
...Pertemuan yang singkat...
...kadang awal dari pertemanan....
...~Natya Angelina Sondakh~...
...Jangan ragu untuk melangkah...
...membelah dunia....
...HAPPY READING...
......................
Lama berbincang tak terasa jika mereka berdua sudah sampai di depan kamar asrama. Ketika memasuki kamar yang bernuansa putih abu mereka melihat jika Nazka sedang tertidur pulas dengan selimut sebatas kepala.
Natya dan Nayra pun perlahan menghampiri Nazka dengan tatapan kasihan. Saat memperhatikan Nazka Nayra merasakan ada yang berbeda dengan dirinya. 'apa yang lo lakukan az' batin Nayra.
"Cepet sembuh ya ka, gw gak tega liat lo sakit kek gini" ucapnya dengan nada lembut. Tak tega rasanya melihat sahabat kecilnya terbujur lemas dengan wajah pucat seperti ini.
"Aya klo boleh tau sikap nazka itu kaya apa?" Tanya Nayra merasa penasaran dengan sikap Nazka yang tidak mudah di tebak.
"Nazka tipe orang yang gak peduli sama apa pun dia bahkan jarang bicara, dia bener bener orang tertutup dan gak pernah cerita tentang masalah apapun, Bahkan setau gue Nazka gak deket sama ayahnya. Dulu pas gue dateng ke rumah Nazka dia gak nyapa bahkan bicara sama ayahnya, saat gue tanya kenapa dia gak akrab sama ayahnya Nazka cuma bilang 'itu urusan gw' gitu. Keren kann," jawab Natya setahunya.
"Kali pertemuan kalian? Tanya nya lagi pada Nayra karna Nazka ingin mendengar kisah awal dari kedua sahabat sedari kecil itu.
"Klo pertemuannya~ itu cukup unik." lanjutnya yang membuat Nayra mengerutkan dahinya pertanda bingung. 'unik? Unik gimana' batin Nayra penasaran.
Flashback on
Di sebuah kerajaan yang luas dan besar, terdapat sebuah kota yang menjadi pusat para warga melakukan aktifitasnya.
Ada yang berdagang, bercengkerama, dan lain lain.
panas dan trik dari sinar matahari membuat semua orang merasa lelah melakukan kegiatannya dan beristirahat untuk mengurangi lelah mereka.
Terkecuali seorang gadis kecil yang berlari menghindari para orang berbaju hitam. Gadis itu terus berlari tanpa arah dan tujuan yang pasti.
Gadis yang tidak lain adalah Natya berlari menghindari para bawahan ayahnya yang menyuruh mereka membawa putri nya kembali ke istana.
Cukup lama Natya berlari ia melihat sebuah gang yang sangat sepi tanpa pikir panjang Natya menuju gang sepi tersebut dan mencari tempat persembunyiannya.
Saat Natya bersembunyi para bawahan ayahnya itu mencari Natya di gang tersebut. Karena tak kunjung ketemu, Bawahan ayahnya berinisiatif berpencar ke berbagai tempat.
Melihat semua telah pergi Natya bernafas lega dan keluar dari tempat persembunyiannya. Ketika keluar Natya bingung, apakah dia akan kembali ke kota atau lebih dalam masuk ke gang.
Karena takut kembali ke kota Natya memilih untuk memasuki gang lebih dalam. Lama berjalan semakin jauh dari kota, Natya sedikit takut karena minimnya cahaya yang berada di gang tersebut.
Merasa tidak aman Natya memilih untuk berputar dan kembali kek kota. Baru saja berada setengah perjalanan Natya di kejutkan dengan suara lelaki yang membuat natya semakin takut.
"Wahh ada gadis kecil, ayoo ikut om nanti om belikan permen." Tanya pria itu pada si kecil Natya.
Natya yang takut tidak berkutik sama sekali dia hanya diam dan menunggu untuk di selamatkan. Karena tidak ada jawaban dari Natya pria itu kembali menawari ajakannya dengan mengulurkan tangannya.
"Ayoo ikut om nanti om antarkan pulang." Tawarnya lagi dengan senyum yang mengerikan bagi Natya yang sama sekali tidak di jawab olehnya. Merasa marah pria itu menarik paksa tangan Natya dan akan membawanya pergi.
Terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pria tersebut Natya memberontak ingin di lepaskan saat sedang memberontak tidak sengaja pria tersebut melihat liontin yang berada di leher Natya.
"ohh, seorang putri raja yaa bagus aku bisa memanfaatkan nya untuk mendapatkan uang."
"TOLONG LEPASKAN AKUU!!" teriak Natya kuat.
Semakin memberontak semakin erat pegangan pria tersebut pada Natya. Natya yang semakin lama semakin lelah memberontak akhirnya pasrah.
Apa yang akan terjadi padanya itu urusan tuhan.
Natya selalu berdoa minta perlindungan selalu bergumam tolong walaupun itu tidak mungkin.
Hingga saat Natya akan di bawa pergi oleh pria tersebut. Terdengar suara pukulan yang membuat Natya terkejut. Bukan suara hewan atau apapun tetapi suara pukulan antara kayu dan kulit. Yaa~ ada seseorang yang memukul kepala pria itu dengan balok kayu. Seketika pria itu jatuh tersungkur ke tanah dan sesekali mengadu sakit pada bagian kepalanya.
Natya yang merasa di tolong menoleh pada orang yang memukul kepala pria tersebut, terkejut! orang yang memukul pria tersebut adalah gadis seumurnya.
Bedanya dia tidak tersenyum bahkan datar sekali.
Ya anak kecil seumuran.
Takut jika pria itu bangkit dan mengejar gadis itu menarik tangan Natya dan berlari menjauhi pria tersebut. Gadis itu berlari hingga berada di taman kota yang ramai orang-orang berlalu lalang.
Karena merasa aman jika natya berada di sini gadis itu melepas genggamannya pada tangan Natya dan henda pergi dari sana, toh di sini juga sudah ramai.
Saat ingin pergi sekarang giliran Natya yang menggema tangan gadis itu, jika sudah bertemu tidak bersapa nama kenapa langsung pergi.
"Nama kamu siapa." Tanya Natya pada gadis tersebut.
Karena mendapatkan pertanyaan gadis itu terdiam dan hanya menjawab satu kalimat saja. "Nazka." jawabnya tanpa ekspresi apapun.
"Makasih ya Azka." jawab Natya dengan senyuman manis.
Gadis yang bernama Naska itu pun mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan Natya.
"MAKASIH YAHH NAZKA ATAS PERTOLONGANNYA."Teriak Natya yang tidak di respon sama sekali oleh Nazka.
Saat mengucapakan kalimat tersebut Natya baru sadar jika tadi yang panas di terangi oleh sinar matahari sekarang matahari tersebut akan beristirahat dan berubah menjadi malam yang tenang.
Dan saat dia sedang menatap ke atas langit para bawahnya yang tadi mengejar Natya berhasil menemukan Natya di taman kota. Karena lelah pada hari ini Natya memutuskan untu pulang ke rumah.
Saat dia sedang memasuki mobil dan akan kembali kerumahnya. Ada seseorang yang mengamatinya dengan tatapan tidak bisa di artikan hingga mobil itu akhirnya hilang dari pandangan.
......................
3 hari kemudian.
Tidak terasa jika sudah tiga hari Natya berada di rumah. Saat mengetahui jika Natya akan di culik ayahnya menghukumnya dengan tidak boleh keluar rumah selama 1 Minggu.
Natya adalah anak dari seorang raja di istana BATAVIA, DAMIAN MARLEY raja Batavia sangat menyayangi putri satu satunya yaitu Natya Angelina Sondakh, ibu Natya yaitu Liona Sondakh meninggal karena melahirkan Natya itu mengapa Natya tidak memiliki nama Marley di belakang namanya. Raja memberikan nama Sondakh di belakang nama lengkap Natya untuk mengenang istrinya yang telah tiada.
"Panggil putri untuk menemui saya." Kata Raja Damian kepada pelayannya. "Baik Raja." jawab pelayan dan bergegas memanggil sang putri.
Tak lama berselang ada orang yang mengetuk pintu ruangan Raja Damian.
