
Athara dan Kirana kini sedang mencoba berlatih bela diri dari kedua cowok itu.
setelahnya, mereka berganti mencoba melatih penggunaan senjata agar lebih mahir nantinya.
sudah 3 bulan sejak jatuhnya benda dari luar angkasa itu, sinyal SOS yang pernah mereka buat tidak ada balasan sama sekali.
tanda tanda kehidupan diluar sana pun tak mereka rasakan, apakah yang selamat sudah di evakuasi?
atau, apakah ada yang mengumpulkan penduduk yang selamat untuk berlatih melawan zombie diluar sana?
mereka juga sudah berkeliling kota itu, namun hasilnya nihil.
mereka semua berniat untuk pergi kekota B besok, dan pada hari ini mereka semua sedang bersiap siap untuk kebutuhan.
Pagi hari pun tiba, Mereka mulai mengendarai mobil jeep yang mereka temukan.
sepanjang jalan, Kirana dan Alan terus bercekcok akan banyak hal, sesekali Athara dan Clade tanggapi.
tapi, kini mereka berdua menciut karena bentakan Athara, Athara membentak karena terganggu oleh mereka yang berbicara hal yang tak berguna dan saling dorong mendorong sehingga tidurnya Athara terganggu.
mereka tiba dikota B pada sore hari, banyak zombie disana sini, tanda tanda kehidupan mereka juga tak rasakan.
mereka terus berjalan dengan menabrak para zombie dengan santai, dasar Clade.
dipersimpangan, Athara tiba tiba menyuruh Clade untuk berhenti.
"coba lo pada liat!" Athara menunjuk kearah kiri, disana mereka melihat terdapat dinding tinggi yang kokoh.
"kayaknya para warga, dievakuasi kesana" ucap Kirana
dan mereka mengangguk setuju, Athara menyuruh Clade memasuki salah satu gedung tinggi, Ia menyuruh Clade untuk memakirkan mobilnya didalam, agar aman.
mereka turun dengan membawa senjata yang dikuasai masing masing,
Athara mengajak mereka menuju rooftop agar dapat melihat dengan leluasa.
"eh, lihat! ada mobil yang keluar dari dalam dinding!" ucap Alan sambil menunjuk mobil yang keluar itu.
mobil itu tanpa segan menabrak zombie zombie yang menganggu jalan mereka,
Athara dkk melihat mobil tersebut berhenti disebuah mall yang berada tepat dihadapan gedung mereka,
sepertinya kebutuhan didalam dinding tersebut sudah berkurang.
satu satu turun dari mobil itu sambil membawa senjata, mereka dengan cepat berlari kedalam mall,
"gimana? kita ikuti mereka?" tanya Kirana
"tidak!" jawab Athara dan Clade kompak.
mereka berdua seperti memiliki pemikiran yang sama,
"apakah kita harus seperti ini?" tanya Alan dengan kesal.
ya, mengapa ia tidak merasa kesal?
mereka berdiri didepan dinding dengan wajah memelas seperti tidak pernah makan berhari hari.
tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti didepan mereka,
salah satu dari mereka turun sambil membawa senjata
"kalian siapa!" tanyanya
"maaf, kak. kami.. warga yang belum dievakuasi!" ucap Clade memelas
"benarkah?" tanyanya lagi
"betul! kami kabur menuju hutan, dan sudah ada disana selama 3 bulan ini, dan kami.. hanya memakan persediaan yang sebelumnya kami bawa" jelas Athara
Sontak, pria itu menatap Athara dengan wajah terkejut dan tampangnya yang sebelumnya ganas berubah menjadi sok tampan.
"oh benarkah? baiklah! mari kita masuk," ucapnya
Ia berlari menuju mobil dan menjelaskan kedatangan Athara dkk kepada teman temannya.
gerbang tinggi itu terbuka, mereka segera masuk kedalam sebelum para zombie itu berhasil masuk.
setelahnya, mereka berkumpul disebuah ruangan kosong tanpa furnitur.
8 orang datang beserta pria yang tadi berbicara dengan mereka.
mereka duduk berhadapan dengan Athara dkk,
"selamat datang didaerah evakuasi kami.. perkenalkan nama saya Jeremy.. saya disini sebagai pemimpin penduduk disini."
"disamping saya, adalah wakil saya, ia bernama Hery. yang lainnya, silahkan" ucap Jeremy
pria yang sebelumnya menyambut kami membuka suara,
"saya Ardan, ini Romeo, ini Farel, ini Anna dan ini Farah" jelas Ardan
"saya Athara, ini Clade, ini Kirana, dan ini Alan" jelas Athara
"sebelumnya, bisakah kita tidak menggunakan bahasa formal? kami tidak terbiasa" ucap Clade sopan
"oh, tentu tentu!"
mereka mulai mengobrol tentang banyak hal, bagaimana mereka bisa bertahan dihutan, yang hanyalah sebatas cerita karangan remaja 17 tahun.
"maaf sebelumnya, Athara. mengap rambut dan mata lo beda?" tanya Ardan
"oh, gue keturunan barat, jadi.. udah bawaan. cuman, besar disini" elak Athara berusaha terlihat alami.
"oh.. begitu.. cantik banget abis!" ucap Ardan
"awwww!!" teriak Ardan sambil memegang tangannya yang dicubit oleh Jeremy
"kamu, didepan tamu! tidak sopan!"
Jeremy memanglah orang yang sangat sopan, bijaksana, dan berwibawa. segalanya dari dirinya selalu dijadikan panutan. sehingga, dirinya dipilih menjadi pemimpin warga selama evakuasi.
mereka diantar menuju kamar yang telah ditentukan.
"ahhh, lelah berpura pura gue" ucap Kirana sambil menjatuhkan tubuhnya kekasur miliknya.
"tapi, asli! natural banget bacot lo, Thar!"
"lo ngepuji atau hina gue?"
"fifty-fifty!"
mereka pun larut dalam perbincangan yang garing menurut kita namun tidak menurut mereka.
keesokan harinya telah tiba, Athara dkk diajak berkeliling karena kemarin tidak sempat sebab hari sudah malam.
mereka berkeliling hingga tiba dilapangan tanah yang luas. banyak lelaki yang sedang berlatih bela diri disana.
"ini, lapangan latihan bela diri! jika kalian ingin belajar kalian bisa kesini! dan, gue yakin! lo pada bakalan jago banget!" jelas Ardan
"jago? ayam jago ya, Dan!" ledek salah satu orang, dengan wajah yang menyebalkan
tampaknya mereka merupakan preman yang ketakutan dan berlari kesini. namun, masih saja menganggu orang setelah dievakuasi.
"Dani! masih untung lo dievakuasi! lari terbirit birit kayak banci diawal, sekarang udah sok bagak lo!" balas Ardan
"apa? angin kencang! gue kagak dengar!" ucap preman yang bernama Dani itu,
Teman teman mereka tertawa dan menganggap remeh Athara dkk.
Athara dkk sama sekali tidak terpancing emosi, beda dengan Ardan yang sangat kesal
"orang lembek gini mau latihan bela diri? satu pukulan langsung mimisan!"
"lo!" Ardan yang sudah mengangkt tangannya keudara ditahan oleh Clade
"tanding mau gak?" tantang Clade kepada preman itu
"ayo! siapa takut! 1 lawan 1!" ucap Dani
Athara dkk menampakan smirk mereka, sedangkan Dani dkk menatap remeh mereka.