Handsome, But Heaven Defying?

Handsome, But Heaven Defying?
Gadis Xue Bai



Kota Hua merupakan tempat yang sangat strategis. Selain dari Ibukota Kekaisaran , kota Hua merupakan satu-satunya tempat yang terhubung langsung dengan tiga kerajaan besar. Oleh karena itu, banyak pedagang maupun para kultivator yang singgah di kota Hua.


Hari ini kota Hua ramai seperti biasa. Pedagang dengan cekatan menawarkan barang-barang mereka. Pembeli dengan antusias melihat barang yang mereka inginkan. Sedangkan kultivator dengan santai menerima pujaan dan kemuliaan.


Pemandangan seperti itu sudah biasa terjadi. Sepintas keadaan yang terlihat di kota Hua sangat damai dan sejahtera. Namun, kota Hua sebenarnya tidak sedamai yang terlihat dari luar.


Banyak pembunuhan yang dilakukan karena perselisihan antar kultivator. Bahkan kultivator dari aliran hitam seringkali melakukan bisnis gelap di kota Hua. Perdagangan budak, dan jual-beli barang terlarang adalah hal yang lumrah. Itu adalah sisi gelap yang telah mengakar di kota Hua.


Lalu ...


Di salah satu sudut kota Hua yang terpencil, seorang gadis kecil berjalan dengan letih. Dia membawa keranjang berisi bunga-bunga yang telah dibuat sedemikian rupa agar tampak indah dan menarik.


Orang-orang memanggil gadis kecil itu dengan sebutan "Xue Bai" karena rambutnya berwarna putih seperti salju. Xue Bai adalah satu dari sekian banyak anak yang tidak beruntung karena kehilangan kedua orang tua sejak mereka kecil. Sebagai yatim piatu, Xue Bai harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Xue Bai kecil! Aku ingin satu ikat bunga, tolong kemari!"


Xue Bai dengan antusias menjawab, "Baikk!"


Xue Bai dengan semangat memberi seikat bunga, lalu menerima beberapa koin sebagai gantinya. Meskipun koin itu tidak seberapa, tapi Xue Bai harus tetap mencarinya. Xue Bai tidak akan pernah menyerah meski hidupnya terasa berat.


"Terima kasih, Paman!"


Setelah berterima kasih, Xue Bai berjalan lagi menyusuri kota. Cukup lama Xue Bai berjalan tetapi belum ada pembeli yang lain. Xue Bai merasa kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Xue Bai menatap orang-orang yang berlalu lalang. Perempuan-perempuan cantik yang berdandan memasuki penglihatannya. Xue Bai merasa sedikit iri. Berbeda dengan mereka, penampilan Xue Bai begitu lusuh dengan segala macam kotoran debu yang menempel. Sangat jauh dari kata cantik.


"Mereka ... Cantik, tapi juga ... kotor?"


Xue Bai mengatakan itu lalu kemudian memutuskan untuk pulang. Hari sudah mulai sore maka tidak baik baginya untuk terus berada di luar. Xue Bai juga memiliki perasaan bahwa tidak boleh berkeliaran malam ini.


....


Soul Sword Sect merasakan hal yang serupa. Fluktuasi Qi yang tidak stabil dalam skala yang besar kemungkinan berasal dari pembukaan portal menuju Alam Mistik. Jika Mystic Realm benar-benar terbuka, mereka harus mengerahkan kekuatan terbaik untuk menelusurinya.


Pertemuan darurat langsung digelar. Master sekte bersama delapan tetua sekte berkumpul untuk membahas masalahnya. Suasana di sekitar pertemuan langsung menjadi tegang dan sangat serius.


"Aku mulai saja, bagaimana pendapat masing-masing tetua mengenai fluktuasi Qi ini?" tanya Master Sekte.


Master Sekte adalah orang yang bijaksana. Dia merupakan yang terkuat, dan berkemungkinan paling memahami soal fluktuasi Qi. Meski begitu, dia masih meminta pendapat para tetua demi menghormati dan menghindari konflik internal.


"Izin Master Sekte. Ini adalah fenomena yang sangat abnormal. Daripada fluktuasi, lebih tepat menyebutnya dengan gelombang Qi murni yang sedang mengamuk," ujar Tetua Pertama.


"Aku juga merasakannya. Dikhawatirkan ini bukanlah portal Mystic Realm biasa yang terbuka di dekat Kota Hua," timpal Tetua Kedua.


Mendengar pendapat tetua kedua, Master Sekte mengangguk. "Aku setuju dengan pendapat kalian berdua, lalu menurut kalian apa yang muncul kali ini?"


Tetua Ketiga memejamkan mata dan menjawab, "Jika ini adalah portal Alam Mistik. Setidaknya, yang muncul adalah portal Mystic Realm tingkat Immortal, atau lebih tinggi."


Tetua yang lain mulai gelisah. Mereka memang sempat memikirkan hal itu, tapi keadaan di mana portal Mystic Realm Immortal terbuka akan membawa bencana yang buruk bagi dunia kultivasi mereka. Jangankan kultivator di seluruh kekaisaran, mungkin dari seluruh benua akan datang untuk memperebutkan harta di dalamnya.


"Ini masalah yang sangat serius. Mystic Realm Immortal tidak bisa dibandingkan dengan Mystic Realm biasa. Aku takut, sekte-sekte aliran hitam akan melakukan segala cara untuk menguasainya," kata Tetua Keempat.


Master Sekte merasakan keresahan yang dialami oleh seluruh tetua. Sekte Pedang Jiwa merupakan sekte besar yang paling dekat dengan kota Hua. Jika Mystic Realm terbuka, merupakan hal yang wajar jika Soul Sword Sect memiliki hak tak tertulis untuk pertama kali menelusurinya. Namun jika Mystic Realm Immortal yang terbuka, kultivator serakah tidak mungkin menunggu giliran. Mereka pasti akan menyebabkan berbagai macam kekacauan.


"Ini situasi yang sulit," resah Master Sekte. "Tapi terlepas dari itu, kita harus segera mengamankan area di sekitar fluktuasi. Apapun yang terjadi, jangan biarkan ada kultivator lain yang mengacau!"


Master Sekte memberi perintah, "Aku memerintahkan seluruh Tetua untuk pergi bersama murid terbaiknya!"


Seluruh Tetua di ruangan membungkuk, "Baik! Perintah Master Sekte akan kami laksanakan!"


Para tetua mulai meninggalkan ruang pertemuan. Begitu pula dengan Zhao Feng yang merupakan tetua keenam. Tetua termuda yang merupakan jenius yang tergila-gila dengan ilmu pedang.