
“Di..dia a..adalah papacarku.”
Anashira berbicara dengan suara rendah dan gugup. Ayah Anashira tampak memasang senyum mengancam dan menakutkan . Gema pikir dia akan marah kepadanya , namun setelah beberapa saat dia memalingkan senyumnya dan mengeluarkan suara yang tenang tetapi tetap berat . Namun Gema lebih takut ketika dia tidak tersenyum.
“Oh ya? Pantas saja kamu gak nelpon Ayah untuk minta jemput. Dan ternyata..”Terpotong dengan hembusan napas panjangnya.
“Ya sudah , jangan ngobrol disini . ayo kita ngobrol di dalam rumah.”Lanjut Ayah Anashira.
Gema hanya bisa menuruti perkataan Ayah Anashira . Gema pun memakirkan motornya di teras rumah Anashira. Gema sedikit bingung mengapa Ayah Anashira menyuruh dia masuk ke dalam rumah . Anashira juga hanya terdiam.
Sejujurnya Gema sangat berpikir secara berlebihan ,dia takut bahwa Ayah Anashira tidak nyaman dengannya dan memberikan pinta untuk memutuskan Anashira yang baru saja menjadi pacarnya.
Mereka pun masuk keruang tamu. Gema terperanjat saat masuk rumah Anashira , Dari luar memang kelihatan minimalis , namun setelah masuk ruang tamu , interior cukup moderen dan memiliki terdapat bingkai gambar rombongan kuda berlari . Ada sebuah akuarium panjang juga sebagai pembatas dari ruang tamu dan ruang keluarga yang berhubungan langsung dengan dapur.
“Kamu duduk sini dulu aja” Anashira pun mempersilakan Gema untuk duduk di sofa panjang , lalu dia juga duduk di sebelah Gema.
Anashira menatap Gema dengan heran , dia sadar bahwa Gema sedang dikondisi bingung dan gemetar.
“Jangan khawatir .. kita bisa kok yakini mereka.”bisik Anashira dengan pelan dan penuh kecemasan. Anashira juga mengelus punggung Gema untuk menenangkannya. Mereka menunggu Ayah Anashira yang sedang melepaskan pakaian kerja di kamar lantai satu di rumah tersebut. Gema juga melirik seseorang wanita separuh baya yang sedang melakukan seseuatu di dapur .
“Itu siapa?”tanya Gema yang melirik wanita separuh baya tersebut.
“Itu Ibu ku.”
“Oh..”Gumam Gema.
Setelah beberapa detik menunggu. Ayah Anashira tiba di ruang tamu dengan kaos putih serta celana pendeknya. Kini Ayah Anashira berpakaian lebih santai dari pada tadi. Itu juga membuat otot-otot yang berada di tubuh Ayah Anashira terlihat mencolok. Gema cukup tercengang saat dia tiba keruang tamu.
Lalu Ayah Anashira duduk didepan mereka berdua.
“Siapa nama mu ?”ucapnya dengan suara beratnya dan juga mengulurkan tangan kanannya untuk meminta berjabat tangan kepada Gema.
“Saya Gema Lesmana Om , pacarnya Anashira.”jawab Gema lalu membalas tangan dari Ayah Anashira. Namun ketika Ayah Anashira menerima genggaman , Ayah Anashira mengenggam tangan Gema cukup keras. Itu membuat Gema sedikit kesakitan , namun berusaha menahannya. Apakah ini menandakan permusuhan? Gema berasumsi bahwa dia belum di terima oleh Ayah Anashira.
“Perkenalkan nama saya Basuki Adhinata . Senang bertemu dengan mu , Gema.”
‘Senang bertemu dengan ku? Cara kita berjabat tangan seperti menandakan sebuah permusuhan om’ Batin Gema yang meragukan itu.
Lalu mereka saling melepaskan tangan mereka. Gema memperhatikan tangannya dan tangannya tampak memerah.
Om Basuki pun menatap anaknya dengan heran lalu membuka mulutnya dengan suara beratnya.
