
[***ʜᴀᴘᴘʏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ]
"ꜱᴇᴘᴇʀᴛɪ ʙᴇʀᴊᴀʟᴀɴ ᴅɪ ꜱᴇʙᴜᴀʜ ᴛᴇʀᴏᴡᴏɴɢᴀɴ ʏᴀɴɢ ɢᴇʟᴀᴘ. ᴀᴋᴜ ᴛᴇʀᴜꜱ ʙᴇʀᴊᴀʟᴀɴ ᴛᴀɴᴘᴀ ᴍᴇɴɢᴇᴛᴀʜᴜɪ ᴀʀᴀʜ ʏᴀɴɢ ᴀᴋᴜ ᴛᴇᴍᴘᴜʜ ᴅᴀɴ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴛᴀʜᴜ ᴋᴀᴘᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴀᴋᴀɴ ᴍᴇɴᴇᴍᴜᴋᴀɴ ᴄᴀʜᴀʏᴀ ᴋᴇᴍʙᴀʟɪ"
••••
"oh gitu ya bagus berani-berani nya main sama cowok lain" Yuta
"Kak Yuta? Ngapain disini? " Tanya gue begitu tau kalau orang ini ada disini
"Apa perlu gue lapor ke Jaehyun kalau ceweknya ternyata jalan sama cowok lain? " kata dia dengan nada yang mengintimidasi gue lebih tepatnya mengancam
"Kak, lo salah paham" kata gue
"salah paham? Terus cowok ini siapa? Lo kira dia banci?" Sindir Kak Yuta
"Dia cuma nawarin kerjaan kak, gaada maksud lain" jawab gue
"Lo ga takut gue lapor Jaehyun? Hm? " tanya Kak Yuta
"silahkan kalau emang itu yang kakak mau" jawab gue
"Tapi kayaknya kasian deh kalau gue laporin lo. Bisa-bisa lo perang lagi" kata Kak Yuta
Sumpah ya disini gue ngerasa kesel banget sama ini orang. Temen-temen nya Jaehyun kenapa pada gini semua sih? Heran gue.
"Yaudah deh gue ga ada urusan disini. Gue duluan" kata Kak Yuta yang langsung pergi dari tempat ini
"Siapa? " tanya Kak Mingyu
"Temen dari pacar gue" jawab gue
"gue rasa pacar lo terlalu ngekang lo? " tanya dia
"Ga ada kok, hehe. Wajar kan kalau misalkan seorang pacar ga rela kalau pacarnya itu pergi sama orang lain" jawab gue
"Tapi ini beda aja gitu, gue pernah pacaran. Tapi ga sesulit kayak gini" kata dia
Apa yang lo bilang barusan itu bener kak. Gue merasa kalau gue bukan pacarnya Kak Jaehyun. Dia selalu aja batasin semua hal yang pengen gue lakuin tapi dia ga pernah anggap gue ada. Dia cuma anggap Chaeyeon? Maybe. Terlalu sulit buat gue ngerti keadaan ini
"Yaudah deh gue rasa lo besok bisa langsung datang ke kantor aja yah. Ini kartu nama gue, disitu juga ada alamatnya. Jadi lo bisa langsung datang aja okey. Gue duluan. Eh atau lo mau gue anter? " kata dia
"Ga perlu. Gue bisa sendiri kok, dan makasih " Ucap gue
"Oh okey, yaudah gue duluan " kata dia yang langsung pergi
••••
"Hana? " panggil Kak Jaehyun
"eh kamu disini juga? " tanya gue dengan ekspresi yang sok kaget. Kan tadi dia bilang ada di rumah eh tiba-tiba muncul disini kan jadinya kaget deh
"iya tadi ini Chaeyeon minta dianter beli sepatu" jawab Kak Jaehyun
"padahal tadi aku udah minta anter duluan deh ke Jaehyun " ucap gue
"Han please. Lo kenapa sih jadi apa-apa bergantung sama gue, apa-apa mau gue turutin semua kemauan lo" kata dia
Gue bingung deh sama lo
Kapan lo nurutin semua kemauan gue. Oh iya bergantung, kapan gue bergantung sama lo. Bukannya selama ini gue kemana-mana sendiri gue minta bantuan lo aja selalu nolak. Bukannya selama ini lo ga pernah ada buat gue dan alasannya ya selalu sama yaitu Chaeyeon.
