Forever Want To Be With You

Forever Want To Be With You
Sebelum menghadapi hari yang tak biasa.



SMA Harapan Bangsa Palembang.


Siswa laki - laki itu menguap lebar untuk melepaskan kelegaan setelah menyelesaikan ulangan susulan matematika wajib dan keseharian-nya yang biasa - biasa saja di sekolah. Tidak ada hal yang menarik sedikitpun . Semua kejadian hampir sama , berawal dari bangun pagi - sarapan - berangkat sekolah - belajar - makan siang - belajar lagi - jam tambahan - pulang . Kini siswa laki - laki itu sedang bergegas kembali kekelasnya 11 IPS 1 untuk mengambil buku yang tertinggal di lacinya.


Siswa laki - laki yang pendiam itu bernama Gema , Gema Lesmana . Tidak ada yang spesial dari dirinya , tidak pendek atau pun tinggi , tidak pintar ataupun bodoh , tidak gemuk ataupun terlalu kurus . Gema Lesmana adalah makhluk yang diciptakan Tuhan yang sangat pas - pas an . Namun dia cukup menawan sih , walaupun tidak ganteng - ganteng amat.


Langkah Gema pun terhenti saat dia melihat dua orang wanita yang sedang berbincang seru melalui jendela kelasnya . Wanita tersebut adalah dua sejoli , Anashira Shanika dan Ahri Viviana. Anashira dikenal sebagai malaikat karena kecantikannya ,dan Ahri adalah siswa terpintar se IPS .  Mereka cukup populer di sekolah , bahkan tampaknya mereka berada dipuncak tertinggi di kasta sekolah. Karena sudah sore dan waktunya untuk pulang sekolah , koridor sekolah cukup sepi . Itu pun membuat obrolan mereka sedikit terdengar oleh Gema . Obrolan wanita membuat Gema sedikit panasaran dan mencoba untuk mengupingnya . Gema pun mulai menjongkokkan diri dan mulai menguping.


“Jadi apa tantangannya! Lo bikin deg - degan gue aja .”seru Anashira.


“Hem... Apa ya.”gumam Ahri


Sebelum ulangan matematika wajib, mereka berdua berlomba untuk mendapatkan nilai paling besar . Jika salah satunya mendapatkan nilai besar , nilai yang paling besar itu berhak memberikan sebuah tantangan terhadap nilai yang paling kecil . kecuali jika nilai mereka sama . Namun kenyataannya Anashira kalah dengan nilainya Ahri . Itu membuat Anashira harus mendapatkan tantangan dari Ahri. Lagian Anashira nekat banget berani menantang atau menerima tantangan dari siswa terpintar se IPS.


“Nungguin yaa..”canda Ahri.


“Iye.. gue nungguin dari tadi tau..”Ucap Anashira yang mengembangkan pipi mungilnya.


“Gue pengen lo nyatain cinta sebagai tantangannya”


“APA!?”Anashira tampak terperanjat.


Bahkan Gema yang sedang menguping tersebut cukup teperanjat. Dia berpikir ‘kok gini amat tantangannya , gak ada yang lebih baik lagi ya? Emang luar biasa ya permainan bintang kelas.’


“Kenapa harus nyatain cinta njir.. “


“Gue pengen lo punya pacar juga , biar gak nenteng gue aja pas gue lagi pacaran sama Ahmad.”


“Jadi lo ngusir ri?..”


“Bukan gitu Ana .. kita kan nanti bisa double date .”canda Ahri


Anashira pun berpikir sejenak. Pikiran dia juga sedikit kacau dan berusaha mencari alasan.


“Ta..tapi . laki - laki itu serem ri.. lo tau kan gue sering di tembak mereka . setiap kali gue berhadapan dengan mereka . mereka selalu fokus ke tubuh gue lebih dulu. Bukan kah itu hal yang mesum?”


Gema cukup terperanjat terhadap pernyataan Anashira . Seorang wanita yang sangat populer ini menganggap laki - laki adalah makhluk yang sangat mengerikan . Gema juga tidak bisa menolak fakta sih  bahwa laki - laki akan tergoda dengan kecantikan Anashira , apalagi dengan tubuh yang sangat bagus.  Gema juga merasa dia akan tergoda dengan Anashira  . Namun Gema merasa agak bajingan juga, jika dia ingin dekat Anashira karena hal nafsu . Tetapi sejauh ini Gema cukup sadar diri akan kastanya disekolah ini , mungkin hanya sebatas menganggumi saja , tidak lebih.  Gema juga menyemangati-nya dalam hati , batinnya berkata ‘Lo harus menolaknya permintaan bodohnya itu!’


“Gue paham na ..  . Jadi , nyatakan perasaan mu kepada laki -laki yang tampaknya tidak berbahaya dan berpacaranlah dengannya selama sekiranya satu bulan. Itu adalah tantangan gue ke lo.”


“Satu bulan?!”


