
...bulan dan bintang itu...
...teman kita...
...~Nayra Hastani pourn~...
...Jangan merasa sedih jika...
...kita memiliki teman di sekita kita...
...HAPPY READING...
Bulan telah tiba menggantikan matahari yang akan beristirahat karna lelah bekerja. Langit yang di hiasi bintang dan bulan membuat tangan Nayra bergerak untuk membuka jendela kamar. Tiupan angin yang berhembus membuat suasana malam sangat tenang dengan hiasan langit yang indah.
Sejak selesai mengobrol dengan Natya, Nayra memikirkan sesuatu yang membuat dirinya penasaran.
'dia anak yang gak ketebak sikapnya'
'setau gue dia gak akrab sama ayahnya.'
Dua kalimat yang dilontarkan Natya namun nayra merasa curiga, tidak mungkin jika seorang anak tidak akrab kepada ayahnya terutama jika itu anak perempuan yang menganggap ayah adalah cinta pertamanya.
sikap yang tidak bisa di tebak?
tidak akrab dengan ayahnya?
siapa ayahnya?
kenapa baik baik saja?
bagaimana bisa?
itulah isi pikiran Nayra yang selalu berputar di otaknya, jika Nazka adalah anak yang pendiam apakah terallu pendiam jika dia tidak butuh sosok seorang ayah. itu mustahil
'ί όchi~
(atau jangan-jangan~)
lama merenung membuat Nayra tidak sadar jika natya berada di samping nya. natya memang ijin keluar kamar untuk membeli beberapa bahan keperluan terutama sebuah pending tubuh karena tubuh Nazka yang sangat panas.
"bulanya nya indah yah." ucap natya sambil melihat kearah langit yang dihiasi oleh bintang bintang yang gemerlap. Natya hanya mengangguk tanpa bersuara.
"kenapa bukan dan bintang selalu indah walau di lihat setiap malam?. tanya Natya yang menoleh pada Nayra.
"karena tanpa bulan dan bintang kita tidak akan beruntung. Natya yang me dengar itu mengangkat satu alisnya yang menandakan bertanya 'kenapa'.
"Bintang itu seperti teman dimana tanpa bintang kita tidak bisa berkeluh-kesah kepadanya.
"Klo bulan itu seperti ketenangan dimana ketika kita lihat ia akan membuat kita tenang jika menantap ya. mungkin."
Saat mendapat jawaban Nayra, Natya tersenyum penuh ketenangan, jawaban yang dilontarkan oleh Nayra ada benarnya.
Ketika kita sedang merasa terganggu oleh pikiran-pikiran yang membuat diri menjadi tidak tenang. Kadang manusia hanya melampiaskan dengan melihat langit yang di hiasi oleh bulan dan bintang, tidak heran jika manusia kadang berbicara sendiri kepada langit agar langit bisa mengetahui is pikiran kita. Dan langit akan menenangkan kita dengan bulan dan bintang nya yang ber gemilang.
"Emm anu Nayra?" panggil Natya menantap Nayra yang membuat gadis itu menoleh dan menatap dengan tatapan bertanya.
Ada sesuatu yang ingin di ucapkan oleh Natya pada Nayra namun gadis itu ragu untuk memberitahu nya apakah ia harus bercerita atau tidak pada Nayra.
"Lupa mau bilang apa maaf..." Ucapnya yang di respon gelengan yang bermaksud aneh sekali apakah secepat itu lupa mengingat apa yang akan di sampaikan.
................
Selesai membicarakan tentang keindahan bulan, Nazka bangun dan meringis merasakan kepalanya yang teramat pusing. Karena mendengar ringisan dari Nazka kedua gadis yang berada di jendela mendekat menanyakan bagaimana keadaan nya sekarang.
"Bagaimana keadaan Lo ka, udah mendingan belum?" Tanya Natya pada Nazka, orang yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya menenda kan bahwa dia belum baik baik saja.
"Istirahat aja dulu az besok kita ijinin gak masuk sekolah dulu." Sambung Nayra pada Nazka yang di angguki oleh dirinya.
'gw mau tau yang sesungguhnya az'
"Lo panas banget Azka, gimana klo gw kompres aja biar turun panasnya." Tak menunggu lama Natya pun mengambil air untuk mengompres Nazka yang panas.
"Gw juga udah beli obat buat lo ka, besok lo minum setelah sarapan. Sambung Natya dengan meletakan air kompresan di nakas.
