BIGBANG PIRATES

BIGBANG PIRATES
Lanjut Berlayar



Itu bukalah perkelahian melainkan pembantaian, Lazuli hanya


perlu meninju kepala seseroang agar kepala itu meledak sedangkan Esdeath


benar-benar menyiksa menyiksa mereka semua dan hanya menyisahkan kapten dari


beruang merah sekarat, alasan mengapa mereka tidak membunuhnya karena ia


penguna DF dan mereka masih membutuhkan bahan penelitian


“ Ahh, mereka sangat lemah, bagaimana kalau kita kembali “


ucap Esdeath penuh dengan kebosanan


“ Ya!, kau bantu kami membawanya, aku tidak ingin mengotori


tanganku dengan sampah ini” ucap Lazuli kepada pemilik Bar yang sedang


ketakutan di pojok, ia hanya bisa menganggukkan kepala karena sangat takut, ia


tidak menyangka bahwa kedua wanita cantik ini sangat kuat dan menakutkan


Julius dan Merlin yang pertama kembali ketempat mereka


berpisah disusul oleh Sakura dan Hinata, dan tidak lama kemudian Esdeath dan


Lazuli juga kembali, yang aneh adalah dibelakangnya terlihat seseorang dengan


tubuh kekar mengikutinya dan menyeret tubuh seseorang yang terlihat sekarat


“ Siapa dia?” tanya Hinata


“ Dia ……. Entahlah, aku tidak mengingat namanya yang pasti


dia pengguna DF zoan, jadi aku tidak membunuhnya “ ucap Esdeath, membuat yang


lain hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, sedangkan yang mengikutinya


merasakan bahwa dahinya dipenuhi oleh keringat dingin


“ Sepertinya ini akan menarik “ ucap Merlin


“ Kalau begitu aku akan menyembuhkannya, sepertinya ia akan


mati setiap saat” ucap Sakura mulai penyembuhannya menggunakan seni tangan


mistik miliknya, tentu saja tidak ia sembuhkan sepenuhnya, tetapi hanya sampai


ditahap ia tidak akan melarikan diri


“ Kalau begitu, bagaimana jika kita pindah ketempat yang


lebih sepi, sepertinya para marine juga sedang menuju ketempat ini” usul Julius


dan mereka semua setuju


Menggunakan sihir teleportasi milik Merlin, mereka pergi ketebing


tempat mereka berlabuh, merlin terlihat sangat bersemangat melihat bahwa ia


bisa melakukan sebuah eksperiment


“ Jadi informasi apa yang kalian kumpulkan?” ucap Julius


kepada Sakura dan Hinata


“ Yah!, kami mendapatkan beberapa informasi tentang lokasi


kita saat ini “ jelas Sakura


“ Kita saat ini berada di pulau bernama Ombak, Di South Blue,


dan lihat “ ucap Hinata sambil menyerahkan sebuah Koran “ ini kami dapatkan


dari sebuah burung yang membawa sebuah Koran, sungguh aneh “


“ Ahh, didunia ini, Koran adalah sumber informasi paling


terupdate dan meliputi kejadian diseluruh dunia, burung itu disebut News coo,


ia membawa dan menyebarkan Koran dan poster pencarian keseluruh dunia”


“ Sungguh menarik “ ucap Merlin, ia tidak percaya bahwa


didunia ini, berita disebarkan dengan cara seperti itu


Julius kemudian membaca Koran dan menemukan berita yang


sangat menarik perhatianya “ Bajak laut Topi Jerami, mengumumkan perang dengan


Pemerintah dunia?, Hahahaha “


Melihat Julius tertawa setelah membaca Koran, mereka


memandang kearahnya “ Apakah ada yang menarik?” tanya Hinata


“ Yah! Ini informasi yang sangat menarik, kalian bersiaplah


kita akan ke Grandline dan langsung menuju Sabaody, akan ada perang besar,


antara Bajak Laut terkuat saat ini sekaligus seorang Yonkou melawan Marineford


“ jelas Julius


“ Perang?” tanya Sakura


“ Perang “ berbeda dengan sakura, Esdeath benar-benar


bersemangat


Disaat mereka sedang berdiskusi, pria Beruang merah itu kemudian bangun, dan menemukan bahwa mereka sedang tidak memperhatikannya, karena itu ia segera menggunakan DF miliknya dan berubah menjadi seekor beruang


