
Satu kecupan mendarat di pipi kanan Akila membuat sangkorban mematung diam sedangkan si pelaku tersenyum menyeringai dan berlalu masuk kamar mandi.
Brak
Pintu sengaja di banting oleh Justin dan sukses mebuat Akila sadar dan pipinya langsung memerah padam sungguh jatunya bertegup dengan kencang sampai dia sulit bernafas sedangkan Justin dia tersenyum manis memandang dirinya.
"gemes pengan gigit" guman Justin
Setelah selesai dengan acara mandinya Justin keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dia melihat kesekitar istri tidak ada kamana dia dalam benak Justin.
Setelah berpakaian dia turun kebawah nampak dua keluarga itu sedang mengobrol dengan di selangi canda tawa lalu dia melihat ke segala arah mencari istrinya.
Sedangkan yang di cari sedang mengajari anak-anak yang di kampung itu di musolah sambil menceritakan kisah sang Nabi.
"nak Justin cari siapa dari tadi umi perhatian lagi sedang cari seseorang" ucap Umi Akila di belakang Justin
"eh,umi ini saya cari...
"Akila ya" timpal umi dengan tersenyum
"emm iya umi" cicit Justin membuat umi terkekeh pelan
"dia ada di musolah, mau umi antarkan" tawar umi sambil tersenyum
"tidak usah umi, Justin kembali ke kamar saja permisi" ucap Justin gugup dan kikuk
"ya sudah assalamualaikum" ucap umi dan menaikan alisnya saat sang menantu bingung dia pun langsung tersenyum saat menantunya membalas salamnya walau belum fasih
"Waalaikumsalam ,benarkan umi" tanyanya di angguki umi membuatnya tersenyum lalu berlalu pergi
"huf, aku kira siapa" guman Akila lalu berlalu kekamar mandi untuk mandi dan sekalian mengambil wudhu.
Azan magrib berkumandang Akila segera memakai mukenanya lalu dia melirik suaminya sudah bangun duduk di atas kasur dengan rambut acak-acakan dia menghela nafas lalu dia segera menunaikan ibadahnya.
Justin dia memandang kagum kepada istrinya di matanya Akila itu bersinar saat sholat dan bertambah cantik dan mengkilau dia baru ingat dulu sebelum ibunya meninggal dia juga pernah melakukan Sholat dengan ibunya namun setelah ibunya tiada dia tidak lagi melakukanya karna bersedih dan malah mengalihkan ke dunia bebas.
Akila sudah selesai dengan sholatnya dia mengambil Al-Qur'an dan membacanya suanya sangat merdu sampai justin kembali terlelap di kasur.
malampun tiba kini semua keluarga sudah di meja makan kecuali Justin dia baru bangun dan baru mandi setelah mandi Justin turun kebawah bergabung dengan keluarganya di meja makan.
Akila sedang sibuk menata masakanya di dapur dia sampai tidak tahu bahwa dari tadi ada yang memperhatikannya di meja makan.
"kedip bro" goda Marvel sepupu Justin dari sah papah
"apa sih" ketus Justin lalu duduk di sebelah sepupunya
Akila keluar dari dapur untuk menaro air minum di meja dan semua gerak-gerik Akila tak lepas dari pandangan Justin.
"mau makan dengan apa"tanya Akila pelan dan gugup
"kamu" ceplos Justin membuat semua orang yang ada di meja makan tertawa
"hahaha sabar bro makan nasi dulu" goda Marvel dengan tawa terpingkal-pingkal
"ya ampun nak sabar lah" goda lagi papah Justin membuat pasutri baru itu malu dan mukanya langsung memerah.
"sudah-sudah sekarang kita makan" ucap umi sambil tersenyum geli