
Marineford markas utama angkatan laut, saat ini Sengoku yang
juga menjabat sebagai Fleet Admiral sedang mengerutkan keningnya membaca
laporan bahwa sebulan terakhir ini sudah ada 11 Kapal marine yang hilang entah
kemana, tidak ada saksi mata dalam kasus ini
“Ini, aneh,… bagaimana menurutmu Tsuru?” tanya Sengoku,
kepada seorang wanita yang seumuran dengannya, ia adalah adalah wakil Admiral
Tsuru seorang ahli taktis dan mendapatkan julukan sebagai Staf Besar, bersama
dengan Sengoku dan Garp, ia adalah salah satu petinggi di Marine
“Entahlah, tetapi yang pasti sesuatu yang berbahaya sedang
mengintai, dunia semakin bergejolak, kita juga tidak bisa sembarangan bergerak
mengingat kita sedang menantang Yonkou Shirohige”
Mendengar analisis Tsuru, Garp yang juga ada didalam ruangan
tidak mengatakan apa-apa, saat ini ia sedang tidak mood mengingat baru-baru
seorang bajak laut bernama Kurohige menyerahkan Ace, cucunya ke marine dengan
imbalan posisi Shicibukai
….
Sebulan ini, semenjak Majestic berlayar di Grandline, mereka
benar-benar menghancurkan banyak kapal bajak laut maupun kapal marine yang
mendekati mereka, bahkan saat ini Esdeath benar-benar menghancurkan banyak
kapal bajak laut yang mendekati kapal mereka
Bukannya mendapatkan harta karun, mereka benar-benar membawa
mereka kedalam neraka kehancuran
“Shinra Tensei” ucap Hinata yang sudah dengan leluasa
menggunakan salah satu kemampuan dari tenseigan miliknya, kemampuan ini
memiliki daya tolak yang sangat besar, mampu menghancurkan apapun disekitarnya,
saat ini Hinata mengfokuskan kemampuannya kearah depan sehingga kapal mereka
baik-baik, dengan gaya tolak yang sangat besar, bukan saja mendorong kapal itu
hingga hancur, lautanpun ikut terdorong yang menciptakan sebuah tsunami
berukuran 8 meter
“Jadi kalian mendapatkan apa hari ini?” tanya Lazuli setelah
melihat Esdeath dan yang lainnya membawa sebuah kotak harta karun dan sebuah bermata
satu sedikit melengkung layaknya Katana pada umumnya namun tanpa guard,
pegangan dan sarung berrwarna hitam pekat
Julius lalu mengambil pedang itu, saat menariknya dari sarung pedang, bukan
hanya dirinya, melainkan semua orang kagum dengan keindahan pedang ini
“Sungguh Pedang yang indah” ucap Sakura
Semua orang mengangguk setuju dengan pernyataan Sakura,
walaupun tidak ada diantara mereka pendekar pedang, mereka harus mengakui bahwa
pedang ditangan Julius sangat indah dan luar biasa “Aku tidak tahu nama katana
ini, tetapi yang pasti termaksud dari kelas Maito (Pedang ternama)”
“Pedang ternama?” tanya Lazuli
“Yah, didunia ini terdapat kelas pedang yakni 12 Pedang
Kelas Tertinggi, 21 Pedang Kelas Tinggi dan 50 Pedang kelas Terampil, aku tidak
tahu katana ini berada dikelas yang mana, tetapi yang pasti katana ini masuk di
salah satu kelas” ucap Julius bersemangat dengan katana ditangannya lalu
kembali menyarungkan kemudian meletakkan dibelakang pinggangnya
“Sepertinya kau sangat menyukainya Julius” ucap Hinata
“Yah, begitulah, karena tidak ada pendekar pedang di kru
kita, maka aku akan menggunakannya, walaupun aku bukan pendekar pedang, aku
masih bisa menggunakannya untuk menebas musuh” ucap Julius
………
Disebuah penginapan terlihat 2 orang kuat sedang bersantai
sambil meneguk gelas yang penuh sake, salah satunya adalah seorang pria dengan
rambut runcing panjang, memakai mantel gelap yang menutupi tubuhnya, dengan bulatan
logam pada lengan dan dada, memakai semacam topeng ninja yang menyatu dengan
kacamata bulat dan yang lain adalah seorang pria dengan badan besar, memakai
topi dengan rambutnya yang panjang bergelombang, memiliki jenggot dan kumis,
serta bulu yang tebal disekitar dada dan lengan, memakai kaos motif melingkar
Mereka adalah Gladius dan Machvise, para perwira tinggi di
jajaran bajak laut Donquixote, dibawah pimpinan Eksekutif Pica dan Diamante,
Gladius adalah pengguna DF tipe Paramecia, Pamu Pamu no Mi, yang
memungkinkannya untuk membuat tubuhnya atau benda anorganik yang disentuh untuk
pengguna Tonu Tonu no Mi, membuat dirinya dapat memanipulasi tubuhnya sendiri
hingga beratnya mencapai puluhan ton
“Sialan, mereka belum tiba?” ucap Gladius dengan kesal
“ Jika mereka berani membawa lari barang dagangan, mereka
tidak akan pernah selamat” ucap Machvise sambil meneguk sake miliknya
“Kalian, kumpulkan informasi tentang apa yang terjadi!”
