
"Lu kenapa sih hah?
lu udah gila apa gimana ??! "tanya farel dengan emosi
"lu mau jadi jagoan ngajakin ribut kaya gitu ??
dia sahabat lu .."lanjutnya
namun sean hanya diam saja sambil menunduk menahan emosinya.
Farel hanya mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar sedikit frustasi
"gua udah bilang kan sama lu kalo ada apa-apa lu bisa curhat ke gua .. lu udah gak nganggap kita sebagai sahabat lu ??
kalo gini caranya lu kaya anak kecil tau gak ?
gak gini caranya yan bisa di omongin secara baik baik denger penjelasan alvin dulu seenggak nya lu hargain sahabat sahabat lu, kita disini berasa org **** yg gak tau apa apa "kesal farel
"gua emang kaya anak kecil gua emang emosian tapi asal lu tau gua juga berhak ngersain kebahagiaan"jelas sean ..
"gua kan udh nanya ke lu,lu kenapa lu bisa curhat kan ke gua"ucap farel sambil duduk di hadapan sean ..
Sean nampak mengambil nafas dalam dalam dan sesaat dia memejamkan matanya lalu dia menceritakan semuanya berawal dari obrolan dia dan fanny ,perasaan dia yang ternyata bertepuk sebelah tangan dan dia yang kesal karena alvin tidak memberikan kejelasan kepada fanny dan fany yg belum bisa melupakan alvin .. yang membuat fanny masih saja mengharapkan alvin ..
itu yang membuat sean semakin kesal dan terpukul
"Gua tau lu ngerasain sakit gua tau itu tapi gak gini caranya kalo lu gini terus gimana Fany mau sama lu"ucap farel
Sean hanya diam mendengarkan semua omongan yang telah farel ucapkan entah apa yang ada di fikirannya saat ini, dia bingung harus mencari solusinya .
tak lama dia bangkit dari tempat duduknya setelah itu dia pergi begitu saja tanpa mengecupkan satu kata pun mungkin dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan semuanya entah hati atau pikirannya yg membuat kepalanya pusing.
Setelah kepergian Sean,farel pun hanya duduk saja karena dia sedikit frustasi atas kejadian yang baru saja terjadi karena gimana pun juga mereka adalah sahabat farel,tak lama dia memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya dan mencari keberadaan Alvin dan Denny ..
Di tempat lain Alvin dan Denny sedang duduk berdua dan Alvin hanya memandang lurus ke depan tanpa ekspresi dari wajahnya sedikitpun dengan raut wajah dingin dan datar yg membuat suasana di tempat itu terasa sangat sunyi dan juga mencekam tentunya..
tiba tiba alvin memecahkan keheningan
"Gua gak ngerti sama Sean bisa-bisanya hanya karena cwe dia sampe nonjok gua secara tiba tiba yang notabennya gua sahabat dia sendiri yang nemenin dia yang selalu ada buat dia"kesal Alvin
"gua juga gak ngerti Vin kenapa bisa kaya gini"jawab Denny lesu
"gua bakal ngajak Fanny ketemuan gua mau jelasin semuanya jangan sampe gara-gara dia gua harus kehilangan sahabat gua "tekad Alvin
Denny mencoba untuk menenangkan alvin dengan cara menepuk nepuk punggung sahabatnya itu agar Alvin bisa lebih tenang dan bisa menyelesaikan masalahnya dengan sean.
Setelah percakapan singkat itu Alvin dan Denny sama-sama saling diam mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Jessy dkk sejak kejadian di kantin ... mereka lebih memilih untuk diam dan masuk ke dalam kelas karena bagaimanapun juga mereka tidak ada hak untuk ikut campur akan masalah alvin dkk apa lagi ini masalah yang sangat sensitif..
mereka cuma takut jika mereka ikut ke dalamnya malah membuat semuanya menjadi lebih kacau
"eh ngeri juga ya kalo lihat cowo berantem main tonjok "celetuk Angel dengan ekspresi ngerinya
"Yah gua aja kaget ngeliatnya tiba tiba sean nyerang alvin kaya gitu untung kita tadi jauhan ya"jawab Jessy
"tadi aja gua mau nyamperin alvin di cegah sama deny ya gua gak jadi mundur lagi .
