
"hmmppp...lephjmmnasnnn.." lusy berontak saat jungkook mencium lusy, namun tangan lusy di genggam oleh jimin.
"diam jangan berontak ini tak akan sakit baby.."kata jimin dengan suara seksi.
'aku tak ingin seperti ini' batin lisy.
"kita langsung saja!!" kata jungkook membuat lusy merinding .
"jangan kumohon hmmmppp."kini giliran jimin mencium lusy
Entah apa yang terjadi setelahnya, hanya merekalah yang tau.
.
.
.
Pagi.
lusy pov
Cahaya mentari membuatku terbangun mataku terbuka perlahan.
"eungg...akhhh sakit hisk"
Ini benar² sakit di bagian bawah dan juga punggungku.
aku ingat Ini karna jimin memukulku karna menangis.
"huh... Punggungku sakit sekali, kejam sekali mereka dasar!! .. Ciuman pertamaku....Hu.... Hu... Hu... dan apa Ini siapa yang mengganti pakaianku".
"apa jangan² mereka yang.... "ucapku terpotong kala ada suara.
"maid yang menggantinya"suara itu seperti jin.
'sejak kapan mereka Ada di depan pintu'batinku.
"kenapa kalian kesini belum puas liat gw menderita"kataku menatap mereka tajam.
.
.
.
'huh.. Menyebalkan sekali gadis ini'batin bangtan.
"Kau harus menikah dengan kami persiapkan dirimu sekarang" ucap namjoon.
"Apa!!! ....".
"Tidak!! aku tidak mau pergi kalian dasar kejam!".
"oh astaga telingaku mendengung!! "kata bangtan bersamaan dan menutup telinga mereka.
"Heh!! pergilah jika Kau bisa, kau bukan di bumi!!" perkataan yoongi membuatku lusy tertegun sekaligus kaget.
"hey apa maksudmu aku tak di Surga atau di neraka!! oh ayolah aku mau tobat dulu dosaku banyak sekali hueeee... ".
"huh.. Kau ada dikerajaan Biran dan jangan banyak tanya Lagi" setelah jin mengucapkan itu maid datang dengan dua gaun.
"pakai Ini saat pernikahan dan Ini saat resepsi penyambutan kerajaan lain!" Kata namjoon.
Kini yn hanya menatap gaun dengan sendu tak berniat untuk memakainya.
"hisk.. Belum puaskah kalian membuatku terpuruk seperti Ini hah?!!".
"belum dan ingat tak ada pembantahan mengerti kau" ucap taehyung Dan menunjuk lusy..
Apakah seperti Ini hidup lusy kenapa harus dia,yang bisa ia lakukan hanya menangis meratapi nasibnya Ini.
"hisk.. pergi!! . Hisk.. pergi dari sini hisk!!"ucap lusy sambil menunduk dan memegang lututnya.
"kenapa harus aku hisk.. eomma aku butuh kau hisk... "
"Nyonya sebentar lagi pernikahanya akan dimulai anda harus bersiap sekarang!"Kata sang maid.
Entah sejak kapan bangtan telah keluar dari kamar Ini.
lusy pov
Kenapa aku?aku ingin pulang kerumah,tolong siapapun tolong aku abang mama papa hisk..
Aku mohon aku tak ingin menikah aku ingin kembali.
Aku ingin bermain bersama abang.
Aku ingin membantu mama memasak.
Aku ingin hisk papa.
Aku ingin melihat bagaimana papaku.
Apa kemarin adalah Hari terakhirku didunia manusia, haruskah aku menikah dengan mereka yang tak punya hati.
Kejam, dingin, jahat dan tak punya hati seperti mereka.
Ingin sekali rasanya aku tiada itu lebih baik bagiku, tak ada Lagi harapan rasanya seluruh hidupku Sudah hancur, hancur berkeping keping.
Aku mohon selamatkan aku!!!
Tolong aku tak ingin seperti ini
Hisk.... Hisk...
Bangun lusy kau tak bisa begini.
.
.
.
lusy tertarik dari lamunannya kala maid memanggilnya dan memegang pundaknya.
"Nyonya apa nyonya tak apa dari tadi saya memanggil nyonya, apa nyonya sakit? " tanya maid.
"ah.. Aku tak apa". menatap dirinya dari pantulan cermin.
"Nyonya apa nyonya tau pangeran pasti merasa beruntung sekian lama pangeran mencari nyonya dan pasti setelah ini kutukan pangeran pasti akan hilang" Kata maid itu.
"Hilang? Kutukan? memang apa kutukannya".
Pasalnya kenapa harus dia yang bisa menghilangkan kutukan itu, belum maid itu menjawab tiba², ada seorang pria paruh baya datang dan menautkan lengannya ketangan lusy .
"Nyonya saya disuruh mengantarkan anda ke aula sebagai ayah"kata pria itu.
'huh... mereka itu haruskah seperti ini? '.
.
.
.
.
beberapa saat kemudian.
Kini lusy berjalan ke latar hingga sampai
mereka mengucapkan janji suci sehidup semati, dan disinilah penderitaan lusy dimulai.
.
.
.
kamar.
lusy bersama semua suaminya berada dikamar kini matahari sudah mulai munurun dan bergantian dengan bulan.
lusy saat Ini di depan cendela menyaksikan pemandangan yang menurutnya indah.
Hening dari tadi tak ada yang membuka suara sama sekali hanya ada suara hembusan nafas.
lusy masih benci dengan mereka maka dari itu mereka hanya diam, sampai akhirnya jin membuka suara.
"huh... lusy kau harus memenuhi tugasmu sebangai istri! "perkataan jin membuat lusy mengernyik tak mengerti apa maksudnya. Seakan tau yoongi menjawab pertanyaan lusy yang terlihat dari matanya.
"hak kami sebagai suami! kau sudah memberikannya pada Jimin dan Jungkook sekarang tinggal kami ber5 yang belum." jelas yoongi namun saat mengatakan itu jimin dan jungkook protes.
"hyung kenapa kita tidak boleh"kata jimin sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya kenapa kita tidak Boleh hyung....
Oh ayolah hyung itukan saat kita belum menikah aku tak bisa jika hanya melihat kalian melakukannya" lanjut jungkook.
'oh ayolah kenapa Ini lagi yang diminta.'batin lusy
'huh.. Dua curut Ini sudah merasakan saja masih mau'batin bts kecuali Jimin dan Jungkook.
'kenapa aku tidak boleh? ini tak adil!! .'batin jungkook dan jimin.
Kejadian kemarin malampun harus terulang lagi tak terkecuali Jimin dan Jungkook.
.
.
.
"Hyung apa tanda kalian sudah hilang? dan lusy dia kelelahan sampai tidur tak sempat membersihkan diri!!"
"yup seperti yang kalian lihat tanda kutukan kita juga hilang dan gadis itu tak tidur dia pingsan munking karna kutukan itu saat keluar tenaganya diserap!!"
jelas jin.
"apa dia tak apa?" tanya jimin dan jungkook bersamaan serta khawatir.
"hey kenapa kalian mengawatirkan dia? "tanya yoongi.
"Setelah sebulan nanti kita akan menghilangkan ingatanya dan memulangkannya ke bumi" ucap namjoon.
Jimin Dan jungkook hanya diam.
Karna apa karna mereka mulai nyaman dengan lusy
"yaudah aku lelah kita tidur saja. "Kata yoongi.
"ya benar kalian tidur duluan aku akan memakaikan yn pakaian!! " Kata jin.
"baik hyung. "ucap ke6 saudara jin.
"selamat malam. "Kata jhope, lalubergegas tidur disebelah lusy