
"sebentar! Thar, coba kita mengecek gudang terlebih dahulu! siapa tau ada senjata yang bisa kita gunakan!" ucap Kirana dan Athara pun mengangguk
mereka berjalan menuju arah gudang di rooftop, gudang tersebut terkunci.
Kirana dan Athara secara bersamaan mendobrak pintu itu, dan akhirnya pun berhasil.
mereka berjalan keujung gudang dan menemukan 2 buah sekop yang lumayan tajam.
"ok, selesai! nanti kalo ada zombie.. kita pukul saja kepalanya!" ucap Athara
Mereka berjalan menuju pintu rooftop, membuka kunci dan berjalan menuju lantai 3 secara berhati hati.
ahh
brakk
Athara memukul kepala orang tersebut, dan mereka berjalan menuju salah satu kelas disana.
mereka membuka satu satu tas disana, berharap ada makanan yang bisa mereka ambil.
dan mereka mengulang hal yang sama disetiap kelas hingga kelantai 2.
Athara dan Kirana memasuki kelas mereka, mengambil tas mereka lalu menbuang isi tas.
Mereka memasuki makanan yang mereka ambil tadi kedalam tas masing masing.
berharap, cukup untuk mereka makan selama 2 minggu.
Athara berjalan menuju meja milik Kim Ji Ren, lalu membuka tas miliknya.
ia mengambil kunci mobil milik Kim Ji Ren untuk mereka gunakan nanti.
"Thar! gak masalah kan kita bunuh mereka?" tanya Kirana setengah takut
"mereka itu zombie! mayat hidup! artinya mereka sudah mati, Kir. semoga nanti masih ada manusia." jelas Athara
mereka berjalan keluar dan bersembunyi dibelakang pohon yang lumayan besar,
Athara tadi sempat mengambil HP milik Kim Ji Ren, ia membuka aplikasi musik, dan mencari lagu yang berisik.
Atahra melempar HP tersebut kedalam gedung sekolah yang sepi, sehingga menciptakan suara gaung yang besar untuk memancing zombie itu kedalam.
Alunan musik itu berhasil menarik perhatian zombie zombie itu, zombie itu berjalan memasuki gedung sekolah, sehingga lapangan sekolah pun sepi.
Athara dan Kirana berlari menuju parkiran sekolah, dan memasuki mobil milik Kim Ji Ren,
Athara menekan gas dan keluar dari perkarangan sekolah itu, ketika i bertemu zombie dijalan, tanpa pikir ia tabrak begitu saja.
"kita kemana, Kir?" tanya Athara
"ke.. kantor polisi yang besar! pasti disana banyak senjata!" ucap Kirana dan Athara pun mengangguk
Athara menancapkan gas dan memarkirkan mobil itu tepat disamping kantor polisi.
"keluarin barang barang ditas! nanti kita isi dengan senjata!" ucap Athara
Athara dan Kirana pun memasuki kantor polisi itu, mereka berjalan dengan hati hati.. jika bertemu zombie.. ia tak segan memukulnya.
Athara dan Kirana memasuki salah satu ruangan, mereka sungguh beruntung karena langsung mbertemu senjata.
mereka mengambil senjata yang bisa mereka gunakan.
masing masing mereka mengambil 2 senjata besar, 2 pistol kecil, 1 pisau lipat, 1 granat, dan 2 bom asap.
Athara dan Kirana memasuki senjata tersebut kedalam tas ransel mereka.
sisa senjata dan sisa peluru tersebut, Athara masukan kedalam tas yang ia temukan disana.
setelