Going My Way

Going My Way
5 F



“kak Livi bangun... ayo bangun.. ini hari minggu, kuy kuy... jalan” Felisa menarik selimut suaminya


“hah, aku lelah... biarkan Livi merebahkan tubuh seharian di hari indah ini” Livi tidak mau membuka matanya


“makanya, karena hari ini cerah, ayo jalan keluar” layaknya kucing Felisa mengusel-ngusel rambut Livi, akhirnya Livi bangun dan duduk di ranjang dengan mata masih terkantuk-kantuk.


“ayo bangun ayo bangun” ucap Felisa lagi


Livi menuruti permintaan Felisa bermain di Timezone, ia tampak manis mengenakan slip dress rok floral dipadu jaket denim tidak lupa membawa mini hand bag, serta memakai sneakers. Sedangkan Livi simple mengenakan kemeja kotak abu-abu dipadu celana jeans dan sneakers.


“karena sudah di sini, mari main sepuasnya” kata Felisa


“aku ngga suka game” ucap Livi sembari mengernyitkan keningnya


“haha, pasti takut kalah kan” sindir Felisa


“aku? Kalah? Ngga ada dalam kamusku” balas Livi menjadi bersemangat


Permainan pertama yang di mainkan adalah basket ball. Felisa vs Livi. Dan di menangkan oleh Livi. “gimana?” tanya Livi sesudah kemenangannya


“itu curang, kak Livi lebih tinggi dariku” kata Felisa


“makanya nanti saat kita punya anak dia harus lebih mirip denganku” ucap Livi


“iya... iya... biar nanti aku ngurus dua bocah, Livi besar dan Livi junior” balas Felisa lalu berjalan mendahului ke mesin permainan pistol outlaw bunny. “kak Livi, kita main ini ya, biasanya aku Cuma berhasil sampai level dua. Game ini susah” kata Felisa dan Livi menyipitkan matanya melihat ke mesin permainan.


“gimana cara bermainannya?” tanya Livi


“cukup tembak lawannya aja, pakai pistol... yang warna biru aku, kak Livi yang warna merah” jelas Felisa


“baiklah, kalau gitu aku akan melawanmu” sahut Livi


“bunuh mereka...bunuh mereka...” seru Felisa menyemangati suaminya karena sudah lama mati tertembak, berbeda dengan Livi yang tidak bersuara, hanya ekspresi keren Livi yang terlihat saat memegang pistol. Beberapa pengunjung ada yang ikut memandangi Livi.


“uwah!! Kamu berhasil buat rekor baru! Yakin ini kali pertamamu kak?” tanya Felisa pada Livi


Jeng...jeng...new record!! Tertulis di mesin permainan.


“udah selesai?” tanya Livi ia merasa belum puas dengan permainannya


“kak Livi, aku bahkan tidak bisa lihat musuhnya, tapi kamu habisi mereka semua” puji Felisa


“emang Lisa pernah liat aku payah dalam sesuatu” balas Livi sembari tangannya mengibaskan rambut poni


“aku menyesal memujimu” ucapa Felisa dengan wajah datar


“mau bermain lagi?” tanya Livi


“ngga mau, cari yang lain” balas Felisa


“aku menyerah” teriak Felisa saat permainan dance dance revolution. Dan Livi tertawa melihat wajah Felisa yang kelelahan. “tadi minta permainan lain, lagian game begini ngga cocok ama gadis yang malas kaya Lisa, coba katakan kapan terakhir Lisa olahraga?” kata Livi


“kak Livi... kamu pernah main semua permainannya yah? Bagaimana bisa kamu selalu lebih unggul” kata Felisa


“yah itu keahlianku, selalu di atas rata-rata manusia” balas Livi


“ayo kita buat kenang-kenangan di sini” kata Felisa menunjuk ke arah photo booth, Livi mengangguk setuju.


“kyak... imut banget” kata Felisa saat melihat hasil fotonya


“tapi menurutku, ini pembodohan. Di dunia nyata memang kak Livi tampan, tapi kenapa di foto kamu menjadi semakin tampan” lanjut Felisa mengusap-usap rambut Livi


“Lisa juga cantik di mataku” kata Livi


“jangan merayu, Lisa tahu kalau Lisa itu cantik” balas Felisa, tiba-tiba Livi memegang bahu Felisa dan membuatnya menghadap padanya, Kiss... cekrek... photo booth terakhir di akhiri dengan foto romantis.