Ex Hero

Ex Hero
Episode 6 Emerlan



Kota Emerlan pedagang yang pernah mampir di bar hutan kematian yang di jalankan oleh Deva seorang mantan pahlawan, Afun menceritakan kepada teman temanya di guild dagang bahwa disana ada bar yang memiliki minuman dan masakan yang sangat lejat. Sontak cerita Afun mengundang banyak pendengar, mereka setengah tidak percaya bahwa mantan pahlawan tersebut membuat sebuah bar di tempat yang sangat menakutkan, wilayah itu juga memiliki hukum sendiri karena para raja memberikan wilayah tersebut dengan sebutan hutan kematian sesuai dengan namanya bisa di bilang itu adalah sebuah negara kecil.


" Deva mana pakaian kotor mu " tanya Elia


" Kenapa ? "


" Aku akan mencucinya "


" tidak tidak, biarkan aku saja yang mengurus pakaian ku "


" Udah gak apa, ini pekerjaan wanita " Elia


" Begitu ya "


" Iya"


" Tapi kan bisa menggunakan sihir "


" Sebatas mana sihir dapat membersihkan serat serat kain ? " Elia


" Benar juga sih, kalo begitu aku akan melihat pekerjaan para golem untuk memperbaiki jalan "


" Sana gih " Elia


Elia di temani oleh kedua anaknya dan mereka terlihat sangat gembira, senyuman mereka itu sudah cukup bagi Deva, dan ia melanjutkan pengawasanya lewat penglihatan sihirnya, para golem tadi terus bekerja memadatkan tanah lalu boneka sihir memasang cristal Urs. setelah mengawasi bahwa para golem dan boneka sihir berjalan seperti biasanya Deva menyapu barnya agar terlihat bersih jika pelanggan datang ke tempatnya.


" Sepertinya aku harus membuat makanan yang manis untuk anak anak itu " Deva tersenyum


ia pun kembali ke kelemari penyimpanan di dapur untuk membuat beberapa sarapan dan makanan yang manis, dengan penuh senyum Yuuya menyalakan api dari cerobong asap terlihat dari tempat Elia sedang asik mencuci. Elia terus tersenyum sendiri sedangkan kedua anaknya malah saling berpandangan melihat tingkah ibunya yang aneh tidak seperti biasanya.


Setelah selesai, suara kedua anak itu terdengar sangat ramai, dan mereka sedang asik bermain, Deva melihat dari balik jendela. dan Elia sedang menjemur pakaian.


" Elia " panggil Deva


" Ada apa Dev ? "


" Jangan terlalu cape ya "


Air sudah mendidih, Deva mulai memasukan berbagai macam sayuran termasuk jamur yang memiliki rasa yang gurih, lalu potongan daging ayam chimera yang sudah di bersihkan.


" Kalian sebentar lagi sarapan jadi, jangan lupa mandi, sikat gigi, dan cuci tangan yang bersih "


" iya Om ! "


Deva tersenyum masam saat kedua anak kecil itu menyebutnya om, sedangkan Elia tersenyum ke arah Deva, dan Deva membalas senyumanya, Deva kembali memasak dan ia pun mengacak acak rambutnya.


" astaga apa yang aku pikirkan ! " gumam Deva dalam hati


Di kota Emerlan Afun membeli beberapa potong kain, dan rempah rempah karena ia akan melewati jalan tersebut untuk mengatar pesanan dari Deva, termasuk pakaian anak anak dan wanita dewasa. Afun merasa ada potensi yang bagus jika ia membuka usaha disana tapi ia masih belum tahu itu apa, Berita tentang bar hutan kematian menyebar dengan cepat bahkan ke telinga raja dan raja sangat senang mendengar bahwa Deva salah satu pahlawan melanjutkan usahanya dalam mengembangkan hutan kematian.


" Aku ingin pergi ke hutan kematian " ujar seorang elf


" Untuk apa pergi kesana tidak akan ada yang akan membeli obat mu "


" Setidaknya aku bisa hidup tenang disana "


" Tapi apa kamu memiliki ijin ? "


" Aku akan memintanya bukan "


Afun mendengar percakapan dua orang elf


" Hutan kematian seperti oasis di tengah gurun pasir yang sangat mematikan " Afun