"oy kalian kenapa diem aja"ucap Angel dengan nada mengagetkan ..
yang membuat Rena dan Mey tersadar dari lamunan mereka masing-masing
"gua gpp koq ngel"jawab Renata
"emm gua juga gpp kok"jawab Mey dengan gugup
angel dan Jessy menautkan kedua alis mereka karena mereka merasa aneh dengan jawaban kedua sahabatnya ..
tapi mereka tidak mudah percaya begitu saja apa lagi Jessy tau jika Renata dan Mey menyukai Sean saat Jessy hendak bertanya kembali kepada dua sahabatnya , namun tak di sangka dosen memasuki kelas mereka dan Jessy pun mengurungkan niatnya.
Setelah kepergian Sean dari kantin dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena dia tidak mau larut dalam kemarahannya yang mungkin bisa berdampak tidak baik untuk dirinya sendiri..
sepanjang perjalanan Sean mencengkram erat stang motornya karena dia msh merasa emosi..
laju kendaraan nya pun tidak seperti biasanya karena saat ini dia memacu sepeda motor nya dengan kecepatan di atas rata rata dan bisa saja dia membahayakan pengendara lainnya namun dia tidak memperdulikan itu yang dia perdulikan saat ini hanya dirinya sendiri walaupun sempat beberapa kali dia hampir menyerempet pengendara lain atau pun pejalan kaki dan beberapa kali mendapat umpatan tapi dia cuek saja ..
Saat tiba di sebuah rumah yang mewah dia pun memarkirkan motornya sembarang tempat lalu dia berjalan masuk ke dalam rumahnya tidak lupa pintu pun menjadi pelampiasan kemarahannya...
BRAAKKK ..
Sean menutup pintu dengan sangat kencang mungkin jika ada orang di rumah bisa saja orang itu loncat karna kaget namun dia tak memperdulikannya,setelah itu dia melemparkan tubuhnya ke ranjang tempat tidurnya dan menatap langit-langit di kamarnya
"Gua sayang sama lu fan"gumanya ... tapi kenapa lu gak pernah nganggep perasaan gua "lanjutnya
dia pun memejamkan matanya sesaat merasakan setiap kata yang dia ucapkan..
"gua cuma mau bahagia fan gua cuma mau itu"kesalnya sendiri tak di sangka air matanya menetes..
"gua udah coba ngelupain prasaan gua sejak dlu bahkan gua udah coba ngelampiasin semuanya ke cwe lain ...
tapi tetap sama gua tetap sayang lu "gumamnya lagi yang saat ini sedang terduduk menatap pantulan dirinya sendiri dia pun mengusap wajahnya secara kasar, karena Sean tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini ..
karena yang dia pikirkan saat ini hanya lah Fanny gimana caranya agar Fanny bisa membalas perasannya itu saja dia tak mau yg lain ..
Sean pun memutuskan untuk beristirahat,karena dia cukup merasa lelah untuk menahan emosinya agar tidak meluap kembali..
dan sean juga tengah memikirkan bagaimana keadaan Alvin saat ini karena tadi sempat terbawa emosi dan akhirnya menonjok wajah Alvin dengan begitu kerasnya..
Pukul 4 sore Sean terbangun dari tidurnya yang bisa di bilang sangat panjang karena cukup lama dia berada di alam mimpi ..
saat sean terbangun dia merasakan kepalanya yang teramat sakit entah kenapa bisa sesakit itu hingga dia memukul-mukul kepalanya supaya tidak sakit lagi namun semua itu hanya sia-sia justru yang dia lakukan malah membuatnya semakin merasakan sakit lalu dia bergegas bangun dari tempat tidurnya untuk mencuci wajahnya dan beranjak menuju kamar mandi , belum sempat sean membuka pintu tiba-tiba penglihatnnya trasa gelap dan kepalanya bertambah sakit ..
Brughhh ..
Badannya tidak seimbang dan membuat dia tergeletak tak sadarkan diri di lantai namun tak ada seorang pun yang tau karena saat ini dia sedang sendiri di rumah,art nya sedang pulang kampung sedangkan kedua orang tuanya sedang berada di luar kota dan deny masih berada di kampus entah bagaimana nasib sean saat ini..
.
.
.
Jangan lupa vote dan like nya ..