saku. Tidak lupa, Raka mengambil topeng juga untuk menutupi identitas.


"Xue Bai, jadilah anak baik dan tunggu di sini, oke?" ujar Raka.


"Xue Bai mengerti," angguk Xue Bai patuh.


Kemudian tanpa membuang waktu, Raka masuk ke dalam dan mendapatkan sambutan hangat dari dua orang pelayan yang cantik. Mereka adalah perusahaan bisnis yang tersohor-- tidak heran seorang pelayan bahkan memiliki tingkat penampilan sebaik itu.


"Selamat datang di Hundred Flowers Pavilion. Sosok yang asing, apakah Tuan adalah pelanggan baru?"


"Jika ada sesuatu yang bisa kami bantu, tolong katakan dan jangan merasa sungkan."


Raka berlagak misterius dengan hanya mengangguk, lalu bertanya, "Di mana bosnya?"


Kedua pelayan itu saling menatap. Ekspresi mereka menunjukkan pemikiran yang mendalam. Mereka sepertinya sudah mulai berspekulasi bahwa Raka adalah sosok yang memiliki urusan penting.


"Tetua cabang sedang bertemu dengan utusan Wali Kota. Jika Tuan memiliki keperluan, silakan beritahu dan akan kami sampaikan," terang pelayan itu dengan sopan.


Tanpa basa-basi, Raka menunjukkan sebuah buku di tangannya. Itu adalah buku teknik bertuliskan 'Shadowless Thunder Slash' yang mengeluarkan aura langit dan dikelilingi oleh Qi Murni.


Semua mata tertuju pada buku tersebut. Hanya dengan sekilas mereka dapat mengetahui bahwa buku itu sangat berharga dan mungkin setara dengan harta karun di seluruh dunia.


Kedua pelayan itu dipaksa mundur beberapa langkah. Tingkat kultivasi yang begitu rendah tidak mampu menahan pancaran aura dan tekanan yang terlalu kuat. Kehadiran semacam itu setara dengan kultivator ranah Divine Tribulation tahap akhir!


Seluruh pengunjung mulai membuat kegaduhan. Mereka mulai memberikan kabar pada keluarga, klan, dan sekte masing-masing tentang kemunculan buku teknik yang kemungkinan berada di tingkat kaisar.


"Aku akan menjual ini pada orang yang layak. Jika bos kalian tidak bisa bertemu, maka dengan berat hati aku akan menyerahkan ini pada orang lain," ujar Raka mendominasi.


Tidak lama, sebuah pintu terbuka dengan cukup keras. Seorang wanita dewasa-- kecantikan bagai peri berjalan dengan terburu-buru mendatangi Raka. Itu adalah Tetua cabang Hundred Flowers Pavilion kota Hua--Luo Shiyu--yang ditemani oleh pelayan-pelayan dan seorang pria tua utusan wali kota.


"Senior! Mohon untuk tidak tersinggung, Luo Shiyu tidak menyadari kehadiran Senior sebelumnya."


Raka memerhatikan mereka-- beberapa kehadiran yang kuat. Siapa yang tau apa yang akan mereka lakukan jika rencana busuk Raka dalam menjual buku teknik palsu terbongkar?


*Glekk*


Raka merasa tertekan. "Jadi kau bosnya?"


Di mata orang lain, sosok Raka tampak sangat mengintimidasi. Pakaian kelas atas yang terbuat dari material tak teridentifikasi, topeng misterius yang mengeluarkan aura dominasi, Qi Murni yang menari-nari di sekitar tubuh, dan tingkat kultivasi yang tidak terukur-- serta sebuah buku teknik tingkat kaisar yang digenggam-- itu sudah cukup menjelaskan kekuatan sosok Raka di mata mereka.


"Benar, Luo Shiyu ini adalah tetua cabang Hundred Flowers Pavilion di kota Hua. Hanya sebuah pangkat yang kecil. Merupakan suatu kehormatan tertinggi bisa bertemu dengan seorang Ahli seperti Senior!" Luo Shiyu memberi hormat.


Orang lain pun menyapa dan memberi hormat kepada Raka. Situasi aneh di mana para kultivator kuat memberi hormat pada manusia biasa yang tidak bisa mempraktikkan kultivasi.


Luo Shiyu tersentak, "T-Tentu tidak, Senior. Mohon maaf atas kekasaran kami."


"Pelayan!! Cepat siapkan ruang kelas satu untuk menjamu tamu kehormatan kita!!" seru Luo Shiyu memberi perintah.


Percakapan pun berpindah ke tempat yang lebih nyaman. Mereka yang tidak berkepentingan diperintahkan keluar oleh Luo Shiyu, tanpa terkecuali utusan wali kota yang pergi dengan raut wajah penuh amarah.


"Senior, Luo Shiyu begitu bahagia. Benarkah Senior berniat menganugerahkan buku teknik itu kepada Hundred Flowers Pavilion?"


Raka merasa cukup gugup-- bukan karena berduaan dengan wanita dewasa yang cantik, tapi karena berduaan dengan monster berkulit manusia yang bisa membunuhnya kapan saja. Lagipula, mengapa Raka bersikap kelewatan dan meminta berbincang di ruangan yang lebih sulit untuk kabur?


