
.
.
.
"lusy kamu besok udah umur 18 tahun kan?" yera a.k.a momynya yn.
"iya ma emng knp ma?" lusy penasaran karna dari tadi bingun tumben di bolehin bolos biasanya juga marah marah.
"kamu hari ini jangan keluar ya nak." ucapan sang mama membuat lusy tertegun hampir saja tersedak snack yang ia makan dari abangnya.
"loh kok gitu ma? Aku dah janji sama temen² aku buat ke cafe nanti malem." kata yn dengan memelas.
"udahlah kalau di bilangin mommy tu di dengerin gak usah di bantah!" ucap sang abang sedikit ngegas+tegas.
.
.
beberapa saat kemudian.
Kini suasana di rumah sepi.
Gak ada yang bukak bicara karna lusy masih kesel sama felix. Sebenarnya sama mamanya juga tapi kebiasaan lusy itu gak bisa lama² marah sama mamanya.
'pokoknya aku mau keluar emang kenapa sih gw gak boleh keluar toh hari ulang tahun gw juga.' batin lusy.
"ma lusy ke kamar dulu" ucap yn langsung melesat ke kamar.
Di ruang tamu.
felix lagi main hp setelah mendengar lusy bicara. Kini felix bertanya pada mommynya.
"mom.. Mommy gak curiga sama lusy?" tanya felix.
Yera mengerutkan keningnya
"curiga kenapa?" balik tanya ke si abang.
"itu loh mom gerak geriknya aneh kayak maling." kata felix.
"huss.. Abang gak boleh ngomong kayak gitu ke adeknya!" ucap mama.
"bukan gitunya mom lihat aja lusy kayak mau kabur gitu"ucapan sang abang buat mamanya sedikit kaget.
"itu gak boleh terjadi.. Abang jaga lusy mommy gak mau lusy keluar berbahaya!"kata mommy sambil menekan kata bahaya.
Setelah mendengar ucapan sang mommy felix mengangguk lalu melesat ke kamar lusy.
.
.
Di kamar lusy
"pokoknya gw harus keluar kasian temen² gw dah janji apalagi mereka ngerayain ulang tahun gw dari hasil tabuangan mereka. Kalau gw gak kesana pasti mereka bakal kecewa." kata lusy. "tapi gimana keluarnya." ucap lusy tampak berpikir sejenak.
Tiba tiba pintu kamar lusy terbuka menampakkan sosok yang saat ini membuat lusy kesal.
lusy mengendus kesal lalu memutar bola matanya malas.
"ngapain lo kesini?"kata lusy sinis ke abangnya.
"Gw mau ngecas laptop gw" ucap felix.
Setelah mencolokkan laptopnya felix segera duduk di sofa deket cendela kamar lusy.
"ngapain masih di sini katanya mau ngecas doangkan, lagian di kamar abang sendiri kenapa ngecasnya." cerocos lusy
"heh.. Cerewet banget si lo gw di sini buat nungguin casnya soalnya ada tugas baterai laptop gw lobat jadi gw kerjainnya disini. Lagian kayak lo gak tau aja colokan di kamar gw rusak belum di benerin." lusy mengendus kesal.
'kalau kayak gini gw gak bisa kabur dong' batin yn dengan muka di tekuk.
"lagian kenapa colokannya gak di benerin hah?" tanya lusy.
"heh lo yang ngerusak tolol gak mau ganti juga itu tu masih di perbaiki lusa" kata felix.
FLAHSBACK ON
"Bang colokan abang masih ada yang kosong kagak? punya gw colokannya penuh." tanya lusy.
"ada noh.. Tapi awas rusak lo"ucap sang abang sambik nunjuk² lusy.
"ya elah iya²"ucap lusy sambil memutar bola matanya malas.
"yaudah sana." kata felix yg masih setia dengan gamenya.
Saat akan mencolokan, Tiba tiba colokannya berasap.
Dan..
"ABANG COLOKANNYA BERASAP..." teriak lusy sangking kagetnya..
"HAH..mana ASTAGA!!!" kaget karna pekikan lusy dengan cepat felix menutup sakral listrik kamarnya.
"ASTAGA...sy apa yang lo lakuin?"ucap felix sambil marah.
