
'gue janji bakalan pergi setelah ini, jadi kalian gak akan ada sangkut pautnya ama gua'.batinnya lagi.
"Pedulilah kan elo temen gue". Ucapnya sambil merangkul bahu lisa.
'Iya temen saat ini tapi berapa jam kemudian kalian bakal benci gua'. Balas lisa namun dalam hati.
"Yoii, lo masih ingat kata-kata kita waktu dulu gak rey".tanya lisa
"Ya ingatlah, kita ucapin sama sama yah". Balasnya dengan antusias
"HIDUPLAH BERSAMA TEMAN, KARENA TEMAN ITU ADALAH FRIEND". "Mantull masih ingat aja lu, kan udah lama banget gue inget banget waktu itu ****** gue gambarnya masih spiderman (jaman smp iya jamannya polos-polos berhadiah)". Ucapnya setelah mengucapakan kata kata unfaedah tersebut.
"Emang sekarang semvak lo udah gak ada gambar?". Tanya riko.
"Perasaan waktu gue kekamar elu gue liat gambar batman deh". Celanya lagi.sekarang adalah waktu yang tepat untuk membully reyhan.
'****** pake bahas semvak lagi, iya deh iya kalo masalah semvak gue yang kalah, eits jangan panggil gue reyhan kalau gak pande ngibulin orang'. Batinya meyakinkan diri untuk membalas riko. "Yahh makanya jangan pake perasaan, entar lu baperan gue juga yang repot". Kilahnya menutup celah celah bullyan untuk dirinya.
"Alah, gak usah ngalihin pembicaraan lu anju". Ucap riko. "Benerkan kalau semvak elo masih yang ada avengernya, benerkan". Tebaknya.
"Iya deh iya semvak gue masih ada gambar avengernya, puas lo".pasrahnya.
"Tapi masih mending dong semvak gue ada gambarnya gak bosen, lah naufan semvaknya polos semua kan monoton, gue kiranya itu melulu yang dia pake". Ucapnya membawa bawa naufan yang dari tadi hanya diam sambil memainkan handphonenya.
Seperti inilah keadannya jika riko bertemu dengan reyhan pasti bahasannya gak ada yang berfaedah.
"Semerdeka lo aja deh rey". Balas naufan bodo amat. yang ada dikepalanya adalah rasa bersalah karena pernah menyarankan riko dan reyhan untuk minum kiranti setiap pagi agar mereka terhindar dari kegilaan mendadak, ya walaupun cuma lelucon naufan. Dan inilah dampaknya sarapan dengan minum kiranti bukannya gila mereda tapi gilanya semakin didepan.
"Woi diem". Teriak farel membuat mereka memandang farel. "Gue punya nomornya risya, sekarang gue mau nelfon dia elu semua bisa diam kan?". Jelasnya
"Dari tadi kek lu ngomongnya!!". Ucap naufan.
"Diem udah mau dijawab nih". ucap farel pelan takut didengar penerima diseberang sana.
~~
Drrt drrt drrt
Suara ponsel risya berdering dengan nyaring tetapi tidak ada pergerakan yang menandakan siempunya ponsel akan menjawab.
"Sya angkat napa, siapa tau jodoh elu". Kata karin.
"Males ahh, nomornya gak ada nama. Takutnya malah penipu lagi".balas risya. Maklum setiap ada nomer baru di hpnya pasti dari oknum tak bertanggung jawab.cielah oknum tak bertanggung jawab udah gaya banget yaa bicara gue[AUTHOR].
"Ya allah temen gue yang atu ini negatif thingking mulu dah, emang lu semiskin itu takut ditipu?". Ujar naira. "Mari sini hp elu gua aja yang angkat".
"Nihh, ati-ati!!". Ujarnya lalu memberikan handphonenya kepada naira.
"Halo!!". Ucap naira setelah menggeser ikon hijau ke ikon warnah merah pertanda kiamat sudah dekat.
"Halo ini gue farel, gua cuma mau nanya ruangan buat tandingnya keysa ama lisa dimana?". tanya farel to the point kepada risya melalu sambungan telepon, dia masih belum sadar kalau yang menjawab adalah naira.
"Halo maaf farel siapa yah?, masalahnya nama farel itu banyak mas". Tanyanya padahal dia sudah mengetahui kalau ini adalah suara orang pernah mereka tolong.
"Gue farel, anak SMA DARMABAKTI. Gue sekarang ada diperguruan keysa ngantar lisa, Tapi kita gak tahu dimana tempatnya".terangnya dengan nada yang terdengar sedikit kecewa diseberang sana, farel tidak mengindahkan penghinaan yang sudah dibuat oleh naira yaitu menyebutnya mas.
"Ouuhh, kasian yahh tersesat. Tapi kok lo yang ngantar tu anak". Sarkas naira sementara ketiga temannya sudah mendekatkan kepalanya ke ponsel risya ketika naira menyebutkan nama farel serta menyuruh naira untuk melaudspeaker supaya mereka bisa mendengarkan dengan seksama.
