
" sakit yaa sakitt "
" ampun Buu saya baru sekali ngomong loo "
bu ayu tetap saja menarik telinga Rizqi dan benar saja Rizqi di hukum bernyanyi di depan kelas sambil mengangkat kaki satunya, mulailah terdengar suara yang merdua tidak terkondisikan
Taukah engkau
Betapa ku menyanjungimu
Taukah engkau semua
Cinta tercurah padamu
Biar bumi membelah dua
Namun sayangku takkan berubah
Bukan rayuan semua terucap
Dari hatiku hanya dirimu
S'lalu menjadi bunga tidurku
Jangan biarkan ku menunggu
Hadirlah kasih aku merayu
........
semua siswa tertawa mendengar nyanyian dari Rizqi termasuk Bu ayu yang sempat menunjukkan senyuman walau sedikit tapi terlihat.
ah dasar sekolah ini [Aldi bergumam sambil tertawa ]
Bayu dialah orang yang sangat keras tertawanya
" ayoo Riz tarikkk teruss " suara sandi
" ciee Buu jangan senyum sendiri dong Buu " ledekan Doni sambil tertawa
" hahaha " suara semua murid
Bu ayu langsung melempar spidol yang ada di tangannya ke arah Doni. lalu Bu ayu menoleh ke belakang
" hei Rizqi nyanyi yang benar "
" loh saya sudah menyanyi Lo Buu "
" Bu bilang aja ibu terlena dengan nyanyian Rizqi , ya ngak teman-teman"
" diam kamu donn apa kamu mau nilai kamu turun"
semua siswa tertawa , Aldi tertawa melihat semuanya baru merasakan sekolah yang begini bagi Aldi , karena dari dulu Aldi hanya sekolah yang di dalamnya hanya berisi anak-anak yang giat belajar hanya belajar
hahaha [Aldi tertawa]
.......
kelas Abil
Abil bingung melihat teman yang duduk disebelahnya semenjak abil datang dia hanya menundukkan kepalanya.
" bil ngak usah bingung dia emang begitu, mungkin sedang melihat sesuatu" kata bina yang duduk di depannya
" suttt " Viki
Viki tersenyum
" nanti aja. aku ceritakan pas istirahat okee " kata Viki
" ayoo anak-anak lihat ke depan jangan ngobrol"
tak tak tak [suara rotan ]
semua anak melihat ke arah papan
" oke perhatikan angka-angka yang bapak tulis...."
2 jam berlalu
" oke jam bapak habis kalian Sekarang persiapkan diri untuk mapel berikut nya"
kringgg [ suara bel ]
pak dandang berjalan keluar , tak lama masuk guru seni yang penampilan nya seperti orang kuno , pak kita itu lah namanya.
"selamat siang anak-anak"
"siang pak"
pak kita melihat disekelilingnya
" oh kamu yang disana murid baru ya , siapa nama kamu"
Abil berdiri lalu menjawab pertanyaan tersebut
" selamat siang pak , nama saja Karina putri abila Pau, di panggil Abil "
pak kita mengangguk , dan Abil kemabali duduk
Pau seperti pernah dengar nam marga tersebut tapi dimana... [gumam pak kita]
" oke anak-anak materi kita sekarang akan pergi ke ruang seni nanti kalian disana melukis yang temanya akan bapak tentukan "
semua murid bersemangat , bagi mereka melukis adalah hal yang menyenangkan namun pelajaran tersebut jarang uncul hanya 3 Minggu satu kali .
Abil sebenarnya tidak begitu suka dengan melukis karena dulu waktu les pernah terjadi sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan.
lantai dua ruang seni la berada, yang letaknya disebelah kelas lX MIPA 1 ya kelasnya Aldi
awal buka pintu Adel terkejut dan itu membuat Abil juga terkejut karena melihat tatapan Adel
semua anak langsung bertanya ke Adel
" Del ada apa , apa ada penunggu disini?"
Adel diam
" huh serem " kata Cika dengan suara cempreng nya
" eh bukan kok aku cuman kaget aja sama patung itu kukira apa tadi "
Abul bingung dengan suasana yang sedang dirasakan nya. tiba-tiba bina menepuk pundak Abil
"dia itu sejak SD indigo setelah terjadi sesuatu pada nya"
" hah apa iya " sontak Abil kaget , karena baru pertama kali dia berteman dengan anak indigo , bagi Abil ini luar biasa
" kejadian gimana emang " tanya abil
" nanti saja istirahat biar langsung dengar dari yang asli" kata Viki
bina dan Adel pun mengangguk lalu mereka semua masuk ke ruang seni sambil menunggu pak kita datang.
...----------------...