“Ayah tidak pernah menyangka bahwa Shira akan mempunyai pacar.”ucap Om Basuki seraya menyilangkan kakinya. Dia juga menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan kata - kata yang terdengar mengancam , namun dia tidak marah.Lalu ada Ibu Anashira masuk keruang tamu , dia tampak membawa segelas teh yang akan di sajikan untuk Suaminya , Om Basuki.
“Ya Ampun , Selamat datang . Ibu gak nyangka kalo kamu bawa seseorang laki - laki kerumah.”ucapnya dengan menatap Anashira seraya mengantarkan teh kepada suaminya. Berbeda dengan Om Basuki , istrinya tampak menyambut Gema dengan respon yang baik. Lalu Om Basuki tampak membisikkan sesuatu kepada istrinya.
“Shira , kamu mandi dulu gih . biar enakan.”ucap Ibunya yang meminta Anashira untuk mandi.
“Tapi .. bu , Gema..”ucap Anashira yang terpotong.
“Gema gak mau kan liat pacarnya keliatan kusem gitu .”ucap Ibunya , Gema hanya tersenyum dan mengangguk-ngangguk , karena dia bingung ingin merespon apa.
“Ahh ibu.”gerutu Anashira yang sangat menggemaskan. Lalu Anashira berdiri dan bergegas pergi kelantai dua , dimana kamar dia berada.
‘Gemesin banget!’ melihat Anashira yang menggerutu.
Sekarang hanya Gema yang berhadapan dengan kedua orangtuanya Anashira. Sepertinya memang disengaja bahwa mereka dipisahkan. Apakah mereka berdua akan benar - benar meminta Gema untuk memutuskan Anashira? Kalau iya , tidak enak sekali nasib Gema , yang hanya merasakan pacaran dalam waktu satu jam dua puluh satu menit.
Lalu Ibu Anashira ikut duduk disamping suaminya , Om Basuki. Mereka menatap Gema.
“Jadi kamu pacarnnya Anashira ya?”ucap Om Basuki dengan suara beratnya dan sangat mengintimidasi Gema.
“Iya om.”Ucap Gema dengan lemas.
“Sejak kapan?”
“Ka..kami baru jadian om tadi sore.”jawab Gema yang sedikit tergagap.
“Oh baru jadian ya.. berani sekali kamu nembak Shira , saya heran kenapa Shira mau sama kamu?”tanya lagi Om Basuki.
“Saya juga gak tau om .. sebenarnya Anashira yang nembak saya.. dan katanya si sa..ya..”jawab Gema yang terpotong karena memikirkan kata-kata.
“Baik.. ya karena saya baik.” Gema yang sudah menemukan jawabannya.
Om Basuki pun menyipitkan matanya dan kepalanya mendekatkan Gema , dari postur duduk itu seperti mengancam Gema . Dia tampaknya ragu , bahwa anaknnya yang melakukan pengakuan cinta terhadap dirinya Gema.
“Masa iya sih . Shira yang nembak laki - laki ini.”gumam Om Basuki.
Ibu Anashira yang sadar akan Gema karena gemetaran pun membuka suaranya.
“Sayang..jangan kayak gitu, kamu membuatnya takut.”Ucap Ibu Anashira dengan mengelus punggung Om Basuki.
“Takut? Shira gak butuh pacar penakut.”ucap Om Basuki dengan lantang.
“Sayang , kamu dari tadi ngasih tatapan kayak gitu , gimana orang gak takut kalo deket dengan kamu.”
“Iya kah?”ucap Om Basuki seolah tidak percaya .
“Santai aja ya Nak Gema , dia mah memang kek gitu orangnya . sebenernya hatinya lembut.”
“Iya te ..”respon Gema dengan tersenyum kecil seraya mengangguk - nganggukan kepala.
“Uhuk .. uhuk .. mari lanjut bahasan.”batuk berat dari Om Basuki , lalu dilanjutkan dengan kata - kata.
“Kamu tahu kan bahwa anak saya punya trauma dengan laki - laki?”lanjut Om Basuki yang membawa obrolan menjadi serius.
“Ya om , saya tahu, tapi Shira tidak bercerita dengan detail.”ucap Gema yang sebenarnya bingung ingin merespon apa , karena pasalnya dia tahu karena menguping percakapan Anashira dengan temannya , Ahri.
“Shira tidak akan menceritakannya , karena ia tidak mengingatnya secara detail”
Mata Gema terbelalak mendengar pernyataan Om Basuki , Anashira trauma terhadap laki - laki tetapi dia tidak tahu sebabnya.
“Kamu tahu , Anashira memang sudah cantik sejak lahir .“ucap Om Basuki , Gema pun hanya mengangguk - ngangguk.
“Jadi ya , kecantikan dan keimutannya itu telah menimbulkan kekacauan di SMPnya dulu . Dia sering sekali di ganggu oleh anak - anak cowo di sekolahnya dulu.”
“Mungkin kalau di lihat ya , itu cara khusus untuk seorang cowo yang berusaha mengekspresikan cinta mereka. Saya juga pernah kek gitu soalnya.”Lanjut Om Basuki.
Mengganggu seorang perempuan yang disukai , apa lagi saat SMP sebenarnya umum dan sering terjadi. Mereka berusaha mendapatkan perhatian dari seorang perempuan yang mereka suka , tetapi terkadang itu membuat perempuan tersebut risih.
“Aku di ceritain seorang guru saat itu , bahwa Shira di tembak oleh seorang cowo , namun ia di tolak . Cowo tersebut tidak terima , dan akhirnya berusaha melecehkan Shira, untung seorang guru berhasil menyelamatkannya . Shira yang terlanjut takut dan berlari sehingga dia kesandung dan terkenak benturan keras yang menyebabkan Retrograde . Karena tidak terlalu mengingat kejadian itu, tapi Anehnya ketika ia sadar dan melihat ku , di sangat takut kepadaku . Seolah kejadian itu dia mengingatnya , namun ketika di tanya oleh dokter perempuan , dia hanya mengingat ketika dia dipanggil oleh seorang cowo.” Om Basuki menceritakan hal tersebut.
Pantas saja dia menganggap bahwa laki - laki itu mesum dan semacamnya . Gema merasa bahwa Anashira mempunyai sebagian ingatan itu , tapi tidak tahu sebabnya karena apa.
“Mengingatnya saja membuat saya kesal , apalagi ketika dia takut terhadap diri saya . Seketika saya benar - benar hancur . Lalu kami pindah ke palembang , dan sejak itu saya sangat protektif dengan anak saya . Pada akhirnya dia telah menerima saya kembali . Saya sangat bersyukur.”ucap Om Basuki yang terisak.
Lalu apa setelah Om Basuki menceritakan hal ini? Apakah dia akan menyuruh Gema untuk menjauhi Anashira agar trauma nya tidak kembali?
“Lalu setelah tadi liat dia dengan kamu , jujur saya sangat kaget. Saya sangat was - was sama kamu , jadi saya perlu kamu untuk meyakinkan kan saya sekarang, Setelah saya tanya siapa yang nembak duluan , kamu bilang adalah Anashira . Saya jujur sangat ragu . Namun kita kesampingkan hal itu , mungkin saya akan tanya ke dia sendiri nanti. “
“Walaupun saya gak yakin , tapi Anashira bisa menerima cowo seperti kamu . Yang berarti kamu adalah orang yang menjadi pilihan Anashira , dalam arti dia percaya kepada mu.”lanjut Om Basuki.
Namun sebuah kenyataan ini adalah sebuah tantangan dari Ahri kepada Anashira , bukannya Anashira percaya kepada Gema . Gema tak kan membongkar hal yang sebenarnya. Mereka telah melakukan obrolan sekitar sepuluh menit , intinya membahas tentang Anashira dan traumanya. Gema hanya mengangguk - ngangguk mendengar cerita dari Om Basuki , terkadang istrinya juga menambahkan .
“Gema .. mungkin saya belum percaya kepada mu sepenuhnya , tapi saya berharap kamu bisa menjaganya dan ..Sampai om tahu kalo kamu nyakiti Shira . Kamu tau akibatnya kan.”ucap Om Basuki yang cukup menusuk Gema dengan ancamannya serta menggepalkan tinjunya.
‘Seram!!’batin Gema.
