
06.00 A.M
mereka semua bersiap-siap untuk berangkat, setelah bagi mereka semua siap. Aldi dan abil segera menuju ke mobil yang di depan gerbang rumahnya. sampainya di mobil Aldi bertanya ke maminya yang sedang menata barang-barang di mobilnya katanya agar rapi.
"ma ini yang terakhir." kata aldi ke mami nya
"ma ini yakin mau pindah lagi?" tanya abil yang merasa tidak nyaman karena selalu pindah-pindah rumah.
"yakin sayang, sudah sekarang barang-barang kalian taruh dibelakang, maaf ya sayang ini pekerjaan mami jadi mau tidak mau harus gini " ujar mami Sarah
abil hanya merasa pasrah aja emang bener si ini pekerjaan maminya jadi ya harus gimana lagi harus mau.
sementara Aldi dia hanya diam ntah sejak kemaren malam setelah makan Aldi langsung pergi ke kamarnya dan dia sempat mencari nama desa yang akan di tempatinya sejak ini . tapi saat searching dia tak sengaja menemukan kejadian silam yang sekarang sudah dihapus berita detail nya .
"aldi ayo masuk jangan melamun " sahut mami Sarah yang melihat anaknya sedang memikirkan sesuatu
" ngak tau tu kakak, ayok kak nanti ditinggal tau rasa hahahahaha" kata Adel agar kakaknya cepat masuk ke dalam mobil
" yayaya, cerewet"
"hih aku nggak cerewet"
Aldi memasukkaan barangnya ke dalam bagasi mobil. kemudian mobilnya pun mulai berangkat
"jauh ngak ma?" tanya Aldi ke maminya
"tergantung jalan si kalo macet ya lama kalo nggak ya lumayan cepat"
"sudah kalian duduk saja desa nya bagus kok masih asri, juga rumahnya lumayan la terus ada tamannya"
abil yang mendengar hal itu langsung semangat , sedangkan Aldi dia hanya diam ntah aldi merasa penasaran dengan berita yang semalem dia baca tapi ntah kenapa dia merasa nanti akan ada kejadian yang tidak diinginkan.
Aldi hanya berharap saja nanti disitu menyenangkan.dan berita itu hanya rumor saja.
"nah ini desanya , desanya agak beda dari desa sebelah nya ntah kenapa mami pun tidak tau alasannya tapi ketika sudah masuk bagus kok"
Aldi tidak berkomentar dia hanya tengak-tengok saja setelah itu dia lanjut memainkan gamenya. sedangkan abil dia sudah tertidur dari lama.
kemudian melanjutkan perjalanan dan saat tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah yang begitu besar dibandingkan rumah lainnya tapi rumahnya letaknya agak jauh dari rumah lainnya juga bangunannya masih ada unsur-unsur Eropa.
[hmm lumayan rumahnya seperti Eropa Jawa yang jadi satu tapi kenapa rasanya agak beda yaa ] batin Aldi
"nah sekarang sudah sampai , bagus kan rumahnya" kata mami Sarah
"abillll bangun sayang "
" hoamm sudah sampai maaa.. waaaa sangat-sangat wauuuu.."
Abel langsung berlari keluar menuju kerumah barunya melihat kakaknya sedang memotret dia langsung menyusulnya.
"bang foto dong cess"
"apaan si ngak jelas"
"hiii..."
"sudah kalian turunkan barang-barang kalian sendiri" mami Sarah yang sedang dimobilnya
"iya maa ". jawab bersamaan
tak lama setelah mereka menurunkan barang-barang nya datang seorang nenek yang memakai kebaya lumayan kusam lewat di depan gerbang rumah tersebut dan Aldi tak sengaja melihatnya, Aldi bingung karena nenek tersebut seakan-akan memberi isyarat bahwa jangan memasuki rumah itu tapi Aldi hanya diam saja lalu dia membuang muka ke tempat lain. ia lebih memilih menyusul adik dan maminya yang sudah jalan lebih dulu
sampainya di depan pintu mami dan abil langsung masuk
semuanya masuk Aldi masuk paling belakang saat melangkah sebelum melewati pintu Aldi melihat sebuah tulisan yang terlihat seperti ukiran kuno dan seperti ada darah namun sudah mengering.
apa ini kok seperti ada darahnya [batin aldi]
sampainya di ruang makan mami menunjukkan ruangan-ruangan setelah selesai Aldi dan abil masuk ke kamar baru mereka dan kamar mereka bersampingan.