
Pengenalan Tokoh
farzan ghazal alfarizqi
farzana hayfa arsalan
fadhil muwafiq alfarizqi
anbari hasanah
afkar shidqi arsalan
ariqah fatinah
askana havika alfarizqi
aqmar nadhif alfarizqi
athafariz radeya alfarizqi
ahmad qaddafi arsalan
ezar zhafar arsalan
zayan rafiq arsalan
fazal ilario arsalan
delvin rafisqy arsalan
faizan haidar arsalan
nalendra zavier arsalan
eshal ghasaan arsalan
ryuichi zhafran arsalan
athira laha afaf
sharfaraz maqil shahzaib
azhariah ailani
shafy badar zaydan
.
.
.
.
.
segitu saja pengenalan tokohnya
.
.
.
pagi ini seorang gadis sedang memasak bersama bundanya. saat tengah memasak tiba tiba seseorang datang dari arah ruang tamu.
"PAGI BUNDA DAN KAKAKKU SAYANG" teriak orang tersebut membuat mereka berdua langsung menengok ke sumber suara
"gak usah teriak teriak Ryu ini rumah bukan kandang sapi" ucap gadis tersebut membuat orang yang berada di belakangnya hanya nyengir saja
"hehehe, maaf kak Farzana reflek tadi" ucap orang yang bernama Ryu
"Hm, ngapain kamu disini" tanya gadis bernama Farzana
"mau ngambil cemilan kak" ucap Ryu namun sebelum Farzana menjawab tiba tiba saja seseorang datang dari arah tangga
"assalamualaikum bunda dan kakakku yang cantik" ucap orang tersebut
"kamu juga eshal ngapain disini" tanya Farzana
"udahlah nak biarkan saja mereka kalo mau kesini, asal gak bikin masalah" ucap bundanya
"oh tidak bisa Bun, kalo cowok didapur pasti kalo gak bikin rusuh ya bikin ulah maka dari itu aku harus menanyai mereka dulu saat mereka masuk dapur" ucap Farzana dengan seringainya membuat mereka berdua bergidik ngeri
'gila nih kak farzana bikin merinding aja dengan senyumnya itu' batin Ryu
'serem juga ya kak Farzana ini' batin eshal
"so ngapain kalian berdua di dapur" tanya Farzana kepada mereka berdua
"Hah!! berdua sama siapa kak, perasaan dari tadi aku sendiri deh disini" ucap eshal yang masih tak menyadari keberadaan Ryu disampingnya sebab terlalu fokus kepada Farzana dan bundanya
"tuh sebelahmu" ucap farzan sambil menunjuk ke arah Ryu yang bersandar pada dinding sambil menatap mereka berdua
"lha Lo disini nyet sejak kapan, perasaan tadi hanya mereka berdua deh. kok gue gak merasa ya kalo ada Lo disini" ucap eshal yang kaget dengan keberadaan Ryu
"ESHAL bicaranya dijaga, kakak gak suka kamu bicara begitu kalo sampai kakak denger kamu bicara begitu lagi kakak potong uang jajanmu" ucap Farzana
"kan yang memberikan uang jajan itu ayah bukan kakak, ngapain kakak ngancem aku segala" ucap eshal dengan santainya, saat Farzana akan menjawab ucapan adiknya tiba tiba saudara kembarnya pun datang Farzana yang melihat itu pun tak menghiraukannya ia kemudian langsung meneruskan ucapannya yang tertunda sebab kedatangan saudara kembarnya
"meskipun ayah yang memberimu uang kakak bisa saja bilang ke ayah untuk memotong uang jajanmu" ucap Farzana
"kakak kenapa sih selalu saja mainnya nganceman" ucap eshal yang mulai terbawa emosi sebab ucapan Farzana saudara kembar Farzana yang melihat itu pun memadang dengan eskpresi yang tidak bisa dibaca
'mau buat apalagi dia' batin sang saudara kembar
