
...Perjuangan yang sesungguhnya...
...kadang melelahkan...
...~Natya Angelina Sondakh~...
...masa lalu itu jangan diungkit itu...
...urusan orang yang bersangkutan saja...
...~Nazka Naeswari Hayuningtias~...
................
Jam 15.15 Senin, sore
Pelajaran telah usai membuat semua siswa meninggalkan kelas, ada yang langsung ke asrama dan sekedar mencari angin di luar. Banyaknya anak siswa yang sekedar mencari angin karena sekolah pertama yang langsung melelahkan.
Natya dan Nayra memutuskan untuk langsung
Kemabli ke asrama karena hari ini cukup melelahkan
bagi mereka, mencatat banyak materi pada hari pertama adalah hal yang melelahkan. Mereka berdua berjalan beriringan dengan tubuh yang lesu.
"Gila! masa hari pertama aja udah kek gini gimana hari-hari berikutnya." kesal Natya dengan suara sedikit kesal.
"Sabar ya Aya namanya juga sekolah, mesti ada perjuangannya." Kata semangat dari Nayra untuk Natya.
"Perjuangan? Jangankan memperjuangan materi sekolah, memperjuangan dia saja terlalu berat." Dialognya yang mendapat tawa kecil dari Nayra.
"sabar yaa..."lanjut Nayra tertawa kecil, sedangkan Natya mendengus halus.
................
Asrama No. 123
Konsentrasi memang sangat di perlukan dalam mengendalikan sihir dalam tubuh agar mudah di gunakan, itulah yang sedang di lakukan oleh Nazka saat sampai di kamar asrama. Jujur Nazka berbohong pada Natya dan Nayra jika dirinya sakit.
Saat sampai di kamar asrama Nazka membuka buku yang ia temukan di perpustakaan tadi, dia juga membuka buku terjemahan agar bisa menerjemahkan isi dari buku ALAM HITAM yang ia temukan.
...Jika kau ingin kuat dengan tanganmu sendiri maka jangan pernah percaya pada orang lain selain dirimu sendiri....
...Manusia hanya akan memanfaatkan dirimu jika kau terlalu lemah hanya dalam perkataan mereka....
...Buktikanlah jika kau bisa tanpa orang lain....
Kata buku yang di baca oleh Nazka, bukan hanya kata itu di dalam buku, juga terdapat beberapa ilmu sihir pengendali manusia agar tunduk pada orang yang menguasai nya.
Nazka duduk bersila di lantai dengan menumpangkan tangannya di kaki. Ia merilekskan pikiran dan tubuhnya agar bisa menyatu dengan alam dan sekitar.
'Jangan lupakan tugas mu Nae saya percaya padamu'
Ucapan itu berhasil memasuki pikiran Nazka saat sedang berkonsentrasi. Suara yang membuat dirinya menjadi anak yang tidak percaya pada manusia. Hal itu membuat Nazka gagal berkonsentrasi dan tidak tenang.
"Gimana bisa fokus kalo gw Kya gini." Gumam Nazka merasa tidak bisa menenangkan pikirannya.
'Sekali lagi' Batinnya dan kembali fokus menenangkan dirinya.
Pada percobaan keduanya ia berhasil fokus dan tenang agar bisa mengendalikan sihir dalam tubuhnya. Atmosfer yang berada di sekitarnya terasa berbeda bagi Nazka seakan ia tidak berada di kamar asrama, hingga suara tetesan air yang menggema di ruangan terdengar di telinga Nazka.
Seketika mata Nazka pun terbuka secara perlahan, terkejut! Ya dia terkejut karena dia tidak berada di kamar asramanya hanya ada kegelapan dan sedikit cahaya terang di segala arah.
Merasa sedikit takut dan tidak nyaman itulah yang di rasakan pada Nazka saat ini, sepi sunyi dingin dan gelap itulah yang ia rasakan sekarang.
Aku memang orang pendiam tapi bukan berarti pendiam akan selalu sepi aku juga butuh cahaya seperti mereka.
termenung dalam pikiran sekelebat suara hadir dalam telinganya yang membuat ia mencari siapa orang yang memanggilnya.
'Nazka'
Dari kecil hingga besar suara itu terus menerus membisik di telinganya, Nazka yang mencari dari mana sumber itu datang tidak kunjung menemukannya.
Nyata kali ini nyata suara itu berada di belakang ku.
Berbalik lah Nazka saat merasakan jika itu bukan bisikan tapi panggilan. saat berbalik Nazka melihat seorang wanita dengan tanduk yang runcing di kepala mata tajam berwarna hijau dan yang tersenyum menyeringai dengan tatapan mata yang tajam.
'siapa dia dan kenapa dia tau nama gue.' batin Nazka.
