fall in love at first sight

fall in love at first sight
eps. 8 penyambutan CEO baru



waktu yang di nanti-nanti semua orang pun tiba, segala sesuatu nya sudah di persiapkan, tinggal menunggu kedatangan sang CEO baru itu, tak lama kemudian pintu pun terbuka, terlihat di sana tubuh kekar tinggi dan tampan, di balut jas berwarna hitam putih, membuat semua wanita tercengang, tak terkecuali vishya.


"omg!!! dia kan orang yang gw liat waktu itu di restoran, yang bikin gw gak bisa tidur gara-gara kepikiran mulu itu orang. " tuhaaan mimpi apa gw semalam , akhir nya doa gw terkabul. "( ucap vishya dalam hati sambil senyum-senyum sendiri).


acara penyambutan pun selesai, semua karyawan kembali bekerja seperti biasa nya. tiba-tiba rasanya vishya kebelet pengen buang air, dengan terburu-buru dia menuju toilet.


."bruuuukkk." (vishya menabrak seseorang)


"lo? ngapain lo disini" (ternyata itu adalah gressa).


"seharusnya gw yang tanya lo ngapain disini. (tanya vishya sambil nyolot dan sedikit menahan ingin buang air).


" songong banget lu ya, asal lo tau gw manager baru disini".


"mampus gw" (ucap vishya dalam hati sekaligus agak ketakutan)


"maaf Bu maaf. " (vishya pun langsung lari karna sudah tidak tahan lagi).


"gak sopan banget jadi orang, awas lu ya. " (berlalu pergi dengan sangat kesal).


vishya pun terus memikirkan bagai mana cara nya dia meminta maaf kepada gressa, karna dia pikir sikap nya udah sangat keterlaluan, dia berjalan kesana kemari sambil berfikir.


"bruuuukkk" (Lagi-lagi, vishya menabrak orang karna emang anak nya sedikit cerobah dan tidak hati-hati)


"maaf maaf".(ucup vishya sambi tertunduk ke bawah dan memegang dahi nya yang terbentur ke dada nya orang yang ia tabrak).


saat vishya melihat wajah nya, itu ternyataa CEO baru tidak lain dan tidak bukan adalah william. vishya pun terkejut, tapi tetap berusaha cool dan tidak menunjukkan bahwa dia bener-bener menyukai william sejak pertama ia melihat nya.


"bapak tidak apa-apa. " (tanya vishya dengan biasa saja, padahal jantung dia seperti mau lari dari tempat nya).


"nggk " (sambil berlalu pergi dan sikap acuh tak acuh).


"astagaaa berdamage banget gak siihh, makin dia cuek makin gw sukaaaa. " tapi-tapi gw juga harus sadar diri dan juga sadar posisi, gak mungkin kan gw bisa dapetin dia, mungkin perasaan ini bakal gw pendem sampe mati. "(grutu vishya dalam hati).


vishya pun langsung pergi menuju ruangan manager, untuk meminta maaf kepada gressa, tentu permintaan maaf vishya tidak di Terima gitu aja, vishya di suruh melakukan hal-hal yang emang di luar ranah pekerjaan vishya, di suruh pel toilet, nyajiin kopi, mijitin dll. vishya pun terpaksa melakukan nya, karna takut di pecat .


"itu manusia apa bukan sii, jahat banget jadi orang. " (grutu vishya, dengan kesal sambil menggosok-gosok wc).


Tapii dia mengingat sesuatu yang membuat hilang seluruh kekesalan nya, yaa dia mengingat kejadian tadi saat menabrak william, vishya senyum-senyum sendirian seperti orang gila karna saking seneng nya.


semua pkerjaan pun telah vishya selesai kan, dan vishya pun pulang ke kostan sempit nya, walau gaji vishya selama beberapa bulan ini sudah cukup untuk membeli rumah, namun vishya memutuskan untuk tidak membeli nya terlebih dahulu.. karna vishya sudah meresa sangat nyaman.