“Lo pernah ceritain ke gue dulu, pas nanya alasan mengapa lo gak mau pacaran . namun gue rasa , gue pengen banget lo terbiasa berada disekitar laki - laki . gue khawatir sama elu , kalo terus bergini . lo pasti udah gak mau lagi keluar dari zona aman kek gini. Bayangin aja pas gue udah nikah , atau temen - temen lo udah nikah semua . lo masih mau nenteng ama temen - temen lo yang udah nikah , engga kan?.”


Ahri mengungkapkan kekhawatirannya kepada Anashira . Masuk akal sih , namun dalam hati Gema itu adalah suatu cara yang salah.


“Ini cuman tantangan kok , lo gak harus serius sama dia . namun jika nanti lo nyaman ama dia , kalian boleh terus pacaran . Kalo sebulan kemudian lo putus , lo kasih alasan aja kenapa gak bisa lanjut , terus jangan cerita tantangan ini biar dia nya gak begitu terluka.  Setelah itu juga gue juga gak akan  kasih tantangan ini lagi ke lo” Ahri mencoba memberikan apa yang terbaik untuk Anashira sahabatnya.


Tidak ada salahnya juga , selama laki - laki itu tidak tahu bahwa itu sebuah tantangan  , bahkan setelah mereka putus dia tidak akan mengalami trauma emosional , bahkan itu hanya satu bulan . Mungkin itu akan menjadi pengalaman terbaik untuk laki - laki karena pernah pacaran dengan idola sekolah , dan bisa jadi bahan cerita untuk anak - anak mereka nanti.


Namun , Gema juga memikirkan apa reaksi laki - laki yang di tolak oleh Anashira yang nantinya punya pacar . Mungkin tatapan tajam dari mereka akan membuat sebuah lobang diperut . Karena tatapan mereka pasti penuh kebencian dan itu sangat menusuk raga. Namun itulah resiko menjadi pacar dari seorang idola sekolah.


Gema merasa menguping lebih lama lagi , tidak baik untuknya . Dia pun mengurung niatnya mengambil buku di dalam kelas nya.  Apa yang dia dengar hari , akan menjadi sebuah rahasia , dan akan dibiarkan membusuk di hatinya.


“Besok tembak lah laki - laki yang dimenurut mu pendiam dan tidak berbahaya di kelas.”


“Um.. Gema?”


“Bisa jadi , gue juga ngerasa Gema sangat cocok dengan kategori ini.”


“Oke gue akan tembak dia besok”ucap Anashira yang secara mengejutkan menunjukan ke optimistisannya.


Gema yang seraya beranjak dari jongkoknya , terjungkal karena terkejut. Hal itu membuat dia tak sengaja menyenggol pintu kelas dan menimbulkan sebuah bunyi . Namun , Gema langsung bergegas bangkit dan pergi dari ruang kelas dengan panik.


DAR *suara pintu kelas.


Hal itu membuat Ahri mengecek keluar kelas , dan tampaknya Gema berhasil melarikan diri sebelum Ahri mengecek keluar.


“Mungkin hanya angin ..”Gumam Ahri.


Sementara itu Gema lari terbirit - birit ke parkiran motor . Setelah dia sampai ke motornya , pikiran dia sangat kacau . Karena nama dia disebut oleh Anashira, dia bingung harus bahagia atau sedih . Lalu bagaimana cara laki - laki pendiam ini menghadapi pengakuan cinta palsu dari seorang wanita cantik yang sangat populer di sekolah?


...


[Oit .. ada ape Gema?]ucap suara seorang  yang keluar dari handphone milik Gema.


[Anjer .. gue masih normal Gema. Gue ga homo..]suara pria dalam telepon itu tampak bercanda.


“Ga gitu bangsat . gue masih normal juga sat..”ucap Gema dengan nada tinggi , sebenarnya dia tahu bahwa orang yang sedang diteleponnya sedang bercanda.


Pria yang di telepon Gema adalah teman ekstrakurikuler e-sport divisi PUBGM disekolah, Rendi Pratama. Mereka bisa akrab karena mereka sama - sama pemain cadangan yang tidak pernah dimainkan , meskipun mereka berdua beda kelas . Karena apartemen Gema dan rumah Rendi dekat , mereka sering berkumpul di sebuah warung kopi yang jaraknya hanya beberapa langkah dari tempat tinggal mereka untuk menumpang wifi dan bermain game bersama.


Sehabis magrib mereka melakukan pertemuan di warung kopi tersebut. Tak lupa mereka berdua memesan kopi . Gema memesan kopi cappucino sedangkan Rendi memesan  kopi hitam . Seraya menunggu , mereka duduk dan mulai melakukan obrolan.


“Buru on.”ucap Rendi seraya membuka aplikasi game PUBGM.


“Anjir , gue kesini bukan buat mabar ***.”


“Terus apa , biasanya kita kesini untuk numpang wifikan ,buat mabar.”


“Sebenernya gue mau cerita nih.”ucap Gema yang raut wajahnya sedikit linglung.


“Anjir lo ngape . kek orang kebingungan cuy”Rendi pun menyadari hal tersebut.


“Tapi lo bisa jaga rahasia kan?”


