
setelah mengantarkan vishya kerumah nya, Nala pun segera pamit untuk pulang dulu untuk mengambil baju ganti dan meminta izin ke orang tua nya untuk menginap di rumah vishya.
tetapi keadaan tak terduga terjadi, ayah Nala masuk rumah sakit, sehingga nala tidak bisa menemani vishya. dengan keadaan panik Nala pun segera menelpon vishya.
" syaa sorry banget yaa malam ini gw gak bisa nemenin lu, papa gw masuk rumah sakit."
tanpa basa basi vishya langsung menjawab
" yaudah nal gak papa". (langsung mematikan telpon nya)
karna nala ikut menemani ayah nya yang dirawat Di rumah sakit dengan waktu yang lumayan lama, vishya pun sendiri di rumah tanpa ada yang menemani karna hanya Nala sahabat dia satu-satu nya.
Di dalam ruangan yang gelap, di sudut kamar nya, vishya terduduk diam dengan tatapan kosong, ia masih tidak bisa menerima dengan apa yang menimpa nya, dan seketika teringat masa-masa saat bersama nenek nya membuat ia tidak berhenti menetes kan air mata, memikirkan bagaimana ia akan menjalani hidup tanpa satu pun keluarga di sisi nya, dan memikirkan segala sesuatu yang akan menimpa nya didepan sana, yang membuat dia terus memukul kepala nya karna terlalu banyak ketakutan-ketakutan akan masa depan yang akan ia jalani..
Sebulan berlalu, vishya yang dulu ceria kini berubah menjadi anak yang murung dan penuh dengan keputusasaan, dan selalu mengurung diri di kamar. dan itu menjadi perhatian para tetangga nya, sehingga salah satu ustadzah pergi menemui vishya dan menasehati nya.
" Kita lahir dalam satu hari. Kita mati dalam satu hari. Kita bisa berubah dalam satu hari. Dan kita bisa jatuh cinta dalam satu hari. Apa pun bisa terjadi hanya dalam satu hari" begitulah takdir. ini tidak baik terus larut dalam kesedihan, ini sudah jadi ketentuan sang Maha pencipta, kita sebagai manusia harus menerima segala kententuan dari Allah, saya yakin kamu gadis yang kuat, kamu bisa bangkit dari keterpurukan ini, masih banyak orang yang menyayangi kamu. "( seraya memeluk vishya) .
vishya pun menangis di pelukan bu ustadzah, dia menyadari bahwa ini bukan seperti dirinya..
" bu Terimakasih sudah menyadarkan saya, mulai hari ini saya akan memulai kisah saya yang baru, dan mulai menerima, mengikhlaskan semua nya. "(sambil mengusap air mata dan tersenyum)
setelah hari-hari yang menyesakan dada itu berlalu, vishya pun kembali bersemangat menjalani hari-hari nya, ia mulai memikir kan langkah apa yang harus dia tempuh untuk mencukupi kebutuhan nya. Dan ia teringat bahwasan nya orang tua sahabat nya itu mempunyai ternak sapi, dia berfikir siapa tau mereka membutuhkan pekerja. vishya pun langsung menelpon Nala.
" hallo nal, gw mau tanya papah lu, butuh pekerja gak?, gw butuh banget pekerjaan, lu tau sendiri ladang nenek gw udah di jual, gw gak ada penghasilan lain, gak papa deh gw ngurus sapi-sapi punya papa lu itu. "(sambil tertawa tipis)
" nanti deh gw tanyain yah. "( Nala pun langsung bertanya kepada papa nya)
"gimana"? ( saut vishya dengan penasaran).
" kata papah gw jangan syaa, itu pekerjaan laki-laki, kalo mau lo tinggal di rumah gw aja, semua kebutuhan lo, papa sama mama gw yang tanggung lo gausah kerja. pliiiss mau yaa biar kita bisa bareng-bareng disini"( bujuk nala dengan berharap vishya mau menerima tawaran orang tua nya).
" gak bisa nal, gw gak mau ngerepotin keluarga lu, lu tau sendiri gw anak nya gimana, gw paling gak bisa bergantung sama orang lain, kalo masih bisa gw lakuin sendiri gw bakal ngelakuin nya, sekalipun itu sulit bagi gw. (dengan suara tegas, dan penuh penekan).
" yaudah deh lo mah gak bakalan bisa di bujuk, egois".( dengan nada meledek)
"heheh itu lo tau, tapi btw bilangin ya ke orang tua lu thanks banget udah perhatian sama gw. " nanti besok lu bisa gak kerumah gw, ada sesuatu yang mau gw omongin. "
"bisa ko, nanti besok gw kerumah lo.bye" (menutup telpon).
bersambung...!!