
Di sekitar fluktuasi Qi, para tetua beserta murid-murid dari Soul Sword Sect berjaga. Mereka tidak bisa mendekat lebih dari satu kilometer karena fluktuasi yang sangat kuat dapat menghancurkan kultivasi mereka.
Saat matahari terbit, perubahan besar dirasakan oleh para tetua. Fluktuasi Qi perlahan menjadi stabil. Qi murni yang sebelumnya mengamuk perlahan-lahan mulai teratur. Qi murni berkumpul di satu titik yang terpusat, lalu membentuk sebuah proyeksi gerbang cahaya.
"Tidak salah lagi, ini adalah pembentukan portal!" seru Zhao Feng.
Semua kultivator bersiaga, mereka waspada terhadap kejadian yang buruk. Dalam sejarah memang belum pernah terjadi sesuatu yang buruk ketika Mystic Realm terbuka. Tapi yang dimaksud hari ini adalah Mystic Realm Immortal, sesuatu yang baru dan tidak mereka ketahui.
Proyeksi gerbang cahaya menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Semua kultivator menjadi sedikit tegang karena situasi dan tekanan yang dipancarkan. Ketika gerbang itu benar-benar terbuka, mereka melihat satu sosok melangkahkan kaki keluar dari sana.
"I-Ini ...?!" Zhao Feng terpana.
Sosok itu adalah seorang pria muda yang sangat tampan. Tidak bisa disangkal lagi bahwa tingkat ketampanan semacam itu seharusnya tidak berada di dunia fana. Ketampanan yang dapat meruntuhkan langit, sekarang berada di hadapan mereka semua.
Zhao Feng dan para tetua Soul Sword Sect menduga bahwa sosok itu adalah Immortal pemilik Mystic Realm. Satu-satunya penjelasan yang dapat diterima oleh akal sehat mereka.
"Dia dikelilingi Qi Murni! Belum lagi, kita sama sekali tidak bisa melihat tingkat kultivasinya!" seru Tetua Pertama.
Mereka tau hanya ada dua kemungkinan ketika seseorang tidak bisa dilihat kultivasinya. Pertama adalah sosok yang terlahir cacat dan tidak bisa mempraktikkan kultivasi, dan yang kedua adalah sosok yang benar-benar berada di luar pemahaman mereka.
Sosok yang keluar dari portal sudah pasti yang kedua. Tidak mungkin sosok yang keluar dari Mystic Realm merupakan orang cacat tak berguna yang bahkan tidak bisa mempraktikkan kultivasi.
Seketika itu juga, Zhao Feng, para tetua, dan seluruh kultivator yang berkumpul memberikan hormat tertinggi. Mereka membungkuk di hadapan sang Immortal. Terdapat perasaan takut sekaligus kagum yang menghantui setiap kultivator. Pemikiran seperti 'Bagaimana Immortal itu memandang kita?' atau 'Apakah Immortal itu marah karena kita mengganggu tempatnya?' muncul di benak mereka.
Immortal itu tampaknya tidak bergeming sedikitpun. Zhao Feng yang merasa penasaran memberanikan diri untuk sedikit melihat. Zhao Feng kemudian sadar bahwa Immortal itu menunggu mereka untuk berbicara!
"Senior Immortal, maaf karena telah mengganggu waktumu yang berharga. Kami tidak bermaksud buruk. Kami hanya melihat adanya Mystic Realm yang terbuka karena pengetahuan kami yang terbatas. Tidak menyangka bahwa Mystic Realm tersebut adalah wilayah Senior Immortal," terang Zhao Feng dengan hati-hati.
Kultivator lain memandang Zhao Feng dengan bingung, terutama para tetua yang berasal dari Soul Sword Sect. Mereka mengisyaratkan kepada Zhao Feng sebuah pertanyaan 'Apa maksudnya wilayah Senior Immortal?'.
Zhao Feng memberi isyarat untuk melihat portal Mystic Realm. Di mana portal Mystic Realm yang sebelumnya mengandung Qi Murni yang melimpah sekarang sudah menjadi portal Mystic Realm biasa. Itu berarti, ada kemungkinan bahwa portal Mystic Realm kali ini adalah sesuatu yang berbeda. Mungkin ini adalah portal Mystic Realm yang tertimpa oleh portal wilayah seorang Immortal, dengan kata lain portal ganda.
Kultivator lain akhirnya mengerti. Memang masuk akal jika yang terjadi adalah portal ganda. Kalau begitu, ini adalah situasi yang sangat serius dan menentukan. Jika sang Immortal marah, mereka tidak hanya tidak akan mendapatkan Mystic Realm, tapi juga akan dihancurkan dalam sekali tarikan napas.