Pada intinya Om Basuki berusaha menerima Gema .Om Basuki mengira Gema itu adalah pilihan Anashira , karena Anashira sudah tidak pernah dekat dengan laki - laki lainnya selain Ayahnya dan adikknya. Om Basuki juga menganggap Anashira telah dewasa , dia pasti tahu mana yang harus dihindari . Jika memang Gema tidak baik untuknya , mengapa Anashira menerima dirinya? Itu yang ada dibenak Om Basuki dan terlebih lagi , hal ini bisa mengobati trauma-nya.
“Tolong pembahasan ini dirahasiakan sama Anashira ya.”Om Basuki memberitahu Gema agar dirahasiakan kepada Anashira.
Gema pun berdiri dan membusungkan dadanya.
“Om !“ Gema yang mengeluarkan kata tersebut dengan lantang.
“Tenang saja om , Gema akan melinduginya!.”lanjut Gema.
Gema berusaha meyakinkan Om Basuki agar mempercayai dirinya. Om Basuki terperanjat ketika Gema berkata seperti itu. Om Basuki yang dari tadi memasang muka cemberut dan menakutkan, seketika dia tersenyum kecil .
“Ge..ge..ma?” Anashira yang terperanjat melihat Gema dari tangga. Muka Anashira cukup memerah karena tersipu malu.
“Wah udah datang orangnya..”ucap Ibu Anashira dengan senyum isengnya. Ibu Anashira sangat tertarik dengan hubungan percintaan remaja , makannya dia sangat antusias .
Gema pun menatap Anashira di tangga tersebut dan terpesona dengan hadirnya Anashira. Apalagi dengan daster tidurnya , ini adalah sebuah pengalaman langka . Gema adalah orang yang beruntung dapat melihat Anashira memakai pakaian lain selain seragam sekolah. Anashira pun tiba keruang tamu .
Om Basuki pun berdiri dan berdiri tegak dihadapan Anaknya.
“Gema sini. Berdiri di sampingnya.”
Gema yang kebingungan itu hanya menuruti perkataan Om Basuki. Sekarang Gema dan Anashira berhadapan dengan Om Basuki lagi , tapi beda nya mereka berdiri.
“Ayah merestui kalian berdua . Jadi mulai sekarang Gema panggil saya dengan sebutan Ayah!.”Ucap Om Basuki seraya memegang pundak mereka berdua. Lalu meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamar mandi.
Mereka berdua terperanjat , lalu tersipu malu. Bukan kah ini seperti seseorang laki - laki yang sedang melamar seorang wanita untuk melakukan pernikahan atau pertunanangan, padahal baru beberapa jam jadian kenapa rasanya sudah sejauh ini? Pikiran itu ada di benak Gema.
“Ayo Gema nanti ikut malam malam ..”tawar Ibunya .
Sebelum Gema menjawab , Anashira pun merangkul lengan kiri Gema .
“Udah bu . udah mau malam .. rumah Gema di kenten , nanti kemaleman ada begal gimana lho...“ucap Anashira yang sebenarnya tidak enak dengan Gema .
Sebenarnya Kenten dan Sekojo itu jika kita menaiki sebuah kendaraan seperti motor atau mobil , seperti berjalan dari ujung ke ujung , mungkin itu hanya anggapan dari orang Palembang , padahal jaraknya tidak sejauh itu.
Gema pun dibawa Anashira kedepan pintu rumah.
“Kamu ngusir?”tanya Gema dengan nada bercandaan.
“Engga sayang . mau malam , kasihan kamunya kalo terseret sama ortuku , nanti malah gak pulang - pulang.”
Gema terperanjat ketika Anashira mengucapkan kata ‘Sayang’ terhadap dirinya. Gema yang terdiam dan tersipu malu tersebut diantar Anashira sampai ke depan motornya.
“Jadi kalian ngomongin apa tadi ..?"tanya Anashira yang penasaran.
“Hem..”gumam Gema yang sedang berpikir . Kurang lebih mereka membahas trauma dari Anashira , namun Om Basuki memerintahkan Gema untuk merahasiakannya.
“Banyak sih , dia nanyain. Kok bisa ya kita jadian? terus kamu tau ga.”
“Apa..”
“Masa Ayah gak percaya si kalo kamu yang nembak duluan . emangnya tampang ku gak cocok ya di sukai orang seperti kamu.”ucap Gema .
