
^^^
Art by: Muuchan.^^^
...WARNING....
...Mohon taruh tangan dan kaki anda agar anda tidak melukai sesiapapun. Tangan kaki anda gatal, tanggung sendiri....
Info:
(Y/N) - Your Name
(H/C) - Hair Colour
(E/C) - Eyes Colour
(F/C) - Favorite Colour
...Genre: Greget akuttttt, humor, kezell...
...Tokoh utama: (Y/N) & Blazeu...
...Pesan author: "Semoga tangan kaki dan handphone anda masih dalam keadaan utuh sehat wal'afiat:)"...
...****************...
Tangan dan punggungku terasa amat pegal. Waktu masih menunjukkan pukul delapan lewat duapuluh pagi. Berapa menit lagi bel istirahat akan berdentang. Tugas yang baru saja pak Kaizo berikan sudah kukerjakan sepertiga dari keseluruhan. Loh? Kenapa hanya sepertiga? Ya, itu karena pak Kaizo si guru sastra setres yang lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Hilih bicit! Pendusta kau pak!
Sebenarnya pak Kaizo itu orang yang perfeksionis sialan. Kenapa? Pernah saat itu kami mendapat pelajaran tambahan dari guru itu. Loh? Bukannya pelajaran tambahan itu khusus membahas materi UN? Peduli amat dengan materi UN, kepala sekolahnya pun sama saja. Sama-sama setres. Ketika dia ingin menaruh laptopnya entah keberapa kali ia hanya menggeser kekanan ke kiri ke kanan dan ke kiri sampai jam pelajaran tambahan habis dilahap oleh seorang perfeksionis sialan itu. Apakah kau melihat wajah gila ku? Hah?!
Lagipula aku juga sudah meminta-minta perihal kepindahanku dari sekolah itu, namun ditolak mentah-mentah oleh ayahku. Dan ayahku bilang begini, "Enak aja pindah! Emang mindahin kamu segampang mindahin doi kehati? Hah?! Kamu tuh udah kayak mindahin mantan ke tong sampah tau!!" wah, ayahku benar-benar sudah bucin akut sampai ke tulang-tulang sepertinya. Dan dari situ aku sudah tak ingin lagi mengagung-agungkan nya tidak seperti aku dulu ketika masih berumur empat tahun yang mengagung-agungkan dia perihal ia bisa membuat bayi mungil sepertiku. Memang anak yang sudah cukup umur sebelum masanya.
Ok, lupakan yang tadi.
Aku menyenderkan punggungku sejenak sambil menaruh kepala cantikku kesisi kiri jendela. Kelasku memang dekat lapangan berumput yang biasa untuk anak laki-laki bermain sepak bola, jadi jika aku sedang bosan dengan pelajaran aku sedikit meluangkan waktu untuk menyaksikan bocah laki-laki yang sedang berpacaran dengan benda bulat yang senang dicampakkan. Kemudian tanpa sengaja aku menangkap eksistensi sesosok pemuda berbaju olahraga lengkap dengan jaket seragam olahraganya yang diikat di pinggang rampingnya. Ia terlihat fokus pada bola nya itu, dia terus menggiringnya sampai didekat gawang. Tunggu, kenapa dia malah memojokkan diri? Tetapi, hey lihat! Dia menendangnya seakan si bola telah dikendalikan! Wah! Sangat luar biasa!
"Hey, (y/n) ~ kamu tidak apa-apa?" tiba-tiba sebuah interupsi membuatku mengalihkan perhatianku pada sahabatku.
"Ah, Ying! A-aku tidak apa-apa—kok!" ucapku gugup. Tunggu. Kenapa pakai gugup segala?
"Hm?" tiba-tiba Ying mengindahkan pandangannya ke luar jendela. "Aha! Pasti kau sedang menonton kehebatan Blaze 'kan?!" ucapnya mengintrogasi.
"Hah? Blaze? Aku tidak kenal sama sekali!" ucapku jujur apa adanya. Memang benar aku tidak mengenalinya. Walaupun aku seorang ketua osis, bukan berarti aku harus mengingat nama seluruh siswa disekolah ini. Hello~ apa kau pikir aku sebuah buku daftar nama siswa?
"HAHAHA!! Leluconmu sungguh tidak lucu sekali, (y/n)!! Hahaha!!"
Hey, apa kau dengar dia? Okay, sekarang jawab 'ya' atau 'tidak'.
"Sejak kapan aku membuat lelucon?" tanyaku datar.
"Sejak tadi! Bwahahaha!!!"
Dan—oh my lord. Lihat kawanku ini yang sepertinya sudah termakan bujukan biskuit yang dibuat oleh iblis dramatis. Kau pasti tau, bukan? Orang yang akan menangis ketika biskuitnya tidak ada yang makan? Okay, lupakan dia.
Kriiingggg!!!