“Santai aje .  kalo gue gak amanah . histori hentai lo di uc browser udah gue sebar dari dulu.”


“bangsat..  gak akan gue pinjem hp gue lagi ke elo.”


“Hahaha..”Rendi tertawa .


“Jadi gini ren ..”Gema pun mulai menceritakan apa yang dia dengar saat di sepulang sekolah tadi. Rendi yang mendengar cerita dari Gema awalnya tidak percaya.


“Serius Anashira ngomong kek gitu ?.”ucap Rendi yang tidak percaya.


“Sumpah demi Tuhan Ren . gue denger pas gue mau ngambil buku yang ketinggalan dan pada akhirnya gue urung ngambil buku itu.” Gema pun meyakinkan Rendi dengan membawa nama Tuhan .


Seorang pelayan warung kopi tersebut menghantarkan kopi mereka. Sebelum merekai melanjutkan obrolan , sejenak mereka menyeruput kopi mereka terlebih dahulu.


“Kok gue jadi kasihan ya sama Anashira .”


“Kasihan napa ?


“Dia ngenali lo sebagai anak pendiam , padahal gak tau isinya gimana.. “ucap Rendi dengan nada bercanda tetapi juga menunjukkan keprihatinan.


“Maksud lo ape?”


Di sekolah Gema bukanlah anak yang pandai bersosialisasi , Bahkan Rendi adalah teman satu - satunya Gema di sekolah . Gema bukannya tak mau bersosialisasi , hanya saja dia tidak tahu cara memulai. Beberapa siswa - siswa dikelasnya mungkin sudah mengajak dirinya untuk bersosialisasi , tetapi hal hasil Gema tidak dapat mengikuti topik , bahkan hobi yang mereka punya . Sampai ketika dia memutuskan untuk tidak terlalu terlibat dengan perkumpulan siswa laki - laki dikelas.


“Hahaha .. canda - canda , terus?”


“Gue mau minta saran lo sih , gue harus gimana?”


“Menurut gue sih , kenapa gak terima aja nanti ? maksud gue gini , bukan kah ini kesempatan yang bagus?  Lo kan gue liat kaku - kaku amat ketika ngobrol sama anak perempuan di eskul . Jadi ini kesempatan diri lo untuk membiasakan diri dengan anak perempuan , dan kesempatan bagus juga untuk dianya terbiasa dengan anak laki - laki , jadi ya timbal balik gitu.”


“Gue jadi dilema.”


Saran dari Rendi membuat jantung Gema menjadi kencang saat mengatakan hal tadi . Menerima dan menolaknya menurutnya akan sama aja . Makannya Gema benar - benar perlu saran dari Rendi .


“Gini lho Ma , lo harus berpikir ini sebagai peluang . Dibandingkan laki - laki yang dicampakkan karena suatu masalah di sebuah hubungan , setidaknya lo ngerti kenapa nanti lo diputusin setelah sebulan berjalan. Dan gue rasa itu gak bakal sesakit ketika lo menjalinkan pacaran yang biasa , memakai perasaan gitu. Ketika sebulan telah berlalu dan lo putus , lo tetep bakal dapat manfaatnya  ‘Oh ternyata gini pacaran’ , terus dapat pengalaman yang terbaik yang bisa diceritain ke anak - anak lo nanti ‘Ayah pernah pacaran dengan  idola sekolah dulu’, dan mungkin kedepannya lo bakal lebih berani dalam percintaan . Tapi di balik itu  , bagaimana kalo dia baper ke lo?”


“Ah gue gak yakin anjir kalo laki - laki kek gue bakal buat baper idola sekolah.”


“Gini , dari pada lo nunggu satu bulan dengan datar tanpa masalah. bagaimana kalo lo berusaha membuatnya jatuh cinta pada lo?”


“Hah?”respon Gema yang cukup terperanjat.


Pernyataan tak terduga  ini membuat Gema cukup terkejut. Sesekali Rendi menyeruput kopinya , untuk membasahi tenggorokannya yang agak kering karena berbicara banyak. Namun , berbeda dengan Gema yang masih terlihat berpikir keras untuk mengatasi masalah ini.


Jika Gema tidak tahu bahwa ini adalah sebuah tantangan , Gema yakin bahwa perasaan superioritas ketika dipilih siswi perempuan yang populer di sekolah akan membawa perubahan yang signifikan  dalam batinnya.


“Bayangin aja kalo lo bisa buat dia baper ke lo setelah sebulan trial . lo bisa ngelanjutkan hubungan lo itu . Sayangnya pria yang di pilih itu Gema ya . Kalo gue sih udah pasti  menerima dan berusaha biar bisa sama dia terus.”


“Jadi menurut lo terima aja nih?”


“Terima aja.”


Semakin banyak Gema menerima saran dari Rendi , Gema semakin bersemangat untuk menghadapnya di esok hari. Pada akhirnya Gema menyimpulkan bahwa dia harus menerima pengakuannya nanti. Lalu apakah seseorang Gema punya nyali untuk berhadapan dengan perempuan itu ?