Hal itu membuat Anashira terkekeh kecil. Itu membuat Gema sangat gemas terhadap pipinya, sesekali dia ingin mencubit pipi dari Anashira namun dia masih ragu.
“Kalo ga suka , aku ga nembak kamu . lagian aku suka kamu bukan dari tampangnya aja kok , sifat kamu juga yang pendiam gitu , apalagi tadi buat aku makin jatuh hati ketika kamu ngelindungin aku.”ucap Anashira.
Menurut Gema itu adalah bualan belaka , yang sebenarnya terjadi ini dia dipacari Anashira karena tantangan dari Ahri karena kalah dalam ujian matematika wajib. Namun dari sisi Anashira sebenarnya dia mulai sedikit jatuh hati kepada Gema , karena melindunginya tadi.
“Hah .. masa sifat pendiam kek gitu kamu suka ?”
“Ih serius lho , pendiam gitu cool banget . kek oppa oppa korea gitu.”
Gema tertawa , Masa dirinya disamakan oleh oppa oppa korea , dari tampangnya saja jauh.
“Yaudah Aku pulang dulu ya .”
“Oke , hati - hati . Kamu kabarin aku ya kalo udah sampai.”
“Ok sayang..”ucap Gema dengan lemah karena masih malu.
Gema juga mulai memanggilnya “sayang” ,Dia berani karena Anashira sebelumnya juga telah memanggilnya seperti itu . Gema pun menyalakan motor vario merahnya lalu pergi meninggalkan rumah Anashira.
...
Setelah Gema sampai diapartemen , dia pun langsung mengabari Anashira melalui panggilan whatsapp.
[Hallo sayang ..] Anashira pun langsung menjawab panggilan tersebut.
Gema terperanjat dan membuat Gema sedikit gugup , karena baru pertama kali dia menelepon seseorang perempuan.
“Ha..hallo , Aku udah sampai Anashira.”
[Oh syukurlah. Tapi kok kamu gak manggil aku sayang lagi sih kek tadi..]
Gema terperanjat lagi , pasalnya dia tadi memanggil “sayang” kepada Anashira cukup lemah , sehingga dia kira Anashira tidak mendengarkan hal tersebut.
“Ah maaf sayang.... btw kamu lagi apa?”
Gema berusaha mengalihkan topik .
[hem... lagi ngerjain pr . ]
“Rajinnya..”
[Iya lah.. kamu juga jangan lupa ngerjain pr . ]
“Aku mah .. kadang lupa sih..”
Bahkan Gema tidak ingat kalau dia punya pr hari ini.
[Tuh kan , nanti ku fotoin ya..]
“Kamu mau kasih liat aku?”
[Iya..]
[Kamu itu pacar aku , jadi gapapa lah . Tapi kamu jangan sering - sering kek gitu..]
Mendengar hal itu Gema menjadi salah tingkah . Masih saja dia tidak percaya bahwa sekarang dia adalah pacarnya Anashira , walaupun hubungan ini adalah palsu.
“Gapapa sih , biar diingeti kamu terus..”
[Gombal ... haha]
Gema tidak percaya bahwa dia telah mengeluarkan kata - kata itu . Sejak kapan dia mulai belajar menggombal. Dari sisi Anashira saat mendengar kalimat tersebut , dia terkekeh kecil dan salah tingkah.
“Yaudah , kamu fokus dulu aja . Aku mau mandi dulu , terus ngerjain pr.”
[Oke sayang.. bye..]
“Bye..”
Mereka berdua pun menutup panggilan whatsapps.
‘ANJIR! INIKAH YANG DI NAMAKAN BUCIN?’Batin Gema berteriak. Walaupun ini adalah hubungan palsu , tetapi mengapa ini sangat manis sekali bagi Gema.
Suara dering handphone Gema berbunyi . Ternyata itu sebuah panggilan whatsapp dari Rendi. Gema pun mengangkatnya.
“Ape?”
[Warkop biasa]
“G”
[Aelah , mentang udah jadian sama Anashira.. cerita sini . udah gue kasih saran juga]
“Iye- iye , gue mandi dulu.”
