
Di pagi yang indah, rumput yang menghijau menghiasi halaman rumah Ansac. Carmilla mendongak ke langit lalu terbayang wajah pria idamannya Cecilion.
...****************...
Pertemuan antara Carmilla dan Arlot bermula apabila Carmilla buat pertama kalinya semasa perjalanan ke Castle Aberdeen.
Aku tidak mahu ke sana. Aku ngak mahu ketemu sama dia...Mah...Pah...Aku gak mahu menikah sama pria yang tidakku cintai. Carmilla menangis lalu memegang tangan bapaknya.
*Ahhh! Pokoknya kamu harus menikah sama Arlot. Dia itu dari keturunan kaya-raya, anak bangsawan dan bapaknya seorang putera. *
Tapi Pah...aku gak mahu.
Papa ngak mahu dengar apa-apa omonganmu. Pokonya ini keputusan papa titik. Kamu harus ikut ke Castle Aberdeen sebagai pasangan Arlot.
Earl menolak tangannya dan berlalu pergi. Carmilla yang masih menangis dibujuk oleh ibunya.
Jangan menangis bidadariku. Sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi putrinya.
Carmilla tidak kuat. Kenapa papa begitu kejam? Kenapa aku tidak bisa membuat keputusanku? Kenapa ma? Kenapa?
Kamu usah khawatir...nanti papa kamu bisa kok menerima keputusanmu. Cuma kamu harus bersabar.
Bella memapahnya ke kamar. Carmilla masuk ke kamar lalu baring di katil dan terus menangis sekuat hatinya. Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.
"Tok...tok...tok." Mbak Carmilla, bisa aku masuk? Tuan besar mengirim gaun untuk Mbak memakainya ke Castle Aberdeen.
Carmilla bangun dan duduk membelakangi pintu kamar. Postur badannya seperti wanita yang elegan dan tegak.
Masuk.
Taruh aja dimana-mana.
Baik Mbak. Saya taruh di gantungan ini ya.
Pembantu itu keluar dari kamar lalu Carmilla bangun dan melihat gaun yang telah dibawah oleh pembantu tadi. Gaun itu berwarga merah hitam dan telah dilengkapi dengan kasut dan beg berwarna hitam. Carmilla membelai gaung itu sambil tersenyum dan matanya masih mengalir air mata.
...****************...
Pada malam yang sunyi dan sepi. Carmilla mengenakan gaun yang telah diberikan oleh bapaknya. Di dalam kereta kuda itu hanya Carmilla dan Arlot. Keduanya diam dan tidak mengeluarkan kata.
Ahhh! Cantik sekali kamu pada malam ini. Bisa gak aku memelukmu. Arlot tersenyum sinis lalu tangannya mulai menyentuh paha Carmilla yang memakai gaun yang mempunyai belahan di paha.
Carmilla mengusap lengan Arlot dan tersenyum manis.
Kita menikah dulu. Nanti aku mahu mengincar aku sampai pagi bisa kok.
Arlot dengan perlahan menarik tangannya dan wajahnya yang tadi tersenyum sinis berubah menjadi serius. Dia memeluk tubuhnya dan melihat Carmilla.
Perempuan murahan. Apa yang keluargamu mahu dari keluargaku? Uang, title, emas, berlian? Bisaku berikan tetapi aku ngak mahu menikah sama kamu.
Kamu pikir aku mahu menikah sama kamu? Dasar keluarga keji.
Arlot marah dan menampar muka Carmilla. Lalu dia mencengkram pipi Carmilla.
Kamu pikir kamu siapa? Kamu itu lagi jijik dari keluargaku. Dasar pelacur. Tapi...cantik juga ya kamu ini. Bibirmu yang merah membuatku tidak sabar mencumbunya.
Mata Arlot melirik melihat wajah Carmilla yang cantik. Lalu dia mengusap bibir Carmilla. Dia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Carmilla. Tetapi Carmilla menolaknya menggunakan kedua-dua tangannya. Carmilla tidak mampu untuk menolak tubuh Arlot yang kuat dan berotot. Carmilla menendang Arlot tetapi segala usahanya tidak berhasil. Air mata mulai ngalir di pipi Carmilla dan dia terpaksa menyerahkan semuanya kepada takdir.