FRIENDSHIP & LOVE STORY

FRIENDSHIP & LOVE STORY
Part 33



Jam menunjukkan pukul 3 sore Jessi dkk telah sibuk menyiapkan beberapa barang bawaan seperti kamera dan juga beberapa makanan untuk mereka nikmati sembari duduk santai di tepi pantai


"Gua udah bawa beberapa cemilan nih" kata Mey sembari menunjukkan beberapa plastik yang berisikan cemilan yang mereka suka


"Gua juga udah bawa kamera" jawab Jessi sembari mensetting kembali kamera yang nantinya akan mereka gunakan


"Gua juga udah siap koq bawa jiwa raga gua" kata Renata dengan santainya dan membuat sahabat-sahabatnya melemparkan bantal ke arah Renata dan itu membuat Renata cemberut


"Udah semua kan ayo kita ke kamar cwo-cwo jangan sampai kita udah siap dari tadi mereka malah masih tidur yang ada kita telat terus ga dapat tempat yang bagus juga view nya" kata Angel


Setelah merasa semua barang telah mereka bawa akhirnya mereka pun keluar dari kamar kemudian berjalan menuju kamar cwo-cwo yang terletak persis di depan kamar mereka


Tok..tok..tok..


Setelah beberapa kali Jessi mengetuk pintu kamar cwo-cwo akhirnya kamar itu terbuka dan menampakkan Denny yang ternyata baru saja bangun tidur karena saat ini dia masih dalam keadaan mata yang terkang menutup


"Woy bangun lu tidur Mulu ya lu, Mana teman-teman lu?!! Jangan bilang mereka masih tidur" kata Jessi dengan nada kesal


Tanpa menunggu jawaban dari Denny yang tidak berniat bangun akhirnya Jessi dkk melewati Denny dengan cara menabraknya dan membuat dia sedikit tidak seimbang lalu menabrak tembok di sebelahnya


"Woy kalian semua bangun, kalo kalian tidur terus yang ada acara kita hari ini gagal cuma gara-gara kalian tidur Mulu" teriak Jessi


"Apaan sih sayang berisik banget" kata Farel setelah itu dia tidur lagi karena ucapan farel barusan semua orang melihat ke arah Jessi yang saat ini sedang menahan malu


"Apaan sih mungkin dia lagi ngigo aja kali jadi ga usah ya kalian ngeliat gua sampe segitunya" kata Jessi sambil menenangkan dirinya


Tak lama Alvin dan juga Farel pun bangun karena sebelumnya mereka di bangunkan dengan menggunakan cipratan air oleh Denny tetapi berbanding terbalik dengan Sean yang hanya berganti posisi saja tanpa ada niat untuk bangun yang membuat yang lainnya kesal lalu meninggalkannya lagi


Lalu mereka semua pun berjalan menuju salah satu tempat yang menurut mereka cukup strategis untuk menikmati sunset namun saat ini mereka memutuskan untuk menikmati segarnya angin dan gelombang air laut yang sangat berkilau


"Makan Mulu lu Ren makin ngembang pipi lu tuh" ejek Denny yang sedari tadi juga asik dengan cemilan di tangannya


"Punya kaca kan lu den?! Lu aja dari tadi ngemil Mulu pake acara ngeledekin gua segala" jawab Renata yang membuat Denny menatapnya dengan tajam


"Guys daripada diem doang gini mendingan main banana boat aja yuk kayanya seru deh" usul farel yang membuat sahabat-sahabatnya berfikir sejenak


"Setuju" jawab mereka serentak kecuali Sean yang sampai saat ini belum juga datang. Setelah itu farel pun mendatangi orang yang sudah dia kenal karena ini bukan kali pertamanya dia datang ke sini melainkan cukup sering juga


"Ayo guys kita langsung main sekarang oh ya barang-barang kalian titipkan aja ke boat yang bakalan narik kita" kata farel lalu mereka pun berjalan ke arah instruktur terlebih dahulu untuk di beri pengarahan dan juga tak lupa mereka mengenakan pelampung di tubuh mereka agar tidak tenggelam.


Setelah memahami semua yang sudah di arahkan dan juga memakai semua perlengkapan merekapun satu persatu menaiki banana boat dan bersiap untuk di tarik oleh boat yang berada di depannya.


Awalnya gerakan yang di hasilkan oleh banana boat itu masih bisa mereka kendalikan karena pada saat ini mereka masih bisa tertawa dan makin lama kecepatan boat makin kencang yang membuat banana boat yang mereka tumpangi semakin cepat pula selain itu salah satu petugas yang mendampingi mereka di bagian belakang dengan cepat membuat gerakan yang cukup membuat banana boat itu terbalik lalu mereka semua pun tercebur ke laut.