"Kau sangat hebat berada dalam titik seperti ini Nazka." Kata wanita dengan tatapan menantap lekat wajah Nazka.
"Lo siapa?" tanya Nazka dengan pikiran yang tidak karuan.
Bukanya menjawab pertanyaan Nazka wanita itu berkata hal yang membuat Nazka bingung sendiri.
"Balas lah orang-orang yang telah menyakitimu Nazka siksa dia dengan kemarahan mu yang yang kau bendung sendiri, jadikanlah dia yang memanfaatkan mu tunduk kepada mu." Lanjutnya dengan mencoba mempengaruhi Nazka.
'Maksudnya.' batinnya merasa bingung. Balas, merahan, tunduk apa maksutnya ini.
"Aku tau kau sangat lelah dengan kehidupan mu sendiri yang terasa tidak adil untukmu, kau tidak memiliki penopang yang seharusnya kau punya saat ini, kau hanya memendam semuanya sendiri karna tidak percaya pada mereka lagi." Kata yang memang membuat Nazka merasa tidak senang karna apa yang dikatakannya memanglah benar.
"Aku akan membantu mu agar kau menjadi orang yang kuat Nazka orang yang tidak bisa di kalahkan oleh siapapun."
"Caranya?" Tanya Nazka dengan tatapan bingung.
wanita itu pun tersenyum dengan tatapan yang tidak bisa di tebak oleh Nazka.
"Tubuhmu." jawabnya sambil menunjuk pada arah Nazka. 'tubuh gue' batinnya dengan pikiran yang berkecamuk. Nazka memang lelah menghadapi ini semua sendiri bahkan merasakan ketidak adilan pada hidupnya yang seperti ini. Jika memang benar dia bisa membantu maka Nazka akan mengijinkannya untuk mengambil tubuhnya.
"Bagaimana? Aku akan membantumu untuk menghancurkan mereka yang telah menyiksa dan menyakiti dirimu selama ini." Tawarnya pada Nazka.
Ruang yang gelap dan sunyi membuat suasana semakin mencekam tidak terkendali. Atmosfer yang tadi tenang kini seakan berubah menjadi udara yang menusuk tulang.
Menunggu jawaban dari Nazka yang sedang berdebat dengan pikirannya membuat wanita itu berkata dengan menyakinkan dirinya bahwa ia akan membantu nya. Nazka yang telah lelah menerima kehidupan seperti ini dengan percaya menganggukkan kepalanya pasti tanpa rasa takut.
jika memang hidup tidak pernah bahagia setidaknya aku bahagia dengan caraku sendiri.
Wanita itu tersenyum kepada Nazka karena penawaran yang ia berikan diterima oleh nya. Tanpa menunggu lama wanita itu pun berjalan mendekati Nazka dengan sebuah cahaya berwarna hijau yang mengelilingi nya. Saat tepat berada di depannya wanita itu menyuruh Nazka untuk menutup matanya dan jangan di buka sebelum ia bilang buka.
Lama menutup mata akhirnya bisikan yang menyuruh ia membuka mata terdengar di telinganya, tanpa ragu Nazka membuka kedua matanya dan sedikit terkejut karena dia telah kembali di kamar asramanya.
ketika melihat jam yang berada di dinding Nazka melihat jika dia berada di ruangan itu selama 5 jam.
Nazka tidak percaya jika dia selama itu di sana kiranya hanya 1 atau 2 jam saja.
Percaya atau tidak nyata atau tidak dia tidak memikirkan apa yang wanita itu katakan. Dia hanya percaya pada dirinya sendiri selama ia bisa melakukannya.
melamun dalam pikirannya tiba tiba Nazka merasakan jika tubuhnya panas dingin merasa kan gejolak yang tidak enak di badanya.
'mungkin ini karna terlalu lama di sana' gumanya menyakinkan diri sendiri yang terlalu lama di ruang hitam tersebut. Karena merasa tubuhnya yang semakin panas Nazka akhirnya memilih untuk istirahat toh! nanti juga pasti turun panasnya.
Ia beranjak dari duduknya dan berbaring di atas kasur yang ia tempati dan tidak lama Nazka pun tertidur lelap ketika tertidur sesuatu keluar dari tubuh dengan warna hijau yang mengelilinginya dan langsung hilang seketika.
................
...GIMANA MENURUT KALIAN TENTANG NATYA SEBAGAI ANAK DARI SEORANG RAJA👸...
...NATYA MENGGUNAKAN MOBIL KERAJAAN WAWWWW😱😱...
...MAKASIH YANG UDAH BACAAA LOPE KALIAN SEMUAAAA♥️♥️♥️...
...MAKASIH SUKA NYA🙏🙆🙆
...
...RUANG KEGELAPAN...
...SENDIRI BELUM TENTU INGIN SEPI~NAZKA...