"Okay beybeh, bel istirahat telah berbunyi. Kumpulkan semua tugas pak Kaizo ke meja saya!!" ucapku memerintah ketika mendengar suara keluhan kesiapannya yang sudah pasti belum sepenuhnya selesai mengerjakan tugas guru setres—oh maksudku sastra itu.
"(Y/N)! Ayo istirahat!!" ucap Yaya antusias. Ku tampilkan wajah waspadaku kalau-kalau dia akan meminta bantuanku untuk menjadi endorsement biskuit gila nya.
"Kau bisa istirahat dengan Yaya. Aku akan mengantarkan buku tugas ini ke ruang guru. Dan—oh iya! Aku akan meeting osis sebentar," ucapku seraya mengangkat tumpukkan buku.
"Festival sekolah sebentar lagi ya. Yaudah deh kalau begitu aku dan Ying saja, ayo Ying."
"(Y/N), kau yakin bisa membawa semua tumpukkan buku ini ke ruang guru?" tanya Ying meragukan.
"Apa kau tidak lihat tumpukkan buku ini sudah dari tadi kuangkat? Kalau kalian ingin istirahat, cepatlah. Jam istirahat tidak 'kan lama." setelah ku berkata pada kedua sahabatku, kemudian aku melangkahkan kedua kakiku keluar kelas dan pergi menuju ruang guru.
Tidak kusangka, buku-buku ini sangat berat. Kumohon untuk tidak jatuh ditengah lorong yang sangat ramai ini.
"Hey lihat! Ketua osis kita hari ini cantik sekali! Ugh!! "
Apalagi ini? Gosip pagi tentangku lagi? Yang benar saja!
Terlalu mendengarkan bisikan bisikan setan disisi kanan dan kiriku membuatku menjadi tak fokus pada jalanan. Dan aku tak sempat melihat eksistensi seorang lelaki yang menggunakan baju olahraga persis seperti yang aku lihat dijendela. Ia sama sekali tidak melihat didepannya ada seseorang yang sedang membawa tumpukkan buku-buku sialan. Oh tidak. Jangan tabrakkan kumohon!
Brukk!!
Oh holy ****.
"Aduh! Ma-maafkan a-aku!!" ucapnya gugup. "A-akan aku ambilkan buku-bukumu!" ia mulai memunguti buku-buku sialan itu untukku.
"Kau melanggar tata tertib kawan." ucapku dingin. Tatapanku menajam, suaraku mendingin dan juga suasana dilorong mulai mencekam—oh! Lihat! Tangannya mulai bergetar hebat. Apakah aku menakutinya?
"Ke-ketua?" ucapnya terbata-bata. Ha-ha! Ini benar-benar lucu bagiku.
"Kenapa kau menabrakku, hm? Apakah matamu sudah mulai rabun? Mau aku bantu mencongkel dan mengganti mata rabunmu itu dengan mata yang baru? " benar-benar pertunjukkan yang lucu. Aku seakan ingin menertawainya akan wajahnya yang membuatku tertawa terbahak-bahak.
"Pfft- apakah si kapten akan kena hukuman? Wkwkwk."
Bagus! Terima kasih netizen telah memberi pemanis drama ini:v
"A-aku ha-hanya—MAAFKAN AKU!!"
"Pfft- bwahahaha!!!"
"Heh?! Kau mengerjaiku ya?!!"
Sungguh. Aku tak bisa menahan tawaku. Sungguh lelucon yang membuat air mataku keluar dengan deras.
"Kau!!"
Aku memberhentikan tawaku sambil memunguti buku-bukunya dan berdiri tepat didepannya. "Hehe, aku hanya buat sedikit drama disini."
Blaze hanya menatapku tak percaya, "Drama kau bilang?"
Aku mengangguk, "Kau tau? Ini hanya untuk hiburan semata." Ucapku tatkala senyum canggungku keluar begitu saja.
"Woah! Apakah ketua osis kita akan berpacaran dengan si kapten sepak bola?! "
"Aku sungguh menantinya!! "
Oh tidak sekarang. Wajahku tiba-tiba memerah dan tubuhku terasa sangat panas. Ada apa denganku?
"Mau aku membantumu?" tanya pemuda didepanku.
Tidak, tidak, tidak!
Oh tuhan! Apa yang kau rencanakan?
Dan—tunggu, kenapa dengan jantungku ini? Rasanya benar-benar gila ketika menatap wajahnya yang membuatku benar-benar menjadi gadis kasmaran!
"Mmm…
Pilih jawabanmu!
A. "Bo-boleh…"
B. "Tentu saja tidak."
C. "Jangan bilang kau mau meminta sesuatu."
Pilih sesuai apa kata hatimu ya~
Jangan sampai salah pilih loh! Ini masih easy peasy lemon squeeze:3
...Selamat berfikir! >_<...
Jika kalian suka cerita ini jangan lupa click like dan vote untuk dukung author! Agar lapak ini semakin hidup! Thankies~
♡