Mereka mulai merasa gelisah. Sang Immortal tidak kunjung bergeming, bahkan setelah Zhao Feng berbicara. Dalam situasi yang menekan itu, tidak ada yang berani lagi untuk mengangkat suara. Hanya bisa menunggu sang Immortal untuk bergerak.
"Hm," Immortal bersuara.
Satu 'Hm' dari sang Immortal membuat seluruh kultivator yang ada bertekuk lutut. Mereka tidak bisa bergerak seakan-akan beban yang sangat besar ditimpakan pada mereka. Tekanan itu benar-benar mengerikan, para tetua yang berada di ranah Nascent Soul bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi para murid yang mayoritas masih berada di ranah Qi Condensation, kebanyakan dari mereka kehilangan kesadaran.
Immortal itu lantas berjalan mendekati Zhao Feng dan para tetua dari Sekte Pedang Jiwa. Setiap langkah, terasa seperti mengurangi efek tekanan. Kemudian secara perlahan, Zhao Feng merasa beban itu menghilang. Beban itu sepenuhnya menghilang ketika sang Immortal berada tepat di depan Zhao Feng dan para tetua.
"Siapa kalian?" tanya Immortal itu.
Tetua pertama berlutut dan menjawab, "Salam Senior Immortal! Terima kasih telah sangat bermurah hati. Kami adalah para tetua dari Soul Sword Sect. Saya adalah tetua pertama, Zhang Luo."
Immortal itu tampak tidak tertarik.
"Soul Sword Sect? Belum pernah dengar."
Seluruh kultivator memasang wajah kecut. Lagipula, bagi seorang Immortal yang telah menapaki puncak kultivasi, sebesar apapun Soul Sword Sect maka tidak akan berarti.
"Itu hanya sekte kecil biasa. Senior Immortal jelas tidak akan mengetahuinya," terang Zhang Luo.
Immortal itu mengangguk. Tindakan yang sederhana tapi mengandung banyak arti bagi mereka yang melihatnya.
"Namamu adalah Zhang Luo, benar?" tanya Immortal itu yang sekaligus mendapatkan respon langsung.
"Benar, Senior Immortal!"
Zhang Luo termangu dalam pikiran. Tidak salah lagi, sang Immortal sedang menguji kelayakannya sebagai kultivator pedang. Jika tidak, apa ada alasan seorang Immortal mempertanyakan hal yang jelas di antara kultivator pedang?
"Saya akan menjelaskan sebisa mungkin dengan pemahaman yang terbatas." Zhang Luo mulai menjelaskan dengan hati-hati, "Kultivator pedang tidak berbeda dengan kultivator yang lain. Itu hanya sebutan bagi para kultivator yang mendedikasikan dirinya di jalan pedang. Jalan pedang sendiri memiliki tiga tingkatan umum sebagai penanda seberapa besar pemahaman kultivator terhadap pedang. Tingkat yang pertama adalah 'Sword Desire', tingkat yang kedua adalah 'Sword Intent' dan tingkat yang tertinggi adalah 'Sword Soul'. Kultivator yang sudah berada di tahap Sword Soul mampu menebas tanpa melakukan gerakan sedikitpun."
Setelah menjelaskan, Zhang Luo menghela napas. Dia melihat ke arah sang Immortal sambil berharap-harap cemas. Apakah penjelasannya bagus? Tidak, itu tidak sebaik ketika dia menjelaskan kepada muridnya. Tekanan sang Immortal menyebabkan kegugupan yang luar biasa bagi Zhang Luo. Memang sangat disesalkan, tetapi Zhang Luo berharap sang Immortal tidak begitu kecewa.
"Sangat bagus," puji Immortal dengan wajah datar.
Semua orang meringis mendengar jawaban yang tidak selaras dengan ekspresi. Bahkan Zhang Luo, memasang wajah pucat karena tau sang Immortal tidak tulus dalam memuji, mungkin lebih tepat jika sang Immortal kecewa dan mengatakannya sebagai sindiran.
Para tetua melihat Zhang Luo dengan tatapan menusuk yang mengisyaratkan pertanyaan 'Mengapa kau membawa kami pada kematian?' kepada Zhang Luo. Namun itu tidak dapat dihindari, Zhang Luo hanya bisa pasrah ketika mendapat protes dari yang lain.
"Hmm. Kalau begitu, bagaimana dengan sedikit kalimatku?"
