Boboiboy X Readers

Boboiboy X Readers
STAGE 2!! "Your Voice."



^^^



Art by: Muuchan.^^^


...WARNING!...


Mohon taruh jantung, hati dan pankreas anda diluar badan agar tidak menjerit kesakitan apabila sedang membaca ini.


Info:


(Y/N) - Your Name


(H/C) - Hair Colour


(E/C) - Eye Colour


(F/C) - Favorite Colour


...Genre: Baper akut, lucu, gila (mengandung kekerasan)...


...Pemeran: (Y/N) & Boboiboy Halilintar...


...Pesan Author: "Jangan lupa siapkan tissue:)"...


...***...


Matahari mulai menyinari kamar (y/n). (Y/N) yang sedang menyiapkan bukunya untuk berangkat kesekolah. Pukul lima lebih tiga puluh menit (y/n) beranjak ke dapur untuk memasak sarapan sendiri. "Aku mau sarapan apa ya? " batinnya sambil membuka kulkas dan rak atas. Namun yang ia dapati hanya sebungkus roti tawar dengan selai cokelat. "Sepertinya aku akan belanja setelah sepulang sekolah nanti."


(Y/N) memasukkan dua roti tawar ke pemanggang roti. Sambil menunggu roti matang, (y/n) menulis list belanja agar ia tidak lupa.


Trek!


Roti sudah matang, (y/n) mengolesi rotinya dengan selai cokelat. Setelah selesai dia pergi ke balkon rumah dan memakai sepatunya. Sebelum berangkat, (y/n) memandang bingkai foto kedua orang tuanya sambil tersenyum.


"Aku berangkat dulu ya, ayah ibu. Semoga kalian berdua bahagia disana."


...***...


(Y/N) melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Sesuai prediksi disekolah masih sangat sepi karena (y/n) berangkat tepat jam enam pagi. "Apa aku berangkat terlalu awal? "


Hatinya merasa sangat bahagia karena belum ada siapapun disekolah hanya ada pak satpam dan tukang kebun sekolah. Ia berharap kalau tidak ada siapapun dikelas.


Tepat didepan pintu kelas 3-1 tangannya meraih knop pintu lalu membukanya dan seluruh badannya tiba-tiba basah karena air dari ember yang ada diatas pintu tumpah tepat diatas kepalanya. Terdengar tawa terbahak-bahak dari mulut manusia jahanam sambil menatap wajahnya remeh.


"Hahaha!! Ternyata tepat sasaran!!"


"Hei, hei! Lihat wajahnya!"


"Fix, dia bakalan tambah bisu!!"


Lagi. Ia berencana berangkat lebih awal karena (y/n) tidak ingin bertemu sekelompok manusia jahanam ini.


Tiba-tiba mereka berhenti tertawa dan pandangannya menhadap kebelakangnya. "Hoi."


Sontak (y/n) menghadap kebelakang, "Ma-"


"Apa yang kalian lakukan padanya?" tanya pemuda yang memakai topi tepat dibelakangnya.


"Cih, perusak!" decih gadis berambut panjang yang dialah sang ketua geng tersebut.


(Y/N) membungkuk sembilan puluh derajat.


"Tidak perlu seperti itu, seharusnya kau melawannya," ucap lelaki yang tadi menolongnya.


(Y/N) hanya tersenyum kaku yang disenyumin bertanya-tanya. Melihat kondisi lawan bicaranya yang bingung ia mengeluarkan notebook kecil dan pulpen lalu menulis sesuatu. Sambil menulis ia bergumam, "Sepertinya dialah siswa yang jarang masuk sekolah. Mungkin dia baru melihatku."


Tak lama kemudian dia menunjukkan tulisannya lalu lelaki itu membacanya dan sedikit terkejut,


"Kamu siswa yang sering tidak masuk sekolah kan? Mungkin kamu belum pernah melihatku karena aku murid pindahan. Aku tuna rungu dan juga tuna wicara."


Seketika lelaki didepannya membungkuk dan meminta maaf, "Ma-maafkan aku karena tidak mengetahui mu!"


(Y/N) menggunakan bahasa isyarat namun dia tidak mengerti sama sekali. Akhirnya (y/n) pun menggunakan pergerakkan bibirnya yang bermaksud, "Tidak apa-apa."


Lelaki itu melihat kebadan (y/n) lalu tiba-tiba wajahnya memerah. "Oh iya, ngomong-ngomong seragammu basah."


(Y/N) bingung, kenapa dia wajahnya memerah? Mencoba melihat ke tubuhnya ternyata seragamnya basah dan tembus pandang. Ingin rasanya ia mati disini, namun dengan tiba-tiba sebuah jaket merah jatuh tepat diatas kepalanya. Kemudian (y/n) mendongak dan melihat ekspresi lucu dari laki-laki didepannya. Dia terlihat tersipu sambil menutupi wajahnya. "Pfft-"


"Kenapa malah ketawa?! Cepat pakai sebelum ada orang yang melihatmu!" ucapnya galak.


"Ternyata dia orangnya lucu," batin (y/n).


"Namaku Halilintar, kau bisa panggil aku sesukamu." Dengan kepekaan tingginya dia memperkenalkan diri karena memang itu adalah hal umum seorang pria. Tapi tidak bagi (y/n), ia merasa ada yang aneh pada lelaki yang bernama Hali itu. Dia seperti bisa membaca pikirannya.