Lalu mereka pun berenang mendekati banana boat setelah itu mereka pun kembali menaikinya lalu di tarik kembali oleh boat yang ada di depan hingga ke dekat pantai


"Gila sih seru banget gitu, oh ya Vin gimana? Lu ga takut kan?" Tanya Denny sembari melepas pelampungnya, Alvin hanya menggeleng saja


"Gimana kita mau ngajakin lu kalo tadi waktu kita mau pergi aja lu kita bangunin ga mau bangun terus masih mau nyalahin kita" jelas Alvin dengan cepat Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menampilkan deretan giginya


"Udah sana lu mainan aja sama Farel" kata Denny sembari menunjuk Farel yang sedang sibuk sendiei bermain pasir di pantai dengan cepat Sean melihat ke arah yang Denny tunjukan setelah itu dia pun berlari dan bermain bersama


"Emang dasarnya kakak adik mau di pisahin tetep aja balik lagi kan" kata Angel yang melihat tingkah Sean dan Farel yang seperti anak kecil


Mereka semua menghabiskan waktu sore mereka dengan bersantai saja sambil memakan cemilan yang mereka bawa tak jarang mereka pun menjahili Sean dan Farel yang sedari tadi kesal karena Istana tanah mereka selalu saja di hancurkan.


Di saat sunset mulai datang mereka pun bersiap untuk mengabadikan momen indah yang saat ini mereka rasakan ada foto sendiri, berdua bahkan secara bersama yang akan mereka upload di media sosial


"Makan yuk gua laper nih cape juga abis main mana baju gua basah pula kan nambah laper jadinya" kata Sean sambil memegang perutnya


Lalu mereka pun mencari Resto Seafood yang ada tidak jauh dari mereka duduk saat ini. Mereka pun memesan beberapa makanan seperti udang, kepiting, lobster, cumi, dan masih banyak lagi.


Setelah mereka selesai makan mereka pun hanya menghabiskan waktu mereka untuk bersantai sejenak di area resto yang memiliki view yang sangat bagus


"Jes gua ikut gua bentar" kata farel


"Gua pinjem Jessi nya sebentar ya" lanjut farel sembari memegang pergelangan tangan Jessi lalu mereka pun berjalan ke sebuah tempat yang tidak terlalu banyak pengunjungnya


"Jes maaf banget kalo gua udah ganggu waktu lu" kata farel


"Gua cuma mau bilang kalo gua selama ini sayang sama lu gua juga cinta sama lu maaf kalo pernyataan gua bikin lu ga nyaman cuma gua pengin jujur aja sama lu" jelas Farel


"Terus? Ada lagi ga yang mau lu sampaikan lagi biar sekalian aja gitu?!" Tanya Jessi sambil menatap lekat ke mata Farel


"Gua ga pandai buat merangkai kata, gua juga bukan cwo-cwo di luaran sana yang selalu kasih puisi atau sesuatu di momen bahagia saat ini detik ini gua Farel yang belum lama lu kenal mau mengungkapkan apa yang gua rasakan, dari dulu sampai sekarang gua sayang dan cinta sama lu apa lu mau jadi pacar gua dan jadi seseorang yang selalu gua perjuangkan?" Tanya Farel


Jessi pun mengambil nafas dengan amat dalam seakan-akan dia tak menginginkan mendengar apa yang baru saja dia dengarkan


"Maaf gua ga bisa buat nerima lu" jawab Jessi yang membuat wajah Farel sedih lalu menunduk seketika


"Gpp koq Jess kalo itu keputusan lu setidaknya gua cuma mau mengungkapkan apa yang saat ini gua rasakan" kata Farel


"Makasih ya Jes lu udah mau dengerin apa yang gua ungkapan yaudah ayo kita balik lagi ke yang lain" lanjut Farel


Namun di saat Farel membalikan badan dengan cepat Jessi memeluk Farel yang membuat Farel kebingungan dengan apa yang Jessi lakukan


"Gua mau koq gua terima lu buat jadi pacar gua" kata Jessi yang membuat senyuman lebar di bibir Farel lalu dia membalikan badan menghadap Jessi


"Makasih ya sayang" kata Farel yang membuat pipi Jessi memanas seketika


Mereka saling menatap satu sama lain makin lama jarak antara mereka makin dekat hanya tinggal beberapa centimeter saja hingga akhirnya


"Jess" teriakan dari seseorang yang mengagetkan mereka berdua dan secara cepat mereka pun menjauhkan tubuh mereka masing-masing