merah dan menyerang Hinata


Yang lain juga menyadari hal ini tetapi tidak memperdulikannya, Hinata tidaklah lemah, ditambah setelah ia mendapatkan Knight


pieces, dan membuat Byukugan miliknya berevolusi menjadi Tenseigan


“ Hinata, coba tutup titik tenketsu miliknya untuk melihat


“ Tentu “ ucap Hinata


Beruang merah, merasa sangat marah, karena di remehkan oleh


orang-orang ini, ia berfikir bahwa ia tidak siap karena itu ia dikalahkan,


ditambah ia telah dibutakan oleh amarah mengingat Krunya telah dibantai


“ MATI” teriak, “ Cakar beruang mematikan”


“ Juuken “ ucap Hinata, setelah ia mengamati dan menganalisa


aliran energy milik beruang merah, sambil menghindari serangan cakar beruang


merah, Hinata dengan presisi mengirimkan dan menyuntikkan chakra miliknya ke


titik-titik tekanan tertentu (tenketsu)


*Argh*


“ Apa yang kau lakukan pada tubuhku” ucap beruang merah,


ketakutan bagaimana tidak ia sedang dalam keadaan zoan miliknya, tetapi


tiba-tiba dipaksa menonaktifkannya, ini adalah hal yang tidak pernah terjadi


sebelumnya


Selain menonaktifkan kemampuan DF miliknya, dengan menekan


titik Tenketsu, hal ini juga menyebabkan kerusakan internal pada organ yang


terhubung dengan titik tenketsu


Melihat hasil ini, Julius sedikit tersenyum “ Sepertinya itu


berhasil “


“ Yah!, sayangnya tidak seperti pada pengguna chakra,


menyegel sepenuhnya titik tenketsu padanya sangat tidak mungkin, efeknya hanya


berlangsung selama beberapa menit, mengingat energy miliknya berbeda dengan


chakra “ jelas Hinata sedikit menghela nafas


“ Tidak masalah, itu sudah cukup, di medan perang, beberapa


menit itu bisa merubah hasil perang” jelas Julius cukup puas dengan pengetahuan


ini, sekarang ia tinggal mencobanya pada pengguna Logia, apakah metode ini


berguna pada pengguna logia


“ Aku serahkan padamu Merlin, Sakura Hinata, cobalah temukan


cara untuk mengestrak DF miliknya, ada teori yang mengatakan bahwa ketika


pengguna DF mati, maka Df miliknya akan bereinkarnasi pada buah terdekat yang


memiliki jenis yang sama “


“Ehm, baiklah, aku cukup bersemangat dengan penelitian ini”


ucap Merlin


“ Aku akan membantu “ jelas Hinata


“ Mari kita lakukan, tetapi sepertinya kita harus menemukan


tempat yang memiliki peralatan yang memadai untuk penelitian ini “ Sakura


“ Bisakah kita pergi sekarang?” Esdeath


“ Peralatan?, aku tahu tempat yang kau maksud. Kalau begitu,


kita berangkat sekarang” ucap Julius kemudian mengeluarkan sebuah borgol batu


laut yang pinjam dari kerajaan tadi dan mengikatkannya pada beruang merah


“ Tidak, tolong ampuni aku “ teriaknya, ia sekarang sangat


ketakutan, bagaimana tidak, ia mendengar semua perbincangan yang mereka lakukan


dan itu sangat menakutkan


“ Merlin, apakah kau tidak memiliki sihir agar ia tidak


berisik?”


“ Tentu “ ucap merlin kemudian mulai merapal sihir silent


pada beruang merah


Karena semua keperluan mereka sudah terpenuhi, bahkan bahan


makanan juga sudah Julius beli sebelum bertemu dengan yang lain dan


memasukkannya pada penyimpanan kapal miliknya, dank arena ia sudah meminjam


banyak emas, Julius tidak harus mengikuti rencana awalnya yakni memburuh dan


menguangkan kepala bajak laut


Julius kemudian mengeluarkan kapal Majestic dari ruang


penyimpan, yang membuat beruang merah tidak tahu harus berkata apa, bagaimana


tidak, itu adalah kapal yang sangat mewah, terbuat dari besi dan kaca


“ Siapa mereka sebenarnya” pikirnya


Bajak laut BigBang kemudian melanjutkaan perjalanan dengan


seorang tawanan, yang lebih tepatnya kelinci percobaan