Gema pun menutup panggilan secara sepihak. Gema pun bergegas mandi , dan setelah mandi dia langsung pergi ke warung kopi langganan Gema dan Rendi , tidak lupa juga Gema membawa buku prnya.
...
“ANJIR LO KESAMBET APA , KE WARKOP MALAH NGERJAIN PR.” Rendi terperanjat melihat Gema .
“Bacot lo , gue mau fokus dulu bentar.”ucap Gema seraya mengerjakan pr dengan kanan kiri memegang handphone yang berisi foto pr milik Anashira.
Gema sedang sibuk mengerjakan prnya karena jawaban pr tersebut sudah diberikan oleh Anashira . Rendi pun masih terheran - heran , sudah dua hari mereka ke warung kopi bukan untuk main PUBGM bersama.
“Ren”panggil Gema.
“Apa?”respon Rendi seraya membakar rokok samsulnya.
“Gue tadi sore habis ketemu ortunya.”
UHUK - UHUK .
Rendi yang sedang menghirup rokoknya terbatuk - batuk karena terperanjat dengan perkataan Gema.
“Anjir , lu langsung ngelamar die?”
”Gak gitu bangsat ... gue tadi nganter Anashira ya kan , eh malah pas banget nyampenya dengan bokapnya die . Alhasil gue di suruh masuk. Lo tau gak di situ gue di sidang.”
“Terus - terus.”
Gema pun melanjutkan ceritanya yang terjadi di rumah Anashira kepada Rendi . Bahkan alasan Anashira trauma ke laki - laki. Rendi dari tadi hanya menyimak seraya menghisap rokoknya yang sudah habis dua batang.
“Anjir bangsat banget ya cowonya.”
“Iye cuy , gue speechless saat di ceritain sama bokapnya itu. Kasian sih , terus bokapnya percayain Anashira ke gue . Tapi kalo gue nyakiti Anashira atau buat Anashira trauma lagi , gue bakal di hajar sama bokapnya.”
“Wajar lah anjir , tapi lo tau lah alasannya kenapa bokapnya percaya sama lo.”
“Iye , karena Anashira milih gue sebagai pacarnya , yang berarti gue itu orang spesial bagi Anashira .Padahal hubungan ini mah palsu. Gak kebayang deh kalo sebulan kemudian gue putus sama Anashira , bakal tetep dihajar ga walaupun pisahnya baik - baik.”
“Pesimis amat lo.”ucap Rendi seraya menyulutkan rokoknya keasbak
“Gini ma ya.. gue dah bilang ke elo . lo tuh harus buat dia jatuh cinta ke elo.”lanjut Rendi.
“Caranya?”ucap Gema seraya menutup pr nya dan meletakkan handphonenya karena sudah selesai.
Sebenarnya Gema masih di tidak percaya bahwa dia tidak bisa membuat Anashira jatuh hati kepadanya. Naluri Gema berkata jangan mudah membawa perasaan , takutnya dia malah tidak nyaman dengan dirinya jika dia bertindak. Namun mencoba membuat Anashira jatuh cinta kepada dirinya itu tidak buruknya.
“Lo harus coba bikin die terkesan sama lo.”
“Terkesan ya.. “Gema sedikit berpikir . Apa yang membuat Anashira bisa terkesan dengan Gema ?
“Terkesan bukan berarti dari fisik . Gue sadar fisik lo gak bagus - bagus banget.”
“BANGSAT MALAH BODY SHAMMING. Tapi gak salah sih.”
Walaupun gitu Gema tetap sadar diri juga .
“Lo harus bikin terkesan die dari tindakan lo , yang mungkin perhatian, cekatan atau hal baik lainnya lah.”
“Oh gitu.”Gumam Gema.
“Lagian lo jadi orang kaku - kaku amat sih . masa iye lo gak pernah sekalipun buat impress cewek lain.”
“Ya gimana ya..”
Gema pun bingung terhadap dirinya , pasalnya dia memang belum tertarik masuk melakukan hubungan romantis layaknya anak SMA . Terkadang sendiri membuat dirinya nyaman , perlu di akui juga bahwa Gema memang lah sosok yang Introvert.
Kalau di bilang normal sih , masih normal Gema . Masih tertarik dengan wanita , namun belum waktunya saja . Berpacaran dengan Anashira pun seperti hanya menang undian dalam sekali seumur hidup , namun entah sampai kapan hubungan ini akan bertahan. Sebulan sepertinya , sesuai dengan rencana mereka.
Huh... Gema pun menghembuskan napas panjang seraya mulai berdiri dari posisi duduknya dan tak lupa membereskan buku pr nya.
“Lo mau ngapain ? “tanya Rendi.
“Pulang . btw makasih ya . Sebenarnya dari tadi gue memilih untuk ngikutin arusnya aja . Namun ketika denger saran lo , alangkah baiknya gue juga berjuang .”ucap Gema seraya ternyum kecil.
“Anjir cepet amat baru jam delapan juga .”Rendi cukup terkejut bahwa Gema lebih dulu pulang , pasalnya mereka setidaknya nongkrong di warung kopi setidaknya sampai jam sepuluh malam , paling lama sebelas malam.
“MAU SLEEPCALL!”Ucap Gema dengan sombongnya lalu meninggalkan Rendi.
“Begini nih kalo temen dah kenal bucin..”gumam Rendi.
Mendengar nasehat dari Rendi , entah mengapa Gema sangat bersemangat , Gema benar - benar tidak sabar dengan untuk menanti hari esok. Makannya dia cepat - cepat pulang kerumah , dan beristirahat.
...
Anashira kini bersiap ingin tidur , tak lupa dia menggosok gigi terlebih dahulu lalu di kamar mandi yang berada di lantai dua . Setelah segala urusan di kamar telah selesai dia bergegas kembali ke kamar untuk tidur .
Handphone nya yang ada dimeja belajarnya begetar , itu notifikasi pesan whatsapp dari Ahri. Anashira pun duduk dikasur seraya membuka pesan dari Ahri.
Bestie(Ahri) : Sorry Naaaa , gw baruuu jawabbbb ,gw lupa narokk hp tadi
Sebenarnya Anashira sudah melakukan pesan whatsapp kepada Ahri semenjak Gema pergi dari rumah Anashira.
Anashira : Koq bisaaa sihhh?
Bestie(Ahri) : iyee tadi gw beres - beres kamar , eh malah lupa narok hp.
Anashira : wkwkkwkwkwk
Bestie(Ahri) : (Membalas pesan Anashira : GW JADIAN AMA GEMA!) BAGUSS LAHHH , INGETT SEBULANN , TAPII KALO JATUH CINTA GAPAPA LANJUT PART 2 .
Anashira pun terkekeh melihat pesan dari Ahri.
Anashira : WKWKKWKWK , APAAN SIH GAJEEE AMATTT .
Bestie(Ahri) : WKKWKWKWKKW
Anashira : Eh ri , gw mau cerita , tapi keknya besok aja yaaa , enakan ngobrol langsung soalnya . gw mau tidur duluu.
Bestie(Ahri): Dia mahh bikin orang penarasan melulu . mau bucin loo yaa.
Anashira : BYE MAU BOBO.
Bestie(Ahri) : ok deh.. met tidur.
Lalu Anashira mengirimkan stiker imut beruang tidur kepada Ahri dan mengakhiri pesan percakapan whatsapp tersebut.
“Gema , lagi apa ya dia”gumam Anashira seolah dia sedang menunggu pesan dari Gema . Lalu dia memutuskan untuk memberikan pesan duluan.
Anashira : Sayang , lagii apaaa?
Sembari menunggu dia juga melihat foto profil milih Gema . 'Apakah ini gambar anime dengan model rambut ponytail?' pikir Anashira. Anashira juga memainkan rambut nya, seolah ingin mengubah model rambutnya sesuai dengan gambar anime di foto profil Gema. Pada dasarnya Anashira tidak pernah memamerkan rambutnya kepada siapapun . Karena baginya akan terlalu merepotkan jika harus gonta ganti model rambut , itulah sebabnya mengapa Anashi~~~~ra jarang menata rambutnya sendiri. Namun Anashira sangat penasaran , dia mencari karet rambut dan mencoba model ponytail. Lalu dia berkaca .
