
Enjoyyyy
🧚♀️🧚♀️🧚♀️🧚♀️
Jam 20.00.
Ilona dan keluarganya sedang berkumpul di ruang Tv.
"Kamu jadi mau kemana kuliahnya kak?" tanya Gustin.
"Mau di Luar negri pahh" Ilona.
"Ya udah nanti papah daftarin" Gustin.
"Papahhhhh" Kesal Ilona.
"Iya iya,papah bercanda" Gustin.
Ilona kesal karna papahnya lupa akan keinginannya yang ingin masuk universitas dengan kerja keras dirinya sendiri.
"Kamu tuhh ya,anehh kak.papah masih mampu kali kak ngebiayain kamu buat kuliah dimanapun tanpa beasiswa tapi kenapa kamu malah milih buat make beasiswa" Okta.
"Iya Ilon tau,tapi ilon mau hidup mandiri mahh,dan ga bergantung terus sama papah sama mamah" Ilona.
"Adik kakak udahh gedeee yaa" Adri memeluk,dan menaruh kepala ilona diketek nya.
"Kakakkkkkk....Bauuuu" Teriak ilona dengan kesal.
Adri melepaskan pelukannya lalu cengengesan.
"Ya udahh terserah kamu aja.tapi kalo ada apa apa kamu langsung kasih tau papah sama mamah yaa,papah sama mamah bakal bantu" Okta.
"Iya mamah" senyum Ilona.
"kamu sih mau kemana de?" tanya gustin ke Jovan.
"Papahhhh...aku udah gede jangan panggil de de" Kesal jovan.
"Enggaa.menurut papah sama mamah kamu masih kecil" Gustin.
"Aku itu udah kelas 2 SMA mah pah..kecil dari mana nya coba?" Kesal Jovan.
"Iya iya,anak papah udah pada gede gede ya" Gustin.
"Aku mau ngelanjutin di luar negri juga ya mah pah" Senyum menggoda Jovan.
Gustin dan okta menatap tajam kearah Jovan,karena tidak setuju.
Jovan yang ditatap seperti itu langsung mengangkat kedua tangannya keatas tanda menyerah.
"Iyaa ampunnn,engga kok.jo mau kuliah di universitas sama kak adri aja" Jovan.
"Awas kamu kalo berani kuliah diluar negri" ancam Okta.
"Iya mahhh" Jovan menunduk sambil menurunkan kedua tangannya.
Gustin dan Okta sebenarnya tidak akan setuju jika ketiga anaknya berkuliah diluar negri.Terutama Okta,dia tidak akan rela dan tidak mau jika berjauhan dengan anak anaknya.Saat Ilona memberitahunya ingin kuliah diluar negri okta sangat sedih,gelisah,khawatir,dan marah.Ia kembali berbicara kepada ilona agar ia berkuliah di jakarta saja agar dirinya bisa dekat dengan ilona.Namun Ilona bersikeras untuk tetap pada impiannya.
Ilona juga tidak lupa memberitahukan kepada kedua orang tuanya itu bahwa ia ingin masuk kuliah dengan jalur beasiswa.Gustin dan okta terkejut dan heran terhadap Ilona,bagaimana bisa anaknya mau masuk kuliah dengan jalur beasiswa sedangkan dirinya masih sangat sanggup dan mampu membiayai ilona.
Setelah dibujuk bujuk beberapa hari,akhirnya Okta dan gustin setuju dan mendukung pilihan ilona.
"Ya udah kalian juga balik kekamar sanah" suruh Gustin kepada Ilona dan jovan.
"Engga ah,aku ga ngantuk" Ilona.
"Jo juga ga ngantuk" Jovan.
"Ya udah.mamah sama papah duluan ke kamar ya" Okta berdiri disusul dengan Gustin.
"Iya.Selamat malam mahh pah" Ilona dan jovan.
"Night Too" Gustin dan okta berlalu pergi.
Kini di Ruang Tv hanya ada Ilona dan jovan.
"De" Ilona.
"Jangan panggil aku dengan embel embel De" jovan.
"mmmmhhh..ya udah dejo oke?" Saran Ilona.
"Apaan dejo?" tanya jovan.
"Dede jovan" Tawa ilona pecah.
Jovan kesal dengan kakak kedua nya itu,ia mengambil bantal sofa lalu memukul kepala kakaknya dengan bantal sofa.
"Awww" Jerit Ilona.
"Kamu berani mukul kakak?" Tatapan tajam Ilona.
Jovan menaruh kembali bantal sofa nya.dan langsung menunduk takut.
"ya habisnya kakak ngece aku gitu" Jovan.
"iya iya deh.kakak minta maap" Ilona.
"gitu dong.yang salah harus minta maap" Jovan.
Ilona memutar bola matanya pertanda malas.
"Main Toktik yu de?" Ilona.
"Jo kak jo bukan de" Jovan.
Ilona menatap tajam kembali jovan.
"Iya iya deh terserah kakak.lagu apa?" tanya Jovan.
"bentar,kakak cari dulu" Ilona membuka apk toktik di hp nya dan mencari lagu yang pas.
Setelah menemukan lagu yang pas,Mereka bermain toktik dengan judul lagu dan hastag #Siblinggoals.
Sudah puas bermain toktik mereka kembali kekamar nya masing masing karena waktu sudah memunjukkan pukul 22.00 malam.
Jangan Lupa
Like,Follow,Rate,Komen dan Love
Selamat membaca episod selanjutnya❤