Chaeyeon selalu menang
Dan gue selalu kalah
Itu salah satu hal yang permanen
"okey" kata gue
"yaudah gue mau makan dulu, kasian Chaeyeon laper" kata dia
"oh yaudah aku pergi" kata gue
Gue beneran pergi dari situ. Gue ngerasa ga kuat aja liat mereka sedeket itu dan liat seberapa perhatiannya Jaehyun ke Chaeyeon. Sedangkan gue? Mana pernah sih. Gue mau putus sama Jaehyun tapi dia selalu bilang gamau dan ga akan pernah putusin gue.
Maksud lo kayak gini tuh apa sih
Motif lo ngelakuin ini semua apa
Lo terlalu bermain-main sama gue
••••
Keesokan Harinya...
Gue udah sampai di salah satu kantor yang cukup terkenal.
"Kim Company"
"Permisi mba, saya mau tanya kalau ruangan Pak Mingyu ada dimana ya? " tanya gue ke salah satu karyawan yang ada di sana
"oh mau bertemu dengan Pak Mingyu? Boleh saya antar saja ke ruangannya" kata karyawan itu
"Terima kasih sebelumnya" ucap gue
"sama-sama"
Begitu sampai di ruangannya Pak Mingyu.
"Permisi" kata gue
"Silahkan masuk " ucap dia
" Ini saya Hana" ucap gue
"oh halo Han silahkan duduk" kata dia
Gue pun duduk berhadapan dengan Pak Mingyu. Jujur sih kalau pas di kantor kayak gini Pak Mingyu punya aura yang beda sama kemarin. Mungkin dari outfit nya kali ya?
"yaudah lo boleh langsung kerja hari ini yah" kata dia
"ah? Baik pak" kata gue
"Kalau lagi gaada karyawan yang lain. Panggilnya kak aja jangan pak. Gue ga setua itu" kata Kak Mingyu
"tapi kan ga sopan" ucap gue
"elah, kayak yang sama siapa aja lo" kata dia
Sumpah ya perasaan baru kemarin kenal. Tapi lagaknya udah kayak yang berapa abad gue kenal sama dia
"Yaudah lo atur jadwal gue buat satu minggu ke depan" kata dia
"siap pak bos" kata gue
Dia pun terkekeh dengan ucapan gue
Setelah beberapa saat kemudian
"udah nih kak? Kerjaan apa lagi? " kata gue
Gue kan pegawai baru jadinya ya masih bingung gue harus ngelakuin apa.