Zhang Luo merespon dengan cepat, "T-Tentu, Senior Immortal bisa memberikan kami pencerahan!"
Immortal itu mengangguk dan menatap langit. "Aku pernah menggenggam pedang bercahaya. Dengannya aku taklukkan dunia, dengannya aku runtuh kan nirvana, dengannya aku bungkam para dewa. Aku pernah menggenggam belati kelam. Dengannya kehancuran disebabkan, dengannya malapetaka berdatangan, dengannya unsur kehidupan menghilang. Lantas, di mana sebenarnya akhir yang diinginkan? Aku menjawab, bahwa itu berakhir dalam kefanaan."
Para kultivator itu merasakannya. Setiap kata dalam kalimat tersebut merupakan 'pencerahan' yang dengan signifikan meningkatkan kultivasi mereka. Itu adalah hal yang sangat luar biasa. Mereka yakin bahwa perkataan sang Immortal bukanlah kalimat asal-asalan melainkan pengalaman yang nyata dialami langsung oleh sang Immortal.
"Su-sungguh kalimat yang luar biasa! Junior ini terkesan dengan kebijaksanaan Senior Immortal!" Zhao Feng memuji.
"Setiap kata dari Senior Immortal mengandung begitu banyak pencerahan. Ini adalah hal yang tidak mungkin ada kecuali pengalaman nyata menyertainya! Junior kagum dengan kekuatan Senior Immortal!" Zhang Luo memuji.
"Junior mengagumi Senior Immortal!" puji semua orang.
Immortal itu hanya tersenyum lalu mengibaskan tangan di udara. "Itu hanya kalimat asal, tidak perlu dianggap serius. Kalian terlalu berlebihan."
Immortal itu kemudian melangkahkan kaki untuk meninggalkan para kultivator yang berkumpul. Zhang Luo dan Zhao Feng yang melihat itu secara alami memanggil sang Immortal dan menghentikan kepergiannya.
"Senior Immortal!"
Immortal itu menoleh. "Ada apa?"
Zhang Luo ragu, tapi memutuskan untuk tetap bertanya. "Ke mana Senior Immortal akan pergi?"
"Aku?" Sang Immortal memandang kekosongan. Pandangan yang sarat akan kerinduan, namun di saat yang sama tidak mengandung hasrat terhadap dunia. Siapa yang bisa menebak selama apa Immortal itu telah hidup? Seberapa banyak pengalaman yang telah dilalui? Penderitaan macam apa yang telah dirasakan?
"Sekian lama, aku hanya ingin merasakan hidup biasa," lirih Immortal seraya beranjak pergi.
Zhang Luo merasakan kesedihan yang mendalam di setiap kata Sang Immortal. Zhao Feng merasakan pengalaman tak terbatas dalam perkataan Sang Immortal. Sementara kultivator lain memahami bahwa Sang Immortal hanya ingin beristirahat dan merasakan kehidupan fana.
Semuanya sepakat bahwa Immortal tersebut sangat baik dan rendah hati. Setelah menunjukkan kekuatan, Immortal menekan kekuatan itu sampai tidak bisa dirasakan lagi, membuktikan dirinya memiliki sikap yang lembut. Terlebih, Immortal itu pergi dengan berjalan kaki, sangat rendah hati.
"Sampai jumpa, Senior Immortal!" seru semua kultivator memberi hormat.
Zhao Feng kemudian mengalihkan pandangan pada portal Mystic Realm. Sang Immortal telah meninggalkan Mystic Realm tanpa berkata apapun. Apakah itu adalah izin atau sebuah ujian?
"Tetua pertama, bagaimana pendapatmu?" tanya Zhao Feng cemas.
"Maksudmu portal Mystic Realm? Aku tidak yakin dengan pemikiran Senior Immortal," Zhang Luo pun merasa resah.
"Senior Immortal tidak mengatakan apapun. Aku takut ini menjadi ujian bagi kita," ujar Zhao Feng.
"Senior Immortal begitu rendah hati. Kurasa diamnya itu adalah izin untuk kita. Bagaimana jika kita mengeksplorasinya seperti biasa tapi dalam batas wajar dan tidak terlalu serakah," usul Tetua kedua.
Diskusi yang cukup panjang pun terjadi di antara tetua-tetua Soul Sword Sect. Mereka terbagi menjadi dua kubu yang saling mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Namun pada akhirnya, mereka memutuskan untuk mengikuti saran Tetua kedua untuk tetap mengeksplorasi dengan catatan tidak boleh terlalu serakah. Mereka berharap Sang Immortal memang diam karena berniat memberikan Mystic Realm itu.