"gak tau bang orang gw baru colokin langsung berasap" bela lusy gak mau di salahkan.
Setelah felix melihat charger yang di colokkan tadi ternyata ujung colokannya ada airnya astaga.
"ya maaf bang, maaf banget bener deh lusy gak sengaja"ucap lusy sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya.
Felix tampak menghela nafas kasar.
FLASHBACK OFF.
.
.
'Sekarang jam 4 sore berarti kurang 30 menit acaranya di mulai'
Dan felix sekarang masih di kamar di sofa sambil main hp. lusy melihat berapa baterai laptop abngnya.
Dan ternyata isinya 100%.
'yes ini kesempatan kabur'
"bang sana keluar laptopnya dah kelar tu cepetan."
"pw gw dek" ucap santainya sang abang yang membuat ia mendapatkan jitakan free dari lusy.
"keluar cepetan!".
"yak bisa gak si gak pakek jitak orang apalagi sama abang sendiri gak sopan tolol".
"bodo!!"jawab lusy.
"sana bang keluar gih!" lanjut lusy sambil menatap tajam felix.
"heh terserah lo dah" kata felix kemudian berjalan keluar.
Saat pintu udah di tutup.
"yes gw bisa lari" lusy membuat tali yang panjang.
kemudian mengambil selendang dan tali lalu di rakit menjadi panjang.
Setelah itu ia turun ke bawah, cepatkan karna kamarnya hanya di lantai dua.
beberapa saat kemudian lusy sudah ada di perjalanan tempat janjian lusy dengan teman²nya
Sepi karna udah agak gelap, lusy terus berjalan menuju ke cafe. lusy menyadari ada yang memperharikannya dengan sigap langsung jalan dengan cepat.
Di semak²
"hyung sepertinya gadis itu bisa merasakan kita"kata pemuda bergigi kelinci.
"apa dia gadis ramalan itu hyung?"tanya pemuda yang memiliki lesung pipi kepada pemuda tertua di antara mereka.
"kalau memang dia bisa melihat kita kenapa tidak menoleh ke kita" kata pemuda pucat dingin dengan kata² pedasnya.
"kalau memang dia yang kita cari bagus sekalikan" kata pemuda tertua dengan smirknya.
"kau benar hyung" giliran pemuda sexy yang berkata.
Sedangkan pemuda dengan senyum kotaknya langsung berlari mendekat pada gadis yang saat ini berjalan cepat seperti menghindar.
.
.
lusy pov
Aku ingin sekali cepat sampai tapi kenap serasa jauh sekali ya?
Ah aku merasa ada yang memerhatikanku.
Bahkan salah satu dari mereka berlari mendekatiku aku harus bagaimana.
Aku tak peduli lebih baik sekarang aku lari saja..
.
.
.
lusy berlari sampai ahkirnya ia berhenti di sebuah gang sempit. Ia memegang kedua lututnya dan sedikit membungkuk dengan nafas yang ngos ngosan.
"huh..huh..huh.. Apakah mereka sudah pergi" kata lusy sambil menoleh kebelakang.
" akhirnya mereka pergi juga.. astaga kenapa menyeramkan sekali?"ucapnya
"hyung gadis itu memang benar yang ada di ramalan!". lusy kaget+shock karna mendengar suara pemuda itu.
Dengan perlahan namun pasti.
lusy menoleh kedepan ia membolakan matanya karena pemuda didepannya semua adalah cogan².
tapi lusy tidak pernah tertarik ia hanya merasakan hawa menyeramkan bercampur kedamaian.
ya lusy dari lahir memiliki keistimewaan ia bisa merasakan hawa yang dimiliki seseorang bahkan lusy peka terhadap tatapan seseorang kepadanya maka dari itu ia bisa merasakan kalau ada yang melihatnya.
"m-mau apa kalian?"tanya lusy agak sedikit gugup.
"tidak perlu kau tau sekarang kau harus ikut kami!"ucap salah satu pemuda dengan wajah dingin pucat pasih dan yang paling banyak memiliki aura negtif dari pada yang lain.setelah mengatakan itu semua pemuda itu tersenyum bukan² melainkan smirk mereka.