ghost terror in new house

ghost terror in new house
malam sunyi



mereka masuk ke kamar masing-masing, Aldi terdiam di kamarnya memikirkan apa yang dilihatnya tadi. Bagi Aldi sesuatu yang berhubungan dengan mahkluk astral itu selalu membuatnya penasaran.


krak dung krak dung [ telepon Aldi berbunyi ]


" why mom?"


"gimana kamu lagi apa? " tanya mami sarah


"lagi ngak ngapa ngapain cuman tiduran " jawab Aldi


"abil mana mama telfon ngk diangkat "


" tidur mungkin "


panggilan terputus Tut Tut Tut


"halo, halo ma?"


"gimana si mami , matiin aja la "


Aldi terdiam melihat ke arah teleponnya


lalu dia pergi ke kamar adiknya yang ada disebelahnya.


satu langkah keluar dari pintu kamarnya Aldi mendengar suara musik yang begitu keras dari kamar adiknya, Aldi seketika berjalan cepat ke kamar adiknya.


brak!"


Aldi kaget melihat kamar adiknya yang seperti kapal pecah


ya ampun dia bukan adek gue [dalam a


hati Aldi]


" bil" panggil Aldi


" eh kakak sini sini nyanyi bareng " ajak abil ke kakaknya


yeyeye sakitnya hati ini..... [suara abil yang sedang bernyanyi]


" hee suara kamu tu ngak enak didengar " protes Aldi


" apaan si ,buang penting happy la "


oo yeyeyeeye [ abil merlanjutkan nyanyian nya ]


"serah" Aldi pasrah melihat perlakuan adiknya


Aldi yang melihat itu dia hanya diam lalu memilih pergi dari kamar adiknya


bisa-bisa nanti aku kena firus gilanya [Aldi bergumam ]


Aldi berjalan ke dapur untuk mengambil cake yang dia beli sebelum pindah ke rumah barunya.


tak tak tak tak [ Aldi turun dari tangga ]


Aldi dengan abil sengaja memilih kamar lantai atas karena bagi mereka atas adalah tempat yang indah selain bisa melihat pemandangan dari atas suasananya lebih menyenangkan bagi mereka


sampainya di dapur Aldi membuka pintu lemari esnya , tapi saat mencarinya Aldi tidak menemukan cakenya sedikitpun hanya menemukan piring bekas taruh cake nya


Aldi berlari menuju kamar adiknya .


brak !


Cacing guling [ abil kaget karena pintu yang terbuka terlalu keras ]


" billlll " panggil Aldi dengan wajah kesal


" tau ini bekas taruh apaa "


abil yang melihat piring tersebut langsung melebarkan matanya


gawat itu kan tempat taruh cake tadi yang aku makan [ batin abil yang ketakutan ]


" itu itu tempat taruh cake " jawab abil


" terus cake nya kemana?" tanya Aldi dengan sorot mata tajam


" cake nya sudah ada di perutnya aku ,hehehehe" jawab abil dengan nada pelan


" dah di perut ya ,perut ya, tahu cake nya punya siapa ? " Aldi yang tak terima karena cakenya sudah dimakan


" ngak tahu "


"yakin ngak tahu apa pura-pura tidak tahu"


abil ketakutan jika kakaknya marah karena sorot matanya pasti tajam walau kakaknya penyanyang tapi jika sudah marah Aldi seperti banteng yang lepas dari kandangnya


" hmm, yayayaya itu punya kakak , aku harus apa untuk menggantinya " jawab abil pasrah


Aldi yang mendengar pertanyaan tersenyum , sedangkan abil yang melihat senyuman kakaknya tahu bahwa akan terjadi hal mengerikan bagi dirinya dan benar saja abil disuruh untuk memesankan cake yang sama persis lagi dan parahnya sebelum rotinya sampai abil dilarang masuk ke dalam rumah.


abil pun hanya pasrah dia menunggu di depan rumahnya untuk menunggu pesanan cakenya datang.


" mana si kok ngak datang-datang sudah dua jam lagi " gerutuh abil


" kak boleh masuk laa diluar anginnya gede "


" ngak boleh " jawab Aldi dengan nada penuh tekanan


" hmmm coba saja ada teman yang datang kesini "


siapa itu , hei berhenti jangan ganggu abil , keluar


hahahahaha , pengganggu


akh akh lepas lepas


dekkk ba ngun


akh akh


kakak lepas kan kakakku


srekkk [ sebuah pisau yang bergerak dari belakang adiknya ]


brak [ Aldi jatuh ]


ukh leher ku , tidak abill awas belakang


akhhh [Aldi terbangun dari mimpinya]


dia merasa sakit dilehernya , dan Aldi langsung berlari keluar dan ternyata adiknyaa tidak papa.


"kenapa kau kak?, kek orang dikejar setan aja" abil yang berdiri setelah menerima cakenya


"hah, oo ngk papa , dirimu sendiri ngga papa kan?"


"kenapa si ? ngak jelas , Oya ni cakenya , aku boleh masuk ya?"


" hmm ya , makasih"


Abul langsung berlari menuju tangga sedangkan Aldi terdiam memikirkan apa yang dilihat dimimpinya yang terasa nyata. dia akhirnya menutup pintu dan kembali ke kamar tapi bukan kamarnya melainkan kamar adiknya.