
ucapan farzan barusan membuat Ryu berfikir dua kali
'ah ya aku ingat dia kan yang selalu ada dimimpiku, apa dia gadis yang telah Allah takdirkan untukku ya' batin farzan
"bolehkan aku menikahi kakakmu" ucap farzan dengan tiba tiba membuat Ryu kaget dibuatnya
"lha mas kan gak kenal kakak saya kenapa tiba tiba mau nikahin kakak saya" ucap Ryu
"sebab saat saya baru melihatnya saya merasa sangat deg deg kan sekali dan itu pun baru pertama kalinya saya seperti ini kepada perempuan" ucap farzan
"kalo mas bener bener serius mas datangin ayah saya untuk minta restu kepadanya" ucap Ryu
"baiklah nanti aku akan menemui ayahmu untuk menjadikan kakakmu sebagai istri saya, jika perlu hari ini juga menikahnya" ucap farzan
"lha ngebet banget mas padahal kalian aja baru bertemu lho tapi kenapa mas sebegitu tertariknya dengan kakak saya" ucap Ryu
"ya mungkin saja memang kakakmu lah jodoh saya itu sebabnya saat saya baru melihatnya, saya langsung tertarik kepadanya. saya gak mau menyatakan cinta sebelum ada ikatan halal diantara kami, kalo saya mengungkapkannya berarti cinta saya palsu atau bisa dibilang tidak tulus" ucap farzan
"hm, begitu ya. ok lah calon mas ipar" ucap Ryu dengan senyumnya
"panggil bang saja biar lebih akrab" ucap farzan
"siyap bang" ucap Ryu
beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit. Ryu pun langsung membopong kakaknya
"SUSTER, DOKTER TOLONG KAKAK SAYA" teriak Ryu membuat seorang suster langsung membawa brangkar
"Letakkan dibrankar mas" ucap seorang suster yang diangguki oleh Ryu, ia pun kemudian meletakkan kakaknya tersebut, suster pun kemudian membawa Farzana ke ICU
"mas mas tunggu di luar saja ya" ucap suster tersebut kemudian menutup pintu ruang ICU, sementara Ryu ia langsung menghubungi abang pertamanya, saat sudah tersambung ia langsung berbicara
"assalamualaikum bang Dafi" ucap Ryu
"waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu, ada apa Ryu. tumben kamu nelfon Abang" ucap orang yang bernama Dafi
"gini bang, kak farzana--" ucap Ryu yang langsung di potong oleh Dafi
"Farzana kenapa, apa terjadi sesuatu kepadanya" ucap Dafi
"kak Farzana kecelakaan bang, dia aku bawa di rumah sakit pelita abadi" ucap Ryu
"APA!!!" teriak Dafi yang terkejut
"nanti aku ceritakan bang, sekarang Abang kesina dengan yang lainnya juga" ucap Ryu
"oke Abang akan kesana sekarang assalamualaikum" ucap Dafi
"waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu" ucap Ryu kemudian sambungan pun terputus
sementara di kediaman keluarga ARSALAN Dafi pun datang dengan terburu buru
"assalamualaikum" ucap Dafi
"waalaikumsalam warahmatullah wabarakatu, kenapa nak kok kamu khawatir gitu" ucap bundanya
"Bun farzana--" ucap Dafi
'bagaimana aku memberi tahu mereka, aku takut mereka akan sedih mendengar ini tapi kalo aku tak memberitahu mereka akan sangat khawatir' batin Dafi
"Farzana kenapa nak" ucap bundanya dengan raut khawatir juga
"Farzana kecelakaan bun" Ucap Dafi membuat kedua orang tuanya syok seketika
"bagaimana mungkin ini terjadi, Farzana tadi baik baik saja. pasti ini salah eshal kalo bukan karena dia gak mungkin Farzana sampai seperti ini" ucap saudara kembar Farzana sambil menatap tajam adiknya tersebut
'ya Allah kak ana, maafkan adikmu yang kurang ajar ini. gara gara aku kakak jadi seperti ini' batin eshal
"apa maksudnya gara gara eshal" ucap Dafi
"nanti saja aku jelaskan bang, sekarang kita ke rumah sakit dulu" ucap saudara kembar Farzana yang diangguki oleh Dafi, mereka pun langsung pergi menuju rumah sakit tempat Farzana di rawat.
.
.
.
.
.
.
makasih yg udh baca maaf kalo byk typo see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu