Farzan & Farzana

Farzan & Farzana
part 3



sesampainya mereka dirumah sakit mereka pun langsung menghampiri Ryu


"nak" ucap bundanya


"bunda" ucap Ryu kemudian menghampiri sang bunda


"gimana dengan kakakmu nak" ucap bundanya


"dia masih di tangani oleh dokter Bun" ucap Ryu


"huh, bagaimana mungkin ini bisa terjadi" ucap bundanya


"ini semua karena eshal Bun coba saja kalo dia tidak menghina kakak mungkin ini gak akan terjadi" ucap Ryu dengan emosi, ia menatap tajam eshal yang tengah menunduk. sedangkan ayahnya langsung menatap sang putra


'maafkan aku kak yang menyebabkan kakak sampai seperti ini' batin eshal


"nak, ayah tak pernah mengajarkanmu berbuat seperti itu apalagi terhadap perempuan ingat nak bundamu juga perempuan jika kau menyakiti kakakmu sama saja kau menyakiti bundamu" ucap ayahnya yang mensehati putranya tersebut


"maaf ayah ini memang salahku" ucap eshal sambil menunduk


"ya memang ini semua salahmu yang dengan seenaknya menghina kakak tanpa berfikir panjang, tak ingatkah kau bahwa kakak tak pernah memarahimu apalagi menghardikmu ingat juga bahwa ka ana yang selalu menurutimu dan memberikan apapun. kemauanmu tanpa mengeluh sedikit pun tapi diluar dugaan kamu malah berbuat hal yang menyakiti kakak hingga kakak seperti ini" ucap Ryu dengan senyum getirnya sementara eshal yang mendengar itu hanya menunduk saja


"agar kejadian ini tidak terulang lagi, aku memutuskan bahwa ana akan tinggal denganku" ucap Qaddafi kakak pertama dari Farzana


"nggak bang, jangan jauhkan aku dari kak ana aku tau aku salah, aku pasti akan meminta maaf dengan Kak ana saat ia sudah siuman" ucap eshal dengan mata berkaca kaca


"ini demi kebaikan ana" ucap Qaddafi, saat eshal akan berbicara seseorang tiba tiba menghampirinya


"permisi" ucap orang tersebut


"eh bang farzan maaf saya lupa kalo masih ada Abang disini" ucap Ryu


"iya gak papa kok" ucap farzan dengan senyumnya


"dia siapa nak" tanya bundanya


"dia orang yang membawa kakak kesini Bu kalo gak ada dia mungkin kakak tidak bisa tertolong lagi. dan ya dia juga katanya mau menikahi kak ana" ucap Ryu membuat semuanya menatap ke arah farzan


"apakah benar begitu nak" ucap ayahnya Farzana


"iya om, saya berniat Menikahi putri om" ucap farzan dengan mantapnya


"baiklah kalo begitu kamu minta restu kepada orang tuamu dulu saat sudah mendapat restu kamu bisa datang kesini dengan mereka serta siapkan juga penghulu untuk menikahkan kamu dengan putriku disini" ucap ayahnya Farzana


"baik om, em apakah pernikahannya tidak menunggu ana sadar saja biar dia juga tau" ucap farzan


"nggak perlu kita laksanakan saja, lebih cepat lebih baik kalo urusan ana biar om yang akan berbicara dengannya saat ia sudah sadar dan mengenai resepsi akan dilakukan jika anak saya sudah sehat" ucap ayahnya Farzana


"baiklah om, kalo begitu saya pamit pulang dulu" ucap Farzan yang diangguki oleh ayahnya farzan, ia pun kemudian mencium tangan orang tua Farzana kemudian ia pun pergi dari sana menuju rumahnya untuk membicarakan mengenai rencananya ini


sesampainya ia dirumah ia pun mengucapkan salam kepada penghuni rumah tersebut


"waalaikumsalam" ucap orang yang ada di rumah tersebut


"sudah pulang nak, mau makan atau mandi dulu" tanya orang tersebut


"aku mau membicarakan sesuatu Dulu Bun baru aku mandi kemudian makan" ucap farzan


"apa yang ingin kau bicarakan" tanya ayahnya farzan


"gini yah, Bun aku mau minta restu untuk menikahi seseorang" ucap farzan


"siapa gadis yang akan kau nikahi itu nak" tanya bundanya


"dia gadis yang kucintai Bun namanya Farzana" ucap farzan


"namanya kok hampir mirip denganmu ya nak dan namanya juga kayak familiar gitu, emang nama panjangnya siapa" tanya bundanya


"hehehe kalo itu aku gak tau Bun lupa gak nanya tadi" ucap farzan sambil cengegesan


"hadeh masa mau nikahin anak orang tapi kamu gak tau nama panjangnya" ucap bundanya


"ya gimana ya Bun orang lagi jatuh cinta jadi ya gak mikir untuk nanyain itu" ucap farzan


"yasudahlah nanti saat bertemu bunda akan tanyakan langsung namanya" ucap bundanya


"kalo seperti itu artinya bunda merestui ku menikah dengannya" ucap farzan dengan raut bahagiannya


"iya nak bunda merestuimu menikah dengannya" ucap bundanya


"ayah juga merestuimu nak" ucap ayahnya


"baiklah yah kalo begitu kita pergi ke rumah sakit sekarang untuk menemui keluarga calon istriku sekalian aku menikahinya" ucap farzan dengan semangat


"apa gak kecepetan kamu nikahnya baru juga mau nemuin keluarganya tapi udah langsung nikah aja" ucap bundanya


"ya gak papa dong Bun kan lebih cepat lebih baik" ucap farzan


"baiklah, sekarang kita pergi menemui mereka" ucap bundanya


"oke Bun Ayuk dah" ucap farzan membuat orang tuanya geleng geleng kepala saja melihat kelakuan putra mereka. mereka pun kemudian langsung pergi menuju rumah sakit untuk menemui keluarga farzana


.


.


.


.


makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu