fall in love at first sight

fall in love at first sight
eps 5. first love



Tengah malam, Tiba-tiba vishya terbangun dari tidur nya, dia pun bengong menatap langit- langit kamar nya, dan sontak saja teringat dengan kejadian tadi sore di restoran, bukan masalah tentang keributan yang ia lakukan dengan pelanggan, tetapi ia mengingat sosok yang ia tatap begitu lama, yang membuat ia tertegun sejenak , yaa vishya terpesona oleh ketampanan William dan juga sikap dingin nya..


"ahhh ko jadi kepikiran orang itu sih." (ucap vishya sambil mengacak-acak rambut nya)


"ko ada siih manusia setampan itu, dia siapa ya? ahhh lama-lama aku stress kalo gini teruss (vishya berbicara sendiri , dan otak nya yang terus tanpa henti mengingat sosok tampan yang tadi sore dia lihat).


pagi yang cerah pun datang, terdengar burung-burung berkicau dan sinar matahari yang perlahan-lahan meyilaukan mata , vishya pun terbangun dari mimpi indah nya, dengan keadaan tersenyum dan ada harapan dalam hati nya agar bisa bertemu dengan orang itu lagi..


"ya Tuhann semongga engkau mempertemukan aku dengan orang itu lagi( ucap vishya sambil berjalan ke kekamar mandi, dan siap-siap untuk berangkat bekerja).


vishya pun tiba di restoran tempat ia bekerja, namun tanpa di sangka dia harus di pecat karna kemarin sudah membuat keributan.


"vishya kamu ini gila yah, kenapa kamu bikin keributan kemarin, reputasi restoran ini menurun gara-gara pelayan gak becus kaya kamu. " (ucap sang meneger dengan nada tinggi dan emosi yang meluap-luap).


"saya minta maaf Pak, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi. " (ucap vishya sambil menahan emosi nya).


"saya tidak mau tahu mulai hari ini kamu di pecat. " ( ucap manager sambi melangkah pergi meninggalkan vishya).


"tapi pak".( vishya berhenti berbicara, dengan wajah murung ia pun keluar dari restoran tersebut).


Dengan hati kecewa, marah, bingung, yang terus bergejolak di kepala nya, ia menyusuri jalan sampai matahari mulai tenggelam, dia seperti kehilangan arah, pulang pun rasa nya enggan, bagaimana tidak, sumber pnghasilan nya kini tidak ada lagi, pulang kampung halaman nya pun rasa nya percuma, karna tidak ada siapa-siapa yang menunggu, sedang ia tidak mau merepotkan sahabat nya itu.. untuk bercerita musibah yang sedang di alaminya pun, dia tidak bisa, karna takut membuat nala sahabat nya itu khawatir.


"hallo bu selamat malam. " ( ucap vishya setelah ibu-ibu menjawab telpon vishya?


"iya selamat malam, ini dengan siapa? ( dengan bingung karna nomor nya tanpa nama)


"perkenal kan bu nama saya vishya, yang waktu itu di pinggir jalan, ibu kasih nomor ke saya. "


"ohh kamu yang uda nyelametin saya ya?


" iyaa bu, mohon maaf sebelum nya mengganggu bu, kalo tidak sibuk bisa tidak kita bertemu, ada suatu hal yang mau saya bicarakan".


"bisa bisa, nanti besok saya hubungi ya. "


setelah telpon di tutup, vishya pun merasa sedikit lega, seperti ada harapan kembali, karna melihat penampilan ibu-ibu itu, vishya berfikir kalo ia pasti orang kaya.


"gak papa deh jadi pembantu juga yang penting gw punya penghasilan. " ( berucap pada diri sendiri, dengan penuh harapan)..


bersambung..