perintah Gladius kepada awak kapal lainnya
……
Berselang 2 hari, sebuah kapal mewah mendekati sebuah pulau
yang ditunjuk oleh Log Pose, pulau itu bernama Monkey Jar, sebuah pulau
terkenal digrandline sebagai penghasil sake terbaik, yang menarik adalah
pembuat sake bukanlah manusia melainkan para monyet, orang-orang local bekerja
sama dengan para monyet dan menukarkan sake yang mereka buat dengan makanan
lain khususnya pisang, karena itu produksi sake sangat stabil
Selain menjadi pulau pembuatan sake yang terkenal, pulau ini
juga menjadi pusat perdagangan yang berada dibawa afiliasi Pemerintah dunia,
karena itu tidak ada bajak laut yang berani membuat masalah dipulau ini
Majestic untuk pertama kalinya memasuki mata orang banyak,
hal ini tidak bisa dihindari mengingat bukan hanya kapal mereka yang ingin
berlabuh, melainkan terdapat puluhan kapal yang ingin berlabuh juga, baik kapal
marine, pedagang hingga bajak laut, ditambah Julius dan lain tidak perduli jika
keberadaan mereka terdeteksi, mengingat ini hanya masalah waktu saja
Semua orang menatap kapal itu dengan iri dan rakus, yah,
siapa yang tidak rakus melihat sebuah kapal mewah dan tidak biasa, sebuah kapal
besi yang bisa berlayar tanpa layar, setidaknya kapal seperti itu belum pernah
terlihat sama sekali
Julius dan lain bisa merasakan tatapan keserakahan dari
semua orang, ditambah lambang bajak laut mereka tidak terkenal karena itu
banyak menganggap mereka seperti daging lemak yang siap untuk dimakan
“Lihatlah, tatapan mereka, siap memakan kita, hahaha” ucap
Julius
“Julius bisakah aku membunuh mereka semua?” ucap Esdeath
sangat bersemangat
“Tenanglah, dasar otak otot” keluh Lazuli, walaupun ia juga
sedikit tidak nyaman dengan tatapan orang-orang dan ingin meledakkan mereka
semua, setidaknya ia tidak akan bertindak barbar seperti Esdeath
….
“Hahaha, kapten, lihat sebuah kapal yang sangat mewah,
ditambah krunya hanya berisi wanita cantik, bukankah sangat sayang jika
dilewatkan”
“Gyogyogyo, tentu saja kita akan mengambil semuanya, tetapi
tidak disini, tunggu sampai mereka meninggalkan pulai ini”
“Seperti yang diharapkan dari kapten, setidaknya berbagi
dengan kami” ucap kru lainnya
Hampir semua perompak berfikir hal yang sama, begitu juga
beberapa pedangan yang tidak takut menghadapi bajak laut karena mereka
menganggap bahwa mereka adalah bagian dari pemerintah dunia dan akan
dilindungi, jika bukan karena aura menindas dari Esdeath mungkin Julius dan
yang lain sudah dikerumuni orang-orang saat kapal mereka berlabuh di dermaga
Sial bagi yang mencoba mencuri kapal saat mereka berlabuh,
Majestic kemudian menghilang diudara dan kembali kepada Julius
“Jadi kemana kita Julius” tanya Hinata
“Entahlah, yang pasti membeli persediaan makanan dan mungkin
sake?, lihat banyak penjual sake ditempat ini” ucap Julius memperhatikan
disekitarnya, semua orang juga mulai memperhatikan hal ini, karena itu mereka
cukup bersemangat mencoba sake tradisional di pulau ini, khususnya Julius,
Merlin dan Esdeath.
Julius dan lainnya lalu mulai menjelah pulau ini dan
bersenang-senang dibawah pengawasan beberapa orang yang tidak mereka
perdulikan, mereka pada akhirnya akan meledakkan mereka jadi mengapa harus
terburu-buru