"eshal minta maaf sekarang juga ke kakakmu" ucap saudara kembar Farzana dengan nada dinginnya
"nggak akan, karena gue gak salah" ucap eshal dengan emosi nya
"udahlah bang Lo minta maaf saja, Lo tau kan kalo selama ini kak ana gak pernah marahin Lo ataupun bentak Lo kalo Lo salah lalu kenapa kau membangkang sekarang dan malah bicara begitu terhadapnya dimana sopan santun Lo kepada yang lebih tua, harusnya Lo itu menghormati kak ana sebagai seorang kakak" ucap ryu
'aku gak tega melihat kak ana sedih, bagaimanapun aku sangat menyayanginya dia itu sudah seperti permata bagiku yang harus ku jaga' batin Ryu
"cih dia itu wanita lemah, masih jauh lebih kuat lelaki ketimbang wanita dan wanita memang ditakdirkan menjadi lemah ingat itu" ucap eshal membuat hati Farzana terluka dengan ucapan adiknya ia pun kemudian langsung pergi sambil menangis, hingga tiba tiba sebuah truk dengan kecepatan tinggi menabraknya saat ia tengah menyebrang. Ryu yang mengejar sang kakak melihat hal itu, ia pun langsung menghampiri kakaknya yang terkulai dengan banyak darah disekujur tubuhnya, ia langsung saja memberhentikan sebuah mobil untuk membawa kakak nya ke rumah sakit
"Mas berhenti, tolong kakak saya" ucap Ryu sambil menangis, saat lelaki yang akan memberikan tumpangan kepada mereka melihat wajah Farzana tiba tiba saja jantungnya berdetak dengan sangat kecang
'ya Allah ada apa ini kenapa jantungku berdetak dengan kencang nya saat melihat gadis tersebut' batin lelaki tersebut
"Mas" ucap Ryu yang menyadarkan lamunan pria tersebut
"E--Eh iya ayo masuk mobil biar saya antar kalian ke rumah sakit" ucap pria tersebut yang diangguki oleh Ryu ia pun kemudian masuk ke mobil bagian belakang setelah masuk ia pun langsung meletakkan kepala kakaknya di pangkuannya
"eshal brengsek, awas aja Lo nanti. kalo sampai kak Farzana kenapa Napa Lo yang akan gue habisin detik itu juga gak peduli mau Lo Abang gue atau bukan gue akan tetap habisin Lo" gumam Ryu yang masih didengar oleh farzan
'jadi gadis yang tertabrak itu namanya Farzana kok namanya hampir mirip ya denganku mending aku langsung tanya saja ke lelaki itu' batin farzan
"Ehm" dehem pria tersebut membuat Ryu menatap ke arahnya
"kenapa mas" tanya Ryu
"saya mau nanya siapa namamu dan nama orang yang korban kecelakaan tadi" tanya pria tersebut
"nama saya Ryuichi Zhafran Arsalan dan yang korban kecelakaan tadi itu kakak saya namanya Farzana Hayfa Arsalan. kalo mas sendiri namanya siapa" ucap Ryu
"nama saya Farzan Ghazal Alfarizqi" ucap lelaki yang beranam farzan
"kok namany hampir sama ya dengan kakak saya, apa jangan jangan kalian jodoh" ucap Ryu dengan sepontan membuat farzan kaget dibuatnya
'masa iya begitu tapi kenapa aku rasa yang diucapin pemuda ini benar ya, sebelumnya aku tak pernah begini dengan gadis manapun baru kali ini saja aku begini kepada gadis yang baru ku temui. wajah gadis ini juga agak familiar tapi siapa ya' batin farzan
"mungkin kakakmu jodoh saya" ucap farzan dengan santainya
.
.
.
.
.
Makasih yg udh baca maaf kalo byk typo nya see you next part guys assalamualikum warahmatullah wabarakatu