“Gema bakal suka ga ya?”gumam Anashira . Lalu wajahnya memerah seketika.
‘Aduh malunya , kenapa gue mikir sampe ganti model rambut ya.’batin Anashira seraya memegang wajahnya karena malu.
Tiba - tiba handphonenya begetar , Seketika Anashira bergerak cepat kearah handphonenya yang berada dikasurnya. Ternyata itu adalah notifkasi dari Gema.
Anashira yang terperanjat dan tidak sengaja membuka videocall.
‘Eh eh eh gimanaaaa inii cara matiinnya’
Videocall itu langsung di jawab oleh Gema dengan cepat.
‘Matii guee , dijawab ama diaa.’
[Ha..hallo sayang?]
“Kamuu kenapaa jawab”tanya Anashira yang pikirannya sedang kacau.
[Eh maaf , aku matiin ya]
“Jangan - jangan , gapapa.”
Lantas Gema memasang wajah bingung dengan maunya perempuan yang dia videocall. Anashira pun berusaha buat menenangkan dirinya.
[Btw sorry , lama respon baru sampe rumah.]
“Kamu habis kemana keluar malam - malam?.”
[Habis nongkrong sama Rendi.]
“Berani banget kamu keluar malam - malam”
[Udara malam tuh enak lho sayang , lagi pula tempat tongkrongan ku juga gak jauh - jauh amat , cuman beberapa langkah dari apart.]
“Oh yaa?”
Gema tampak menyipitkan mata kepada Anashira . Anashira bingung mengapa Gema melakukan itu.
“Ka..kamu kenapaa sayang.. Mata mu sakit?”ucap Anashira.
[Kamu ganti model rambut ,kamu mau tidur dengan model rambut seperti itu ?] tanya Gema yang sedikit terkekeh.
Wajah Anashira mulai memerah , karena Gema ternyata memperhatikan rambut Anashira yang telah diubah menjadi ponytail.
“Bububukan begituu , aku hanya...”Ucap Anashira yang berhenti karena pikirannya kembali kacau dan bingung ingin berbicara apa.
“Sebenarnya aku ingin memamerkan rambut ini untuk kamu besok ..bagaimana menurutmu? “ucap Anashira dengan lemah karena malu.
Gema yang mengetahui itu pun tersipu malu.
[Ka..kamu terlihat cantik , kalo itu memang untukku . Aku jadi gak sabar melihat nya secara langsung..]
Anashira pun tersipu malu lagi . Malam ini pun mereka masih saja sering tersipu malu karena ucapan mereka berdua.
“Kalo begitu , kita tidur yuk . biar bisa ketemu cepet.”
[Tunggu bentar.. besok mau gak aku jemput?]~~~~
“Tapikan rumah kamu jauh . kasihan kamunya.”
[Gapapa .. soalnya aku pengen ketemu kamu secepatnya.]
Anashira pun menutup wajah dengan bantal guling karena malu.
“Kamu pintar gombal ih..”
Sepertinya Gema mulai banyak melihat gombalan di internet sehingga dia mulai pandai dalam menggombal.
[Aku serius sayang , aku jemput ya besok.]
“Yaudah jemput , tapi kalo telat aku gak tanggung jawab lho.”
[Aku bakal berangkat lebih awal.]
“Yaudah , aku tunggu kamu besok .. aku tidur dulu ya sayang.. selamat tidur”
[Iya.. selamat tidur juga] mereka pun menutup videocall whatapps.
Setelah melakukan videocall singkat , Anashira menjadi salah tingkah . Anashira berguling - guling kegirangan yang membuat karet rambutnya terlepas ,Seketika dia berhenti dari kelakuannya tersebut . Anashira berpikir , bahwa dirinya benar - benar mulai tertarik dengan Gema . Bukan kah ini terlalu mudah? Anashira bukan perempuan murahan . Gema hanyalah percobaan bagi Anashira untuk membiasakan diri dengan laki-laki. Anashira pun menggeleng - gelengkan kepala. Hal itu membuat Anashira malu sendiri ketika dia mencoba untuk tidur , jantungnya berdebar kencang . Membuat dia sedikit susah untuk tidur , dan pada akhir dia bisa tertidur lelap.