Diverse | Jungwoo

Diverse | Jungwoo
Pulang



⛱⛱⛱⛱


"sebenarnya apa yang kamu pikirkan?" suara pria


"Tidakpa-" ucapanku tiba tiba terhenti saat menyadari bahwa yang bertanya itu suara pria, aku langsung asal suara itu berasal dan melihat siapa yang dipinggirku sekarang.



tenyata orang itu adalah jungwoo? KIM JUNGWOOO??


"kenapa?" tanyaku secara tiba tiba kepada jungwoo sambil melihat sekeliling arah kantin, ternyata kantin sekarang ramai ramainya apalagi para wanita yang sekarang sedang membicarakanku lagi karena jungwoo ada disebelahku saat ini


"kenapa apanya?" ucapnya sambil makan dengan santai disampingku


"kenapa kamu disini?" tanyaku


"karena aku sekolah disini" jungwoo


"bukan itu maksudku, sedang apa kamu duduk disebelahku?" tanyaku gugup


"kelihatannya?" jungwoo


"EHEMMMM! Sepertinya aku mau ke toilet dulu" ucap jiah sambil berdiri dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan kita berdua dimeja kantin


"apa yang kamu pikirkan? Sampai melamun seperti itu?" jungwoo bertanya ini saat melihat jiah sudah pergi


"aku tidak melamun" jawabku


"maaf yang kemarin, aku tidak bermaksud membentakmu" jungwoo


" . . . . . " akuterdiam saat mendengat permintaan maafnya


kita biasanya tidak menyadari bahwa kita bernafas secara teratur tetapi ketika kita menyadarinya, anehnya kita kehilangan irama nafas kita. Sikap seperti ini menandakan bahwa kita sedang merasakan canggung dan memikirkan apa yang terjadi disekitar sehingga tanpa sadar kita menyadari irama nafas kita sendiri. Dan sekarang aku merasakan canggung saat berada bersama jungwoo, kemarin aku baik baik saja kenapa sekarang seperti ini?


"kenapa kamu terdiam? Apa kamu tidak ingin memaafkanku?" jungwoo


"bukan itu maksudku" ucapku


"jadi kamu memaafkanku?" jungwoo


"iya" jawabku sambil melanjutkan makanku


"emm? jung-" aku belum menyelesaikan ucapanku, jungwoo sudah berdiri dan pergi meninggalkanku sambil membawa nampan makan kosongnya


baru saja aku ingin mengatakan tentang rumor yang beredar, malah dia pergi secara tiba tiba. Apa dia memang selalu aneh seperti itu? Atau mungkin dia kesal kepadaku? Apa aku salah mengatakan sesuatu? Jadi ini aku yang salah atau dia salah? Entahlah kenapa aku jadi kepikiran dengannya??


"dia sangat aneh" ucapku pada jiah yang baru saja kembali dari toilet dan muali duduk dikursi meja kantin


"maksudmu jungwoo?" tanya jiah


"iya, jungwoo sangat aneh" ucapku kepada jiah


"yang aneh itu perasaanmu, kamu adalah wanita paling beruntung bisa berurusan sama jungwoo, dia tampan, tinggi, dia juga bisa sangat lembut dan bahkan sangat baik" jiah


"yang terlihat olehku dia seperti anak nakal" faktanya aja kemarin dia dikenali bebrapa pria yang berandal disekolah sebelah


"yaudah, ayo pulang!" jiah


"kenapa pulang? bukannya ada pelajaran kimia sebentar lagi?" tanyaku


"sepertinya telinga kamu sudah tersumbat oleh rumormu dengan jungwoo" jiah


"untuk apa aku memikirkannya" ucapku


"orang lain aja bisa tau kamu sedang memikirkan siapa sekarang, apalagi aku yang berstatus teman paling dekatmu kan?" ucap jiah, aku hanya tersenyum


setelah selesai makan aku dan jiah langsung menyimpan nampan kosong tadi ke petugas kantin lalu pergi kekelas untuk mengambil tasku. Ohh iya, alasan kenapa kita di pulangkan adalah karena semua guru ikut seminar apa gitu aku lupa lagi, jadi semua murid disuruh belajar dirumah


"bicara tentang apa?" tanyaku


"kamu tau kan jungwoo punya banyak penggemar? aku takut jika nanti kamu terluka karena jungwoo, meskipun faktanya kalian tidak benar benar berpacaran tapi mereka kan tidak tau kenyataannya" jiah mengatakan ini seperti khawatir kepadaku


"iya juga, kenapa jungwoo tidak mengatakan apapun pada yang lain kalau aku sebenarnya bukan pacarnya??" tanyaku