Sebenarnya Natya heran pada Nazka, bagaimana Nazka bisa sepanas ini padalah tadi pagi ia baik baik saja. Jika dia memang sakit sejak pagi kenapa dia baru pucat sore ini apa yang sebenarnya Nazka lakukan, bagaiman bisa sampai sepanas ini.
Ketika akan menutup jendela Nayra tidak sengaja melihat sebuah siluet seseorang dari balik dedaunan. pikirnya bahwa ia salah melihat siluet tersebut, Namun dugaannya salah, siluet itu adalah bentuk dari tubuh manusia dan saat Nayra melihatnya dengan teliti, bahwa orang tersebut sedang melihat ke arah jendela kamar asramanya.
'siapa dia kenapa dia menatap ke arah sini' Batinnya merasa tidak enak.
"Nayra kenapa bengong katanya Lo mau nutup jendela." Nayra sedikit kaget karena perkataan Natya dan berbalik badan dengan senyum meminta maaf.
Karena tak mau ambil pusing Nayra akhirnya menutup jendela dan menutup nya menggunakan korden.
'Gw harus waspada mulai sekarang, jika dia sudah mulai bergerak' Batinnya dengan mengepalkan kedua tangannya.
Melihat Natya mengepalkan kedua tangannya, Natya merasa penasaran apa yang gadis itu pikirkan, Natya sempat ingin menanyakan ada apa namun karena waktu yang semakin malam Natya mengurungkan niatnya dan akan bertanya pada esok harinya saja.
Lagian masih ada waktu besok dan seterusnya untuk bertanya ucap natya di hatinya.
"Nay lo gak tidur?"
"ini mau tidur, lagi siap-siap buat besok." yang di anggukan oleh Natya.
"Kalo gitu gw tidur dulu ya..., kata terakhir dari Natya sebelum menutup matanya.
"extάεί" jawab Nayra mengakhiri menggunakan bahasa Yunani yang artinya (baiklah)
................
Pukul 22.37 lingkungan asrama
Setelah selesai mengobrol tentang masa kecil Natya, Natya izin kepada Nayra untuk pergi keluar sebentar mencari beberapa barang yang ia butuhkan dan obat untuk Nazka.
Setelah selesai membeli barang yang di butuhkan Natya berniat untuk langsung kembali ke asramanya. namun di pertengahan lorong ia mendengar seseorang yang sedang bicara sendiri di lorong paling ujung sana.
Karena merasa penasaran Natya mendekati tempat itu untuk menguping pembicaraan yang di lakukan oleh orang asing tersebut. Orang itu sedang berbicara dengan orang lain menggunakan sihir komunikasi atau jarak jauh dengan menimbulkan cahaya pada sebuah cermin.
;Saya sudah menemukan nya tuan dia berada di asrama No.123; kata orang misterius tersebut.
;Bagus, terus berada di dekatnya dan jangan sampai dia mengetahuinya.
;Baiklah tuan;. Itulah percakapan yang di dengar oleh Natya yang membuat Natya curiga padanya.
'sir who?'
('tuan siapa')
'Who is he'
('dia siapa')
'kamar asrama No.123 itukan kamar asrama gw'
'Seriously'
('yang benar saja')
Itulah kata yang ada di benak Natya sekarang dia penasaran namun dia tidak boleh sampai ketahuan olehnya jika sedang menguping karena malam yang semakin panjang akhirnya Natya memutuskan untuk kembali ke asrama.
'gw harus cari tau dia siapa' kata terakhir sebelum Natya pergi dari tempat itu.
......................
...HIPIKAAA HEYYOOO🤠🤠🤠...
...MULAI DARI BAB INI DAN SETERUSNYA AKAN KU KOLABORASI KAN ANTARA BAHASA INGGRIS, INDONESIA DAN YUNANI YA TEMAN". TENANG SAJA DALAM SETIAP BAHASA YUNANI DAN INGGRIS AKAN ADA ARTIANYA JADI KALIAN TENANG SAJA.🤗🤗🤗...
...TERIMAKASIH SUKA NYA♥️♥️♥️...
...JANGAN LEWATKAN SETIAP CERITA DI SINI👉👉👉...
...BULAN DAN BINTANG YANG NATYA DAN NAYRA LIHAT...
...SIAPAKAH SILUET TERSEBUT DAN APA YANG IA LAKUKAN DI SEKITAR ASRAMA KAMAR SI N INI🤔🤔...