
⛱⛱⛱⛱
"Apa kamu mengenalnya? Wanita yang nembak jungwoo?"
"mana mungkin aku mengenalnya" ucapku
"Kalian satu smp" jiah
"ohh benarkah?" tanyaku tak percaya
"Kalian saling follow di instagram" jiah
"apaaaa????"
"Ini! Joo yolbi" Jiah menunjukan profil instagramnya
Sebenarnya aku tidak terlalu memperhatikan joo yolbi waktu pertama kali melihat dia tapi saat tadi jiah menunjukan fotonya, dia benar benar cantik.
"wanita di smpku sangat banyak, mana mungkin aku mengingatknya satu persatu" ucapku. melihat profilnya bukankah dia sangat cantik? pastilah diterima sama jungwoo, apalagi mengingat senyumannya yang kemarin
"Makanya sekolah itu berbaur bukannya main sama buku aja!" Jiah
"Aku berbaur dengan yang lain, faktanya kita berteman kan?"
"Sekarang aku penasaran, kamu smp seperti gimana?" Jiah
banyak yang telah terjadi di saat masa smpku, itulah kenapa aku aku tidak terlalu mengingat orang orang yang ada di sekolahku ataupun orang terdekatku dan bahkan aku tidak punya teman saat smp
Jiah sudah keliatan seperti stalker, tahu beberapa banyak orang lain termasuk jung jaewon terus joo yolbi wanita yang menembak jungwoo. Tapi kenapa dia taktau apapun tentang jungwoo? Atau mungkin jiah sudah tau tapi dia perpura pura tidaktau agar jungwoo tetap dekat seperti kata hyunjin "Karena saat kamu tau tentang dia, dia akan pergi" – hyunjin *episode 17. tentang mereka. mungkin saja kan
"Hongjoo? Besok minggu mau kemana?" Jiah
"Tidak kemana mana mungkin"
"Bagus, besok temenin aku ke taman hiburan lotte world oke?"
"mau apa? Kamu bukan anak kecil lagi?"
"Aku anggap iyah" ucap jiah sambil pergi meninggalkanku bahkan sebelum aku menjawab iya atau tidak menemaninya
Keesokan harinya~
Lotte World, Seoul Korea
pada akhirnya aku kesini menemani jiah, karena jiah sudah tiba dirumahku 2 jam sebelum kita kemari untuk menjemputku
"Ji sebenarnya kamu apa sih kesini?"
"Cari hiburan lah, masa aku disini mau mulung" jiah
"Jirrrr mulung😂"
"tadinya aku mau mengajak hyunjin kesini tapi karena aku melihatnya memegang beberapa tiket aku jadi tidak mengajaknya karena aku pikir dia akan nonton bersama teman temannya, tapi anehnya dia berangkat dengan memakai seragam" Jiah
"Di hari libur gini? Dia pakai seragam? Seragam sekolah?"
"Disini juga banyak yang pakai seragam" sambil nunjuk wanita yang sedang selfie dengan memakai baju seragam
"Ohh iya" ucapku menerima reallity
Awalnya jiah selalu bertanya dulu sebelum naik wahana, tapi beberapa saat kemudian jiah selalu membawaku naik wahana tanpa bertanya perdapatku. Entah berapa kali aku naik berbagai macam wahana hari ini, kalau sudah main dengan jiah harus dicoba satu persatu wahana yang ada.
"yang ini tidak ji" ucapku kepada jiah saat jiah menarikku untuk mengantri di wahana histeria, karena aku takut menaikinya
"Kenapa? Jangan bilang kamu takut?" jiah
"Aku tidak suka ketinggian, aku tungguin di resto deket sini aja yah?" Sambil menunjuk salah satu resto dengan outdor yang cukup dekat dengan wahana ini
"Yaudah kamu tungguin disana bersama hyunjin ya?"
"Hyunjin?" Tanyaku sedikit bingung
"Oke" suara pria, dari suaranya ini suara hyunjin saat aku melihat kebelakangku ternyata benar ada hyunjin yang sedang bersama 2 teman temannya
setelah itu jiah pergi menaiki wahana histeria bersama 2 teman hyunjin tadi, dan aku pergi menuju ke resto tadi bersama hyunjin
"tunggu disini! Aku pesan dulu makanannnya, kamu mau makan apa?" Hyunjin
"Samakan saja seperti kamu" ucapku
"tidakada makanan yang sama sepertiku" hyunjin tersenyum lalu pergi untuk memesan makanan. melihat hyunjin tersenyum lagi padaku
"Yang tadi temanmu?" Tanyaku saat hyunjin sudah kembali setelah memesan
"Minho dan seungmin? Ohh iya" hyunjin
"Kenapa tidak naik wahana itu bersama temanmu, apa kamu tidak suka wahana seperti itu?"
"Suka, sangat suka" hyunjin
"Terus kenapa?"
"aku menemanimu disini" hyunjin
"Ohh iya aku lupa" ucapku sambil melihatnya, mencoba untuk melihat perbedaanya yang sekarang dan dulu untuk memastikan bahwa dia tidak berubah. Entah kenapa dia terlihat sedikit berbeda
"Kenapa melihatku seperti itu? Apa ada sesuatu diwajahku?" Hyunjin
"tidak, hanya saja hari ini kamu terlihat berbeda"
"Berbeda seperti apa?" Hyunjin
"Entahlah" ucapku sambil membantu pegawai resto menata makanan yang baru saja datang
"Buku yang aku berikan saat kita starfield library, apa sudah dibaca?" Hyunjin
"Udah sih, tapi belum sampai tamat" ucapku sambil melahap makananku
"bagaimana bukunya?" Hyunjin
"Bagus, buku ini membuatku penasaran dengan pesan pesan dan makna yang tersembunyi oleh penulis"
"Syukurlah, jeongin bahkan membacanya lebih dari 10 kali untuk memahami makna tersembunyi penulis" hyunjin
"Sepertinya dia sangat suka buku ini, tapi kenapa kamu memberikan buku yang disuka jeongin?"
"apa kamu mau melihat jeongin??" tanya hyunjin secara tiba tiba
Writing by HONG