
Selesai memasak pasutri itu menyajikan makannya di atas meja makan di ikuti para art di sana.
Di meja makan sudah tersaji makanan khas indonesia seperti capcay, telor balado, dan tempe yang sudah di makan oleh Akila dan Justin.
banyak para art menatap heran ke arah Akila soalnya masih menggunakan cadar saat makan juga sekaligus penasaran sama wajah nona baru mereka ini.
Selesai makan kini Akila langsung pergi kedalam kamar untuk mandi dan sholat sedangkan Justin dia pergi entah kemana dengan motornya.
Selesai sholat Akila membaca ayat suci Al-Qur'an di kamar mereka setelah itu di lanjut sholat Duha dua roka'at.
Malam menjelang selesai sholat Akila duduk di ruang tv yang dekat dengan ruang tamu di sesekali menatap pintu berharap suaminya sudah pulang namun sampai jam sepuluh pun Justin belum pulang juga membuat Akila hawatir.
"astagfirullah kemana Akang jam segini belum pulang juga ya Allah" batin Akila gelisah
Tok tok
Tiba-tiba pintu di ketuk oleh seseorang dengan tergesah-gesah Akila membuka pintu dan betapa terkejutnya dia melihat Justin yang di papah oleh Alex dan tanganya di perban serta wajah yang bengkak.
"astagfirullah Akang" ucap Akila terkejut lalu buru-buru membuka pintu lebar-lebar supaya bisa masuk.
"bang Alex kenapa sama Akang Justin" tanya Akila sandu dia khawatir dan takut Justin kenapa-napa
"emm tadi Justin balapan motor karna remnya belong dia menabrak tembok untung Justin cepat melompat kalo tidak dia akan remuk sama motornya" ucap Alex sambil membantu menidurkan Justin ke kasur.
"astagfirullah Akang" lirih Akila dan hampir menangis
"kamu tenang aja aku udah bawa Justin ke dokter ko cuman tanganya keseleo dan ini salep untuk wajahnya" jelas Alex sambil memberi kantong pelastik kepada Akila
"makasih ya bang udah bantu Akang Justin" ucap Akila tulus
"iya santai aja kalo gitu aku pulang dulu ya" pamit Alex lalu pergi
"Waalaikumsalam" cicit Akila lalu dia menatap Justi yang sesekali meringis sakit.
"ya Allah sembuhkan lah suami hamba karna hamba tak kuat melihatnya" batin Akila berdoa.
Pagi menjelang Justin bangun lalu meringis linu karna Akila mengoleskan salep ke wajahnya.
"ssh, apa yang kamu lakukan" ucap Justin lirih dan kagum saat mebuka matanya Akila yang baru selesai madi dan sholat dan rambutnya yang masih basah nampak cantik dan seksi di matanya.
"Allhamdulilah akang akhirnya bangun dan maaf pasti ngeganggu tidur akang soalnya eneng kasih salep di wajah akang yang bengkak" ucap Akila lembut membuat Justin salting
"ekhm, iya gak apap-apa" ucap Justin datar karna jantungnya lagi dogem dan rasanya ingin jungkir balik tapi dia tahan karna lagi sakit serta di depannya ini istrinya malu lah.
"Akang butuh sesuatu biar eneng ambilkan" tanya Akila
"emm aku mau mandi badanku lengket" jawab Justi
"ouh yaudah aku bantu akang ke kamar madi"
Akila membantu Justin bediri dengan tangan lembut Akila di pinggang Justin dan tangan Justin di pundak nya
sedangkan Justin wajahnya memerah saat rambut agak basah Akila mengenai wajahnya sungguh harum dan tenang apa lagi pelukannya membuat Justin nyaman.
Sesampainya di kamar mandi Akila mendudukan Justin di closet lalu dia menyiapkan air hangat untuk Justin.
"airnya hangatnya sudah siap akang silahkan mandi eneng ke luar dulu buatin akang bubur"ucap Akila dan saat melangkah tangan Akila di cekal oleh Justi.
"jangan lupa pake cadar dan kerudungnya neng"ucap Justin lalu melepaskan cekalan tangannya dari tangan Akila
Sedangkan Justin memegang dadanya yang dari tadi berdetak cepat dan wajahnya yang memerah sungguh dia tak tau apa yang di rasakan soalnya dengan Miranda aja dia tak sampe begini dia hanya mengaguminya karna dia baik tapi dia salah besar saat ingin bertunangan dengannya bahwa wanita itu adalah simpanan om-om.
"huh tenang nanti gue cari di google deh gejala ini" ucap Justin lalu dia berdiri untuk melepaskan pakaiannya.
Tapi tunggu dia kan lagi sakit tangannya jadi otomatis tanganya gak bisa di angkat dong.
"ah gue Lupa tangan guekan gak bisa di angkat" ucap Justin frustrasi tidak ada cara lain dia harus menggunting baju guccinya ini walaupun dia bisa meminta bantuan Akila tapi malu lah masih perjaka nih bos hehe.
Sedangkan Akila dia sedang mebuat bubur di dapur banyak art dan koki di sana melihatnya ada yang hormat,sinis,dan mencibir kepadanya.
"sabar Akila" batin Akila
Selesai membuat bubur Akila buru-buru mebuat teh hangat untuk Justin lalu segera berlalu pergi keatas menggunakan tangga karna kalo pake lip dia gak bisa tekan tombol lantai karna di tanganya sudah penuh oleh nampan.
Sesampainya di kamar Akila melihat Justi hanya menggunakan celana saja tidak dengan bajunya membuat Akila gugup karna melihat perut kotak-kotak suaminya.
"Akang kenapa gak pake baju" ucap Akila gugup dan malu
"gimana mau pake tangannya aja gak bisa di angkat tadi aja baju akang di gunting sama akang"ucap Justin kesal
Sedangkan Akila terbelalak kaget dan tak menyangka baju mahal suaminya di gunting begitu saja yang harganya waw itu.
"Akang gunting baju gucci akang"ucap Akila syok
"iya kalo gak gitu gimana mau lepas"
"kan bisa panggil eneng" ucap Akila mungkin dia belum sadar
"yakin mau bantu Akang buka baju" goda Justin sambil tersenyum menyeringai
"yakin kan kita udah sah" ucap Akila polos membuat Justin kaget dia kira istrinya akan malu-malu eh malah jawaban yang membuat Justin malu sendiri.
"Ekhem, Yaudah pakein baju Akang dingin nih" perintah Justin
"iya"
Selesai memakaikan baju kepada Justin kini Akila memberikan nampan yang berisi bubur dan teh hangat yang tadi dia bawa kepada Justin.
"ini akang makan dulu" ucap Akila menyerahkan nampan di meja di depan Justin lalu dia membuka cadarnya.
"eneng gimana mau makan kalo tangan akang aja susah di angkat"ucap Justin saat otaknya menemukan ide modus.
"oh iya, yaudah eneng suapin ya" ucap Akila di angguki Justin dengan semangat.
Selesai menyuapi Justin sekarang Akila sedang mengganti perban tangan Justin dengan perlahan dan hati-hati.
"sakit gak kang"tanya Akila
"enggak" ucap Justin sambil memandang wajah Akila yang nampak hari nampak cantik di matanya.
"kalo sakit kasih tau ya"
"hmm"
🍁🍁🍁
Vote,Like,Komen