"Senang bertemu denganmu," lanjut Hali dengan senyum tipisnya.


Sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan.


...***...


Pelajaran berlangsung seperti biasa. Ketika guru memberi tugas lalu pergi meninggalkan kelas, (y/n) pun membuka buku diary nya yang berwarna biru tua. Ia menulis kejadian-kejadian penting setiap harinya. Dan- ya, (y/n) menulis kejadian ia bersama cowok yang bernama Hali itu. "Tak kusangka dia suka tidur," batinnya sambil menatap wajah tampan Hali yang terekspos yang sedang tertidur pulas.


"Wah, lihat! Si bisu sedang kasmaran!"


"Dengan Hali yang populer itu? Mustahil kampret!!"


"Sudahlah, dia sedang menghalu itu!"


"Aduh, ngakak!"


Lagi, ia ditertawakan. Dan teman sekelasnya tidak mau menjulurkan tangannya seinci pun. Hanya Halilintar lah yang bisa membantunya. Tidak, jangan terlalu merepotkannya. Ia harus bisa melawannya. Ya! Lawan dia! "Di —"


"Hey! Si bisu berbicara!"


"Hah? Beneran? Mustahil!"


"Kalau sudah terlahir bisu, yasudah bisu. Gak bisa diubah, kan sudah takdir! Bwahaha!!"


"Hei. Ada apa ribut-ribut, HAH?! " dengan satu sentakkan pembuli-pembuli itu berkeringat dan senam jantung.


"Apa kau ingin cari masalah? " lanjutnya sambil beranjak dari bangkunya dan berancang-ancang ingin memukul wajah buriq manusia jahanam itu.


(Y/N) bangkit dan mencoba menenangkan Hali yang penuh kebakaran karena emosi yang meluap-luap. Mencoba menghentikan niat Hali, lelaki itu malah mendorongnya sampai terbentur pojok meja. "Ah!"


Tiba-tiba Hali tersadar setelah mendengar rintihan gadis didepannya yang sedang memegang perut sebelah kanannya yang terasa perih dan nyeri. "(Y- "


Belum sempat meraih tubuh mungil (y/n), gadis itu pun telah lari keluar kelas. Hali bingung, kenapa hanya terbentur pojok meja berlagak sakit sekali seperti itu? Apakah selemah itu? Ia ingin sekali menolong gadis itu. Bukan karena suka, namun gadis itu seperti familiar dimata ruby nya.


Apa benar gadis itu?


Sebelum ia menyusul (y/n), ia melihat buku kecil berwarna biru tua yang bertuliskan 'Diary' dengan huruf latin. Tampak menarik hati ia mengambil buku tersebut dan menyaku buku itu disaku celana.


Ia pun beranjak keluar kelas dan menemui (y/n).


...***...


1 September 2010,


   Ruangan serba putih yang baru aku kunjungi. Aku merasa tidak enak jika berlama-lama berada disini. Bau obat dan banyak orang-orang yang tidak beruntung sambil menangis tersedu-sedu. Hari ini adalah hari pertama kali aku dirawat karena demam tinggi. Ibuku pernah bilang, "Seharusnya kamu tidak berada disini." lalu aku menjawab, "Kenapa?" tanyaku polos. "Karena ini bukan tempatmu," jawab ibu.


   Memang itu adalah hal yang umum. Namun, ada apa dengan wajah sendu ibu dan ayah? Bisakah kalian menyemangatiku?


 


5 September 2010,


   Bosan. Itulah kata yang sering terucap. Masih dengan ruangan yang sama, serba putih dan bau obat. Kenapa aku masih berada di tempat yang bagaikan neraka ini? Aku pun tidak tau, tiba-tiba saja aku tertidur sangat nyenyak ketika ibuku memanggil-manggilku.


   Dan oh iya, setelah kesadaranku pulih, aku bertemu bocah laki-laki yang sepertinya seumuran denganku. Dia anak yang lucu dan juga manis. Dia tidak suka mengekspos privasinya, dan juga perasaan tersipunya. Sungguh manis sekali! >_<


...***...


Jregg!


Hali membuka pintu geser ruang uks. Ia menemukan gadis yang menjadi tujuannya kemari. Ia pun mendekati gadis tersebut. "Masih sakit?" tanya Hali berjongkok dibawah (y/n) yang sedang duduk di pinggir kasur. "Mau aku obati?" tanya Hali lagi dan dijawab gelengan cepat dari (y/n).


"(Y/N)…" Hali menjeda sejenak. Ia tau betul kalau gadis inilah yang ia tunggu-tunggu semenjak ia keluar dari rumah sakit. Ia harus membayar hutangnya, karena semua yang telah terjadi ini adalah salahnya. Ya, salahnya sepenuhnya. Semuanya.


Karena yang telah merenggut nyawa ayah dan ibu si gadis adalah-


"Apakah kau mau jadi pacarku?"


Pilih jawabanmu dan tulis di komentar!


A. Kenapa?


B. Apa yang kau mau dariku?


Ayo dipilih! Dan jangan sampai salah pilih loh!


...SELAMAT BERPIKIR!...


...>_<...