Tok Tok Tok
Pintu terbuka dan menampilkan gadis kecil yang sedang mengintip dari balik pintu ruangan.
"Apakah ayah mencari ku." Tanya Natya yang di anggukan oleh Raja Damian.
"Masuklah." jawabnya
Natya pun masuk ke ruangan ayahnya dan duduk di kursi sambil bertanya apa yang akan ayahnya itu katakan. Terjadilah keheningan antara ayah dan anak tersebut hingga suara sang Raja memecah keheningan.
"Ayah akan menyekolahkan mu di sekolah kerajaan." Katanya yang membuat Natya melihat sang ayah.
"kenapa?" Tanya Natya kebingungan masalahnya dari dulu ayahnya tidak pernah menyekolahkan Natya di luar kerajaan dia selalu melakukannya di istana.
"Tidak papa, ayah hanya ingin kau mencari teman." Jawaban dari ayahnya membuat kedua mata Natya berbinar bahagia, setelah enam tahun tidak memiliki teman, teman adalah keinginannya sejak usia lima tahun.
"Ayah serius!!." Tanya nya lagi memastikan apakah ini benar atau tidak. Yang di jawab anggukan oleh ayahnya. Seketika Natya berseru senang dengan berlari dan memeluk ayahnya tersebut.
......................
pagi hari telah tiba gadis yang masih tertidur pulas itu terganggu oleh cahaya sang mentari pagi membuat ia harus bangun. Hari ini adalah hari ia bersekolah di sekolah kerajaan.
Natya bangun dan bergegas untuk mandi karena ia tidak sabar untuk memiliki sebuah teman di sekolahnya.
Ketika semuanya telah siap Natya berpamitan kepada ayahnya untuk berangkat menuju ke sekolahannya. Ia meminta agar ayahnya tidak usah ikut dan mengutus bawahannya untuk menjaganya. karena hal itu ayahnya mengijinkan asalkan ia tidak nakal di sekolahan. Walaupun ujungnya ayahnya tetap menyuruh bawahnya agar menjaga putri satu-satunya itu.
Tibalah Natya berada di sekolah yang ia nantikan ia turun dari mobilnya dan berpamitan pada supir yang mengendarai mobil itu.
Saat Natya akan memasuki sekolah yang menawan itu ia berpapasan dengan seseorang yang pernah menolongnya, ya Nazka orang yang menolongnya pada waktu ia akan di culik. Ketika ia mengetahui jika itu adalah Nazka, Natya pun memanggil namanya dan menghampirinya.
"Azka!" panggilnya dengan nada sedikit tinggi
Karena merasa terpanggil Nazka pun berbalik badan dengan wajah datar tanpa senyumnya.
Natya pun sampai di hadapan Nazka ia tidak menyangka jika ia akan di pertemukan kepada orang yang menjadi teman pertamanya itu.
"kamu sekolah di sini juga?" tanyanya yang di angguki oleh Nazka. Mendengar jawab itu Natya merasa senang dan mengatakan jika Nazka adalah teman dan sahabat pertamanya.
"Mulai dari ini dan seterusnya kita sahabat yaah!" ucapnya dengan penuh semanagtt dan gembira sambil menggandeng tangan Nazka.
"oh ya aku panggil Azka aja ya biar simpel."
Dari situlah Nazka Naeswari Hayuningtias berteman dengan Natya Angelina Sondakh. Dari sebuah pertemuan singkat yang menjadi awala dari persahabat mereka. hingga berada di GS tempat belajarnya ilmu sihir dan pengetahuan.
Flashback off
'Lo belum tau yang sesungguhnya natya'.
......................
...HIPIKAAA HEYYOOO😱😱...
...KEMBALI LAGII😆😆...
...GIMANA NIH AWAL MULANYA NATYA DAN NAZKA😏😏...
...MAKASIH SUKANYAAAA!♥️♥️...
...ISTANA BATAVIA~ RAJA DAMIAN MARLEY...
...TEMPAT TINGGAL NATYA WAKTU KECIL...
...NAZKA DAN NATYA KETIKA BERMAIN BERSAMA WAKTU KECIL...