
'astaga mereka seperti om pedo'batin lusy.
"jangan mengira kami om pedo"kata salah satu pemuda itu dan maju kedepan mendekati lusy.
Baru saja pemuda itu maju lusy malah mundur dia merasa ada hawa mencengkam dari mereka semua.
"jangan takut kenalkan aku hoseok panggil saja jhope dan mereka semua hyungku dan juga dongsaengku"kata jhope sambil mengulurkan tangan.
lusy menautkan tangannya dengan jhope dengan rasa ragu yang masih ada.
"aku lusy"kata lusy dan melepaskan tautan tangan mereka.
"aku tau"katanya sambil tersenyum.
"hah?"
"sudahlah jhope cepat kita bawa dia sebelum mereka mengambil dia terlebih dahulu"ucap pria dengan wajah pucat.
"sebentar.. Oh iya lusy kenalkan dia tadi yoongi" ucap jhope sambil menunjuk yoongi, lusy hanya tersenyum canggung.
"aku jungkook noona"kata jungkook sambil tersenyum.
"kook kau lebih tua darinya jangan panggil dia noona, oh iya aku namjoon"kata namjoon.
lusy pov
Aku tidak tau apa maksud mereka bahkan mereka mengenalkan diri mereka.
Perasaanku tidak enak lama² hawa dalam tubuh mereka terasa menyengat.
Aku ingin segera pergi dari sini.
Saat melamunkan itu tiba² sebuah tangan menepuk pundakku yang membuat aku tertarik dari lamunanku.
"kau tak apa?"kata pria yang belum aku tau namanya.
"eh, Aku tak apa" kataku.
"aku jimin salam kenal" kata jimin.
'oh dia jimin.. Matanya kenapa berwarna keemasan ya?"
Setelah itu ada pria berbahu lebar mendekatiku dan jimin.
"jim berhenti membuatnya takut!"kata pria itu dan membuat jimin sadar dari entah apa setelah itu warna matanya kembali seperti semula tetapi wajahnya kini menjadi dingin.
"aku seokjin panggil saja aku jin"katanya.
"dan tadi yang mengejarmu itu namanya taehyung" lanjutnya lagi.
"hyung aku bisa mengenalkan diriku sendiri"
"diamlah disana aku tak menjamin jika kau mendekatinya" ucapan jin membuatku mengerutkan dahiku.
'apa maksudnya? Ah sudahlah aku ingin cepat pergi dari Tempat meyeramkan ini'
.
.
.
Setelah perkenalan itu, lusy hendak
Berpamitan sebelum itu namjoon memotong perkataan lusy
"kalau begitu ak-"
"emm sebelum kau pergi boleh aku lihat leher belakangmu? jangan salah faham aku hanya ingin lihat saja setelah itu kau boleh pergi" kata namjoon.
lusy masih ragu dan hanya diam, setelah itu yoongi menghela nafas kasar.
"lihatkan saja kenapa? Apa susahnya? Kau buru²kan?"kata yoongi.
'ah benar juga aku pasti telat, tidak ada pilihan lagi dari pada disini terus.'batin lusy
lusy menghela nafas setelah itu ia berbalik memunggungi mereka.
Lalu menyingkirkan rambutnya ke bagian kanan, hening beberapa saat.
mereka tak percaya bahwa gadis didepan mereka benar² gadis ramalan itu.
Ya di belakang leher lusy terdapat tanda berbentuk setengah bulan yang artinya lusy adalah gadis yang mereka cari.
"heh.. Ternyata semudah ini aku kira kita akan sulit menemukan gadis ini."kata jin dan jangan lupakan smirk dari mereka ber7 terpampang jelas di depannya.
lusy pov
Kenapa dengan mereka?kenapa aku merasa tidak enak ya? oke jangan berpikiran negatif dulu!
Dengan setengah keberanianku, aku bertanya pada mereka.
"a-pa maksud kalian tadi"kataku sambil mengontrol detak jantungku, ini bukan debaran karna cinta melainkan ketakutan yang amat tak bisa di ungkapkan.
"kalau sudah tidak ada lagi aku pergi permisi."ucapku.
Setelah melewati mereka beberapa senti tubuhku merasa tidak bisa digerakan, ada apa ini saat aku melihat kebelakang mereka semua telah berbaris mengelilingiku dengan tatapan mata yang tajam dan warna mata mereka berubah menjadi keemasan.
'hawa ini kenapa hawanya menjadi meyeramkan seperti ini tak ada kedamaian lagi, dan tatapan mereka seperti hendak menerkamku ada apa ini kenapa tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali? oh ayolah kumuhon siapapun selamatkan aku' batinku.