"kenapa jadi bertanya kepadaku? tanyalah sama orangnya bukan sama aku" ucap jiah, aku hanya tersenyum mendengar ucapan jiah


setelah sampai di halte bus aku dan jiah duduk dihalte bus sambil menunggu bus yang akan datang, lalu beberapa saat kemudian kulihat bus jurusan yang jiah tumpangi baru saja datang. "langsung pulang!" ucap jiah yang menyuruhku sambil menaiki busnya, aku hanya tersenyum saat jiah mengatakan itu lalu perlahan bus pergi meninggalkan ku sendirian dihalte bus sambil menunggu bus jurusan yang kutumpangi datang


tiba tiba saja ada sebuah motor yang berhenti didepan halte bus, tepat didepanku sekarang ini yang sedang terduduk dihalte bus menunngu bus yang datang. Saat dia membuka kaca helm yang ia kenakan, ternyata orang itu adalah jungwoo


"apa masih lama? Sebentar lagi jam pulang sekolah sebelah" jungwoo


"terus kenapa?" tanyaku


"aku tidak mau kamu di ganggu oleh mereka lagi" ucap jungwoo


mereka? Apa orang sebut mereka itu adalah sekumpulan orang merokok memakai seragam sekolah sebelah kemarin?? "kalo kamu tidak mau aku diganggu, tinggal bilang saja kita tak ada hubungan apapun" jawabku


"kamu pikir mereka tidak akan menggamumu jika aku mengatakan kamu bukan pacarku?" jungwoo


"bukannya itu alasan mereka mengganguku kemarin??" tanyaku


"itu hanya alasan mereka, tujuan mereka berbeda" ucap jungwoo "naik! tidak baik wanita pulang sendirian!" ucap jungwoo lagi sambil menyondorkan helm


haruskah aku menerima tumpangannya? Tapi jika aku tidak menerima tumpangannya mungkin aku akan diganggu lagi oleh mereka yang kemarin, Aku mendekati motor jungwoo dan menerima helm yang jungwoo berikan lalu memakainya


"rumahmu dimana?" tanya dia sambil menutup kaca helmnya kembali


"bukannya kamu tau alamat rumahku? aku tau kok kamu ngikut-" ucapku sambil menaiki motornya, tapi belum selesai aku berbicara dia sudah langsung menjalankan motornya secara tiba tiba. Dengan refleks cepat aku langsung memegang erat kedua pinggangnya


belum aja selesai berbicara, udah main maju aja edan emang wkwk. Tapi kuakui dia memang orang baik, buktinya saat kemarin dia mengantarku pulang dengan mengikutiku dari belakang padahal aku sudah membuatnya marah. Selama motor melaju aku lihat beberapa pria yang saat itu mengganguku sedang berjalan keluar digerbang sekolah sebelah, sepertinya benar ucapan jungwoo kalau sebentar lagi bubaran sekolah sebelah.


Beberapa saat kemudian kami sampai didepan rumahku, aku langsung saja turun dari motor jungwoo lalu melepas helm yang dia pinjamkan padaku dan mengembalikan helmnya yang dia pinjamkan kepadaku


"aku duluan" pamit dia


"ehh jung-" ucapku menahannya karena ingin membicarak sesuatu dengannya, tetapi aku ragu mengatakan kepadanya


"apa?" ucap jungwoo sambil membuka kaca helm


"kenapa, kenapa kamu tidak mengatakan bahwa aku sebenarnya bukan pacarmu?" tanyaku


"ohh rumor? Tidak ada yang menanyakannya kepadaku" jungwoo


"?????" untuk sesaat aku mencerna ucapannya tapi dia hanya terseyum tipis


"cepat masuk rumah! Ibumu sudah menunggu" jungwoo mengatakan ini sambil melihat kearah rumahku


melihat apa yang dimaksud oleh jungwoo, aku langsung melihat kearah rumahku sendiri dan melihat ibuku yang sedang mengintip dijendela rumah


"aku duluan" ucap jungwoo sambil menutup kaca helmnya lalu pergi mengendarai motornya dengan ngebut


melihat jungwoo sudah pergi dengan motornya, aku langsung berjalan menuju rumahku dan membuka pintu rumah. Tetapi saat aku membukannya ibu sudah ada dibelakang pintu itu.


"joo tadi siapa? Sangat tampan, kelihatannya seperti anak baik baik" ibu


"teman" ucapku sambil berjalan menaiki tangga kearah kamarku


"ohh teman, jadi cuman teman?" teriak ibu karena aku sekarang sudah ada dilantai 2 dekat kamarku, tanpa menjawab pertanyaan aku masuk kekamarku dan menutup pintunya


Writting by HONG