"Sial, sistem tolong aku!!"


[Sistem tidak bisa berbuat apa-apa. Sistem sudah memasuki mode pasif dan hanya bisa memberikan saran dan nasihat kepada Tuan]


"Mengapa kau tidak berguna saat dibutuhkan?!"


[Sistem sudah mendengar cacian Tuan selama lima ratus tahun. Sistem sudah kebal. Hanya, saran sistem teruslah berpura-pura karena tidak ada jalan untuk kembali]


"..."


Perasaan lesu menyelimuti Raka. Walau demikian, Raka tidak bisa mendiamkan orang lain dalam waktu yang lama. Itu hanya akan meningkatkan kecurigaan.


"Menurutmu apa kalian layak?"


Atas pertanyaan Raka, Luo Shiyu memejamkan mata cukup lama. Setelah berkutat dalam pikiran, Luo Shiyu tiba-tiba berlutut. "Senior, Luo Shiyu mengerti. Kami akan mendengarkan perintah, tolong arahkan kami."


Luo Shiyu bertaruh dengan seluruh hidupnya. Sosok yang mampu mengeluarkan buku teknik tingkat kaisar pasti bukanlah sosok biasa. Belum lagi, Qi Murni yang menari-nari di sekitar tubuh sosok itu membuat Luo Shiyu yakin bahwa sosok tersebut adalah Immortal yang sedang menyamar.


"Oh?"


Sejujurnya Raka tidak paham sama sekali arah pembicaraan dengan Luo Shiyu. Tingkat kesalahpahaman ini sudah berada di luar kendalinya. Tapi mungkin itu adalah suatu hal yang bagus untuk memanfaatkan situasi lebih jauh.


"Aku membawa seorang anak kecil bernama Xue Bai di luar. Kali-"


"Luo Shiyu mengerti!" Itu sudah dipotong begitu saja.


Luo Shiyu memanggil pelayan kemudian memerintahkan pelayan itu untuk membawa anak bernama Xue Bai. Itu tidak seperti yang diinginkan oleh Raka, tapi biarlah yang sudah terjadi tidak usah dikomentari.


"Ingat untuk memperlakukannya dengan baik!" tegas Luo Shiyu.


Kembali ke hadapan Raka adalah wajah Luo Shiyu yang tampak berseri-seri. Bagaimana harus dijelaskan-- itu tampak seperti seorang anak yang meminta pujian kepada orang tua setelah melakukan pekerjaan rumah.


"Tindakanmu cepat. Sangat menjanjikan," puji Raka.


[Menjanjikan?]


"Jangan tanya, aku cuma asal bicara."


Luo Shiyu tampak malu-malu. Dengan nada yang sedikit takut, dia berkata, "Itu ... Senior, boleh Luo Shiyu ini meminta sedikit saran?"


"Saran apa? Katakan saja," lagaknya sombong.


"Te-Terima kasih, Senior! Sebenarnya, belasan tahun terakhir ini kultivasi Luo Shiyu tidak mengalami kemajuan. Sementara semua orang mulai menaiki ranah yang lebih tinggi, Luo Shiyu secara memalukan terjebak di tahap akhir Nascent Soul."


Raka menyilangkan kaki. "Begitukah?"


Permasalahan mengenai tersendatnya kultivasi merupakan hal umum di kalangan kultivator. Sesuatu yang disebut sebagai "pencerahan" merupakan pemicu paling efektif untuk menangani masalah tersebut. Sayangnya, Raka yang tidak memiliki pengalaman apapun mana bisa mengetahui solusi untuk permasalahan Luo Shiyu.


"Mampus dah."


[Mampus]


"Kau bahkan mengikutiku?!"


Situasi yang menegangkan tanpa sadar membuat Raka mengucurkan banyak keringat. Selain itu, perutnya terasa mual akibat tekanan yang berat. Raka tidak memiliki solusi apapun untuk Luo Shiyu-- tapi jika berkata jujur siapa yang tau berapa lama hidupnya akan bertahan?


"Begini," Raka berpura-pura bijaksana. "Tidak perlu terpaku pada pencapaian orang lain. Setiap orang memiliki permasalahan masing-masing. Hambatan yang membuatmu tidak bisa bergerak maju tidak lain adalah karena pemikiran mu sendiri. Jalan kultivasi memerlukan pikiran dan hati yang luwes. Cobalah untuk memikirkan setiap langkah yang telah kau ambil, dan mulailah dari awal seakan kau terlahir kembali."


Luo Shiyu menyimpan kalimat itu dalam hati. Setiap kata demi kata perlahan diuraikan menjadi sebuah pemahaman yang menakjubkan. Tidak salah lagi, Luo Shiyu mendapat kalimat pencerahan dan merasa masalah yang menyebabkan kultivasi nya tersendat perlahan mulai menghilang.


"Aku harus memahami kalimat ini lebih dalam nanti!" seru Luo Shiyu dalam hati.


Tingkatan Teknik/Senjata/Artefak


- Perunggu


- Perak


- Emas


- Raja


- Kaisar (Tertinggi di Dunia Fana)


- Kuno


- Suci


- Langit


- Immortal


- Surga


- Ilahi