"Udah ah, gak usah banyak tanya lo cepet tunjukin dimana ruangannya". Sahutnya tanpa mau menjawab pertanyaan dari naira.
"Yaudah tungguin kita disitu,jangan kemana-mana. Eh tunggu tunggu reyhan ikut gak?". tanyanya membuat karin langsung memandang naira intens tetapi naira membalasnya dengan menaik turunkan alisnya guna menggoda karin karna doinya datang.
"Dateng!!, yaudah buruan kesini".balasnya kemudian langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Dalam hatinya kalau gak dimatiin pasti pertanyaannya melenceng kemana-mana,terus dia juga rada kecewa karena bukan risya yang menjawab teleponnya padahal kalau risya yang jawab dia udah nyiapin godaan mautnya berharap risya bakal klepek-klepek gitu, padahal mah kagak. Risya tuh kalau digodain sama cowok-cowok disekolahnya bawaannya pengen muntah tau gak, jijik dia dengernya.
Farel juga bingung dengan perasaannya tetapi waktu pertama kali bertemu dengan risya didalam hatinya tuh mengatakan kalau risya itu sebenarnya perempuan, yakan memang perempuan. maksudnya perempuan yang beda dari perempuan lain. Dan setiap kali melihat risya jantungnya seperti mau copot, lambungnya jungkir balik, hatinya salto belakang, paru parunya jungkat jungkit, serta pankreasnya yang kembang kempis.
Tut
Tut
"Yahh dimatiin".keluh naira
"Gimana gak dimatiin elu ngibulin dia melulu". Kata keysa
"Yaudah yuk susulin mereka kasiankan tamu mejeng diluar aje". usul karin
"kuylah meluncurr". Ucap risya berdiri dari dari posisi duduknya.
"Males gue, males liat muka songong tuh cewek". Celetuk keysa, membuat risya yang berdiri kembali mendaratkan pantatnya disofa.
"Gue juga deh, gak usah ikut yaa". Risya duduk di sofa sambil mengeluarkan ponselnya. "Elu berdua aja". Usulnya
"Gak ah gue disini aja, bareng kalian". Ucap naira duduk disebelah risya. "Lu aja ya rin, elu kan mau ketemu reyhan, ya kan". Ucap naira guna membujuk karin.
"Yaudah deh, tapi ada syaratnya". Ujarnya sok misterius
Naira mendorong karin lalu berkata. "Udah, udah sono lo jemput mereka".
~~
"Tuh udah dateng". Ucap lisa melihat cewek sedang berjalan kearah mereka. Reyhan, farel, naufan, dan riko sontak mengalihkan pandangan mereka ke gadis cantik yang berjalan mendekati mereka.
"Fan fan coba liat gue!!, udah ganteng gak?".tanya reyhan sambil membenahi pakaiannya yang biar dirapiin ampe lebaran cicak juga kagak bakalan rapi.
"Iya udah ganteng, udah kayak hyunjin stray kids". Jawab riko
"Ihh, yang ada tuh gantengan gue kemane\-mane". Sombong reyhan.
"Iya dah iya, gantengan elu". Balasnya.
"kok cuma satu yang dateng, kan mereka berempat". Gumam naufan tapi masih bisa didengar oleh farel yang berdiri disampingnya disampingnya.
"Emang kenapa fan Kalau cuma satu?". Tanya farel
"Gak, gak kenapa\-kenapa gue cuman heran doang kan biasanya mereka berempat". Jesalnya
Mereka terus menerus berbicara hingga tidak menyadari bahwa cewek cantik itu sudah sampai didepan mereka.
"Astagfirullah!!". Ucap riko mengusap dadanya karena kaget. "Gak usah teriak juga kali, ini bukan hutan woyy". Dumelnya
"Yaudah maaf, kalau gitu langsung ikut gue aja, buruan!!". Balas karin lalu berjalan lagi masuk kedalam perguruan. Reyhan langsung berlari menyusul karin untuk mensejajarkan langkah kaki karin.
"Kenapa lu sendiri aja datengnya?". Tanya reyhan kepada karin
"Kenapa lu datengnya bareng tu cewe?". Tanya balik karin
"Aelah ditanyain malah balik nanya, dasar cewek". Sahutnya
"Eneg mereka liat muka songong tuh cewek, Udah ah gue juga males ngomong ama elu". Ketusnya.
🤗
Yuuuhuu ges i am come back, cieilah kek tau aja gue artinya emeng apa sih artinya\(serius nanya\) komen yah artinya. Sekedar pemberitahuan bahwa kalau cerita ini gak akan up selama......
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡
♡♡♡♡ gabut uyyy.
bonuss
 Mefin.
aksar
Reksa
Zaky