
Nama: Rafailla Thavishya( Vishya)
umur : 21 tahun
mempunyai keperibadian yang humble, ramah, bar-bar tapi tetap sopan dan elegant. paras nya yang cantik tapi galak dan sedikit norak.
Nama : Aiden William Abhivadya ( William)
Umur: 25 tahun
Pria tampan penuh pesona, pria kulkas 10 pintu ini merupakan anak tunggal dari CEO perusahaan ternama, William lulusan universitas Harvard, dan akan mewarisi perusahaan ayah nya.
Nama : kyomi shayinala ( nala)
umur : 21 tahun
nala merupakan sahabat vishya sejak kecil, sifat nala justru kebalikan dari vishya, selain anak orang kaya nala juga mempunyai sifat yang pendiam dan tidak suka banyak bicara, sedikit cengeng dan manja.
Nama: Dayana Gressa (Gressa)
umur : 25 tahun
dayana merupakan mantan pacar william, dayana wanita yang terobsesi kepada wiliam, wanita licik ini akan mengahalal kan segala cara untuk mendapatkan apapun yang di ingin kan nya.
Nama : Arkan Hafizh alanka(Arkan)
umur : 24 tahun
arkan merupakan sahabat wiliam sejak SMA, arkan merupakan pengacara tampan, memiliki kepribadian yang baik dan jujur.
umur : 22 tahun
Qaila merupakan gadis cantik dan kaya, dia lulusan universitas kairo mesir, dia anak tunggal dari sahabat ayah wiliam, bukan hanya cantik dan kaya Qaila juga gadis yang baik hati.
Kisah ini di mulai dari nenek vishya meninggal dunia karna faktor usia dan sering sakit-sakitan, sehingga membuat vishya terpuruk dan menangis sejadi-jadi nya, mengingat ayah dan ibu nya yang terlebih dulu meninggal kan nya, dan sekarang nenek nya pun harus pergi meninggal kan nya sendirian. kini vishya menjadi anak sebatang kara tanpa satupun keluarga disisi nya, kini yang tinggal hanya sahabat nya yaitu nala yang selalu ada menemani vishya.
proses pemakaman pun di mulai, seraya di iringi jerit tangis vishya yang masih belum rela di tinggal nenek nya, tanah pun mulai menutupi seluruh tubuh nenek nya vishya pun mulai terpuruk lemas tak berdaya dan duduk di tanah dan berkata sambil menangis.
" nek,, kenapa nenek meninggal kan vishya secepat ini, kan nenek tahu vishya tidak punya siapa-siapa selain nenek, nenek kenapa ninggalin vishya"... ( dengan suara ter sedu-sedu dan air mata yang terus bercucuran)
nala yang tidak tega melihat vishya menangis langsung memeluk nya dan memenangkan vishya.
"udah sya ikhlasin yaa, lu yang kuat, yang sabar syaa"..
sambil menatap nala, dan memegang pundak nya vishya berkata.
" nal gw harus apa sekarang, gw udah gak punya siapa-siapa, padahal nenek udah janji sama gw bakalan nemenin gw samapai gw nikah dan punya anak, kenapa nenek ingkar janji nal, gw harus apa gw harus gimana sekarang, rasa nya gw gak sanggup lagi buat hidup. "
mendengar perkataan vishya nala pun ikut menangis sejadi-jadi nya sontak semua orang menoleh ke arah mereka dengan tatapan prihatin.
nala pun kembali memeluk vishya se erat-erat nya dan terus menenang kan vishya.
" jangan ngomong gitu syaaa,lo masih punya gw, dan gw bakalan selalu ada buat lo, ini udah takdir syaa dan lo harus ikhlas menerima ini semua, Tuhan tahu mana yang terbaik buat hamba nya"..
setelah mendengar perkataan nala, vishya pun sedikit tenang dan mulai melepas pelukan nala, dan kembali mengahadap ke kuburan nenek dan menatap nya dengan mata yang masih mengeluarkan air mata namun sudah tidak lagi bersuara, dan sesekali mengehela nafass panjang berharap sedih nya sedikit mereda.
hari pun sudah sore, Orang-orang yang mengantar pemakaman nenek sudah pulang kerumah nya masing-masing, hanya tersisa mereka berdua yang masih duduk terdiam di pinggir kuburan. Nala pun mengajak vishya untuk pulang karna hari sudah mulai gelap.
"syaa ayoo pulang, ini udah mau magrib, kita do'ain nenek nya di rumah aja yaa"..
vishya pun mendengarkan perkataan nala, dan mereka pun kembali kerumah vishya..
bersambung..