Diverse | Jungwoo

Diverse | Jungwoo
Chat



⛱⛱⛱⛱


Ruang seni


sekolah


"Ibu harus pergi karena ada urusan mendadak, kalian selesaikan tugas sketsa kalian dan kumpulkan di ketua kelas!" Pamit guru seni sambil berjalan meninggalkan kelas


"Ji gambar apa ini?" Sambil menunjuk kanvas milik jiah


"Gambar itulah!" Aku langsung liat bahan sketsa yang di beri tugas oleh guru seni meskipun berdeda jauh dari contoh, lebih baik iyain saja gambarnya dari pada kena sembrot mulut jiah


Hampir lupa kalau aku tadi ada messege line yang belum di buka


Drrrrtt~


Baru aja mau buka udah ada notification lagi


Line new messege notification


______________________________________________


LINE


Hyunj


P


P


P


Hyunj


P


Hongjoo


Siapa?


Hyunj


Adik kelas


Hongjoo


Ohh ada apa?


Hyunj


Gakpapa sih kak cuman mau kenalan


Hongjoo


Ohh boleh


Tau ini siapa kan


Hyunj


Ya taulah makanya aku chat juga


Hongjoo


Ohh iya yah, tau line ku dari siapa de?


Hyunj


berasa seperti anak kecil,


Dipanggil panggil ade


Hongjoo


Maaf kan gak tau nama


Hyunj


Hwang Hyunjin


______________________________________________


"Ada apa?" Tanyaku


"Sebenernya ada yang mau kita tanyakan kak" salah satu dari mereka berbicara yang ternyata adik kelas


"Nanya apa?" Tanyaku


"Kakak beneran pacarnya kak jungwoo?" ucap salah satu dari mereka


Pertanyaan ini membuat ruang seni seketika berubah menjadi hening, mungkin ini pertanyaan sensitif makanya seisi kelas jadi sunyi. Sebelum aku menjawabnya tiba tiba saja aku teringat perkataan jungwoo padaku saat berada dilapangan basket sebelumnya


Ayo pacaran!


Apa kamu benar Benares ingin melakukannya? Bercanda


*episode terbawa suasana


"Bukan" jawabku


"Emm?" Tanya mereka lagi yang sepertinya meragukan jawabanku


"Kita tidak pacaran" ucapku lagi untuk memperjelas


Setelah puas dengan jawabanku mereka pergi kembali kekelasnya dan aku kembali ke tempat dudukku. seisi kelas terlihat heran melihatku, mungkin mereka heran karena aku baru mengatakannya sekarang bahwa aku bukan pacarnya jungwoo. Aku pikir setelah aku mengatakan aku bukan pacar jungwoo mereka akan berhenti membicarakanku tapi ternyata dugaanku salah, fakta tak merubah semuanya menjadi semula. Aku akui kim jungwoo memang berbeda, dia bukan orang biasa


Keesokan harinya~


sekolah


Karena ada pertandingan bola basket antar sekolah, semua siswa wajib menonton dan mendukung sekolah kita. Jujur saja aku males kesekolah sekarang kalo bukan karena jiah mungkin sekarang aku sudah bolos wkwk. Aku dan jiah menonton dari kejauhan lebih tepatnya aku duduk dikursi paling belakang


"Jungwoo masuk tim inti lagi? Kenapa dia tidak masuk ke tim basket aja coba?" Jiah


"Hahh maksudnya? Dia masuk tim inti tanpa masuk klub gitu?" tanyaku


"Lebih tepatnya dia gak punya kegiatan klub" jiah


Ohhh kim jungwoo melakukan dunk dan shoot bola masuk kekeranjang dengan mulusnya – komentator


Dia memang hebat, dia terlihat sempurna, dia seperti bisa melakukan apa saja. Aku berharap dia tak menemukanku disini tetapi apa yang aku harapkan malah sebaliknya, dia malah melihat ke arahku dari kejauhan dalam waktu lama. Time out sudah wasit katakan tapi dia malah terus terusan melihat kearahku seperti disengaja. Kenapa dia? Itulah yang aku pikirkan, saat dia melihatku jujur saja dia melakukan itu seperti memberikan beban yang berat untukku sekarang


/Itu orangnya?/Gak punya malu/Lah aku pikir cantik/Jungwoo oppa mungkin kaget melihat dia disini/Emm bener pasti itu alasannya diliatin terus/


Dari awal seharusnya aku tak pergi kesekolah kan? Aku menyesali apa yang aku lakukan sekarang


"Aku bersyukur bukan jungwoo yang bilang bahwa kamu bukan pacarnya" jiah


"Kenapa?" Tanyaku


"Kalo jungwoo yang bilang, mungkin kamu akan di fitnah ngaku ngaku jadi pacarnya jungwoo" jiah


"Yang bener??" Tanyaku sambil terkejut dengan ucapan jiah


mulut adalah sumber api, ucapan adalah bara. Sekarang aku baru paham arti dari kalimat tersebut, mulut seseorang sama berbahayanya dengan pembunuhan. Aku sangat menghormati orang orang yang berfrofesi dibidang hiburan karena merekalah yang sering mendapat kritikan dibanding saran, lebih banyak hujatan dari pada pujian, lebih banyak celah salah jika ada kesalahan.


"Bukannya mau keperpus nyari buku sains?" Jiah


"Ohiyah hampir lupa"


"Yaudah sana! Pertandingannya juga membosankan" jiah


"Gak ikut?" Tanyaku


"Gakusah makasih, liat buku aja udah pusing" jiah


"Ji apa kamu tau hyunjin? Dia adik kelas"


"Tau , kenapa emang?" jiah


"Kemarin dia ngechat"


"Ya baguslah bisa dekat sama adik kelas" jiah


"Benarkah??" Aku tersenyum tipis lalu pergi keperpus tanpa jiah


Aku berjalan memasuki gedung sekolah lalu berjalan melewati beberapa lorong koridor yang terlihat berbeda jika tidak ada siswa siswi, biasanya ramai tapi sekarang malah sepi tak seorangpun ada di lorong lorong kelas karena ada pertandingan bola basket


Writing by HONG