"oke" ucap gue sambil jalan buat ngelaksanain tugas yang dia kasih
••••
Jam Istirahat
"udah waktunya istirahat, sana lo ke kantin aja" kata dia
"emang bapak? Eh maksudnya kakak ga ke kantin juga? Ga istirahat? " tanya gue
"gue biasa nanti istirahatnya. " kata dia
"oh yaudah gue duluan ya kak" kata gue
Begitu sampai di kantin gue langsung duduk di salah satu bangku yang masih kosong
Gue belum kenal siapapun di kantor ini
"eh halo? Lo pegawai baru ya? " tanya seseorang
"iya" ucap gue
"Kenalin Hwang Irene" kata dia
"Hana Kim" ucap gue
"jadi sekretaris nya si pak bos yah? " kata dia
"iya" kata gue
"Kaku amat sih lo, santai aja sih sama gue. Kek kanebo kering ***** lo" kata dia
"ya kan baru kenal, jadinya ya gue masih tau malu kali mba" kata gue
"itu lagi apaan lo manggil mba" kata dia
"terus manggil apa? Ga sopan dong kalau panggil nama aja" kata gue
"Gapapa panggil aja rene" kata dia
"EH JUNGWOO SINI" ucap dia sambil teriak
"Eh ren, eh ini siapa? Pegawai baru? " kata dia
"Halo, saya Hana Kim" ucap gue
"udah gue bilang santai aja sih, disini semua karyawannya ga kaku kok. Malah pada bar-bar semua" kata Rene
"iya sans aja kali sama kita. Kenalin gue Jungwoo. Kim Jungwoo sih lebih tepatnya" kata dia
"oh halo, salam kenal" ucap gue
"biasa masih baru. Masih malu-malu tapi liat aja nanti hahaha" kata Rene
Bener sih apa yang dia bilang
Gue masih baru ya sifat asli gue belum muncul lah
••••
At Apartment
"Kak Jaehyun ngapain ke sini? " tanya gue
"Gaboleh? " kata dia
"Tumben aja" ucap gue
"lo kerja di Kim Company? " tanya dia
"iya" jawab gue
"bagus deh, gue kira lo belum punya kerjaan. " kata dia
What? Apa maksudnya bapak
"kenapa kak? " kata gue
"Gue ngerasa bersalah aja sih kalau misal lo belum dapet kerjaan. Karena gue udah jadiin Chaeyeon sekretaris pribadi gue. Takutnya orang pada ngira gue lebih perhatian sama sahabat gue sendiri dibanding pacarnya" kata dia
"Oh gitu" ucap gue sambil tersenyum
"Lo udah makan? " kata dia
"Belum" kata gue
"Yaudah sih makan buruan, gue mau balik dulu. Mau ke apart nya Chaeyeon kasian dia belum makan dia tadi minta gue beliin makanan. Gue kesini ya sekalian lewat aja sih" kata dia
Udahlah gue gabisa berkata apa-apa
Udah capek mikirin sikap dia
Udah muak sama perlakuan dia
Kita lihat aja nanti akhirnya
••••
Other side
"Hai Chae" ucap Jaehyun ketika sampai di rumahnya Chaeyeon
"Eh jae udah sampe, mana makanan aku" Kata Chaeyeon
"Nih" ucap Jaehyun sambil ngasih makanan yang udah dia beli tadi pas di jalan
"Makasih ya, sayang banget sama kamu" kata Chaeyeon
"Aku juga sayang banget sama kamu" Kata Jaehyun
"Tapi kok lama sih, aku cape tau nungguin nya. Mana bosen banget lagi" kata Chaeyeon
"Maaf, tadi aku ke apart nya Hana dulu. Biasa mampir doang" kata Jaehyun
"Tapi kamu ga beliin dia makanan kan? " kata Chaeyeon
"Ya enggalah, aku cuma beliin kamu. Kalau dia mau makan ya beli aja sendiri. Toh masih punya tangan dan kaki yang masih berfungsi dengan baik kan? " ucap Jaehyun
"Oh bagus deh, aku ga suka kamu perhatian sama orang lain. Aku gasuka kamu malah perhatian ke orang asing. Dan aku cuma mau kamu perhatian sama aku doang. Inget itu Jae" kata Chaeyeon
"Iya chae, aku inget kok" kata Jaehyun
"Chae sayang sama Jae" Kata Chaeyeon
"Jae sayang sama Chae" Balas Jaehyun
Dan mereka pun tertawa bersama. Tertawa yang menandakan kalau mereka sangat bahagia. Bahagia satu sama lain. Mereka merasa kebahagiaan sedang memihak kepada mereka. Tanpa mereka sadari mereka sudah menyakiti salah satu pihak disini. Orang yang seharusnya merasakan kebahagiaan tetapi malah sebaliknya***
...----------------...