"kau harus ikut dengan kami"kata jimin sambil mencengkram tanganku.
"kau harus ikut kami ke istana,menjadi ratu kami dan memberikan kami keturunan dengan itu kami bisa bebas dari kutukan!"kata namjoon.
"tidak aku tidak mau lepaskan aku mohon jangan,tolong lepaskan aku."kataku memohon.
.
.
.
lusy terus memohon agar di lepaskan dari mereka.
"aku mohon jangan bawa aku hisk." tangis lusy sangking ketakutannya.
"ah-Kau berisik sekali"timpal yoongi.
"aku mohon hisk..lephmmms-kammhmm." ucapan terpotong karena yoongi menciumnya secara tiba².
Entah kenapa lusy merasakan seluruh tubuhnya melemas seperti tidak ada tenaga sama sekali lusy akan ambruk jika yoongi tidak memegang pinggangnya.
lusy pov
Kenapa denganku ini rasanya lemas sekali aku tak memiliki tenaga untuk berdiri berbicara saja rasanya tidak bisa.
Saat dia menciumku aku merasa dia menghisap tenagaku.
jika saja saat itu ia tak memegang pinggangku mungkin aku sudah ambruk tadi.
Dengan sedikit tenaga aku membuka mataku dan melihat dia berbicara dengan yang lain.
"hyung kau menghisap tenaganya?" tanya namjoon.
"jika aku tak menghisapnya apa dia mau di bawa ke istana?" jawab yoongi.
"ah.. Kenapa tadi gak kepikiran ya" kata jin.
"sudah lah ayo kita bawa dia!" itu kata terakhir yang ku dengar setelah itu semua gelap sunyi dan sepi.
.
.
.
Setelah 1 jam di istana lusy pun telah bangun.
"eung.. Aku dimana?".
"nyonya anda sudah bangun" seorang maid disana menghampiri lusy.
"aku dimana?kenapa aku disini?aku ingin pulang!".
Belum saja maid itu menjawab pintu kamar tempat lusy tidur terbuka dan nampaklah 7 pemuda yang kemarin membawa lusy tapi dengan penampilan berbeda dari saat pertama mereka bertemu.
sekarang mereka tampak memakai jubah putih berpaduan dengan warna silver.
Bukan hanya penampilan tapi sifat mereka berbeda saat pertama kali bertemu.
Saat pertama kali bertemu mereka masih baik lembut walau ada dinginnya.
tapi sekarang mereka benar² dingin sifat mereka berubah 180 derajat.
Setelah mereka masuk maid tadi membungkuk setelah itu pergi begitu saja.
"a..ku dimana?kenapa aku disini? Aku ingin pulang!"kata lusy dengan sedikit keberanian.
Sekarang sudah malam jelas lusy ingin pulang.
kali ini dia menyesal karna tak mendengarkan perkataan mamanya tadi.
"kau sudah pulang."kata jin
"hah?.. Rumahku bukan disini".
"mulai hari ini rumahmu disini dan besok kita menikah denganmu!"kata namjoon yang sukses membuat lusy membeku.
"Apa? tidak tidak!! kalian sekarang pasti salah orang!! aku hanya manusia biasa!! lepaskan! le.... le.. pas.. " kata lusy terbata bata karna jhope mencengkram tangannya yang hendak akan pergi dan itu sukses membuat lusy melemas seperti kejadian lusy dengan yoongi tapi lusy masih bisa bicara dengan sedikit tenaganya.
"lepaskan aku..lepas aku tak mau menikah dengan orang yang aneh seperti kalian" kata lusy,ucapan itu sukses membuat mereka mengepalkan tangan mereka.
Dengan segera jungkook dan jimin menghampiri lusy yang terduduk lemas di lantai.
Tampa peduli keadaan lusy jungkook mencengkram pelipis lusy dengan kuat sehingga sang empun meringis kesakitan.
"kau bilang apa tadi kita orang aneh hah?" tanya jungkook marah.
lusy tidak menjawab karna dia masih lemas dan juga tak kuat berbicara.
Ia hanya meneteskan air matanya.
Setelah itu jimin menarik ujung rambut lusy hingga lusy mendongak keatas.
"kau ingin tau orang aneh seperti apa? Baiklah akan kami beritau!" ucap jimin sambil menunjukkan smirknya.
Entah sejak kapan yang lain sudah menghilang di kamar hanya ada jungkook dan jimin.
"j...jan.gan..kumohon" kata lusy sekuat tenaga yang tersisa dengan linang air mata.perasaannya tidak enak maka dari itu ia dengan sekuat tenaga mengatakan jangan.