
Sambil soup daging ku matang, aku pun membuka pintu rumah makan ku, dan aku melihat tiga orang di bawah pohon di luar dari cristal Urs yang aku pasang untuk mengusir monster.
" hei kalian disana berbahaya ! " teriak ku
Namun ketiga orang itu hanya diam, ini sangat merepotkan, aku pun segera berlari ke depan aku dapat merasakan mereka bukanlah monster, aku pun menggunakan sihir cahaya untuk penerangan dan ternyata mereka adalah ras srigala perak dengan dua orang anak yang memegang erat tangan wanita dewasa, mungkin dia adalah ibunya.
" Ayo cepat berteduh nanti kalian sakit " ujar ku
" Tuan.... "
Melihat ke adaan mereka, aku menyadari ada kalung perbudakan, dan tubuh mereka sangat kotor terkena lumpur, dengan perlahan mereka bangkit dan mengikuti ku, untung saja ini masih gerimis belum lebat, aku yakin hujan akan turun sangat lebat, Baru saja setengah jalan ternyata hujan turun dengan sangat lebat, aku segera berlari menuju rumah makan ku yang sederhana, tapi mereka enggan masuk, tubuh mereka di guyur air hujan.
" Apa yang kalian lakukan cepat masuk " Pinta ku dengan nada lantang karena suara hujan
" Tapi tuan, tempat anda sangat nyaman dan bagus, saya dan kedua anak hamba sangatlah kotor "
" Semua bisa di bersihkan cepatlah masuk, aku tidak ingin kalian sakit dan itu akan menambah merepotkan untuk ku "
Aku pun teringat akan sihir api, air dan angin yang dapat aku gunakan.
" Tunggu sebentar kalian berdiri di depan pintu " pinta ku
Tatapan wanita tadi bersama anaknya terlihat sangat sedih dan mereka sepertinya sudah terbiasa lalu mereka mengikuti perintah ku. Aku menggunakan sihir dengan kombinasi element tadi, pertama sihir air yang membasuh tubuh mereka begitu juga pakaian mereka, lalu angin dan api dengan menciptakan udara hangat yang dapat mengeringkan tubuh dan pakaian mereka.
" Nah kalian sudah bersih " ujar ku
" Terimakasih tuan, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih " ujar wanita tersebut
" Terimakasih tuan " sahut kedua anaknya serentak
" Ayo masuk diluar sangat dingin " aku tersenyum
Mereka terus berdiri malah duduk di atas lantai
" Tunggu apa yang kalian lakukan !? " ujar ku
" Kami budak di larang untuk duduk di atas kursi, di tambah kursi dan meja tuan sangat bagus dan terlihat sangat mahal "
" Ah maafkan aku, aku hanya melihat belenggu di leher kalian " ujar ku
Wanita tadi pun menenangkan kedua anaknya.
" Maafkan aku ya " aku meminta maaf dengan tulus berkali kali hingga mereka berhenti menangis
Dengan sikap ku barusan aku merasa sangat bersalah.
" Tenang saja, aku tidak akan menyakiti kalian, dan nona bolehkah aku menyentuh belenggu perbudakan itu ? "
Ia pun menganggukan kepalanya tanda setuju, aku mengalisa mantra perbudakan yang ada di belenggu leher mereka, lalu aku pun menyentuh kalung besi yang melingkar di heler mereka, dan kalung perbudakan pun terlepas, wanita yang ada dihadapan ku pun terkejut, lalu aku lanjutkan kepada dua anaknya.
" Nah kalian sudah bebas " ujar ku
Tiba tiba saja ia bersujud kepada ku,dan memintanya untuk tidak bersikap seperti itu,memang ras beast seperti mereka banyak di jadikan budak oleh pemburu budak, dari awal aku tidak menyukai namanya perbudakan, sayangnya hal tersebut urusan sebuah negara jika perbudakan di hapuskan banyak industri yang tidak akan bisa bergerak dan pastinya ada namanya balas dendam terhadap mereka yang di perlakukan tidak adil selama menjadi budak, namun setidaknya di wilayah ku tidak ada namanya perbudakan.
" Pertama kalian di larang sujud kepada siapapun termasuk kepada ku, lalu apa kalian semua tega, aku membuat kursi yang bagus begitu juga dengan mejanya agar siapapun bisa duduk dengan nyaman "
" Maafkan kami "
" Lain kali jangan lagi "
" Iya "
Aroma soup yang aku buat tadi pun mulai tercium dengan aora wangi dan aku segera ke dapur dan mulai menghindangkan makan malam untuk mereka. Sekalian aja ku bawa panci besar tersebut, dan beberapa mangkok, lalu air minum yang segar untuk menemani makan malam kami. Dan saat itu aku tersenyum melihat mereka, dan mereka hanya memandangi mangkok soup mereka tanpa menyentuhnya sama sekali.
" Kenapa apa tidak enak ? " tanya ku
" Tidak sopan jika tuan tidak makan duluan "
AKu pun menarik nafas dalam dalam dan menghembuskanya secara perlahan
" Dengar ya, di wilayah hutan kematian ini, Aku adalah penguasanya dan di wilayah ku tidak ada namanya perbudakan, dan sekarang ayo kita makan "
Mereka pun makand engan sangat lahap, aku rasa mereka pasti kabur dari pemilik mereka, melihat tubuh mereka yang penuh bekas luka setelah makan ini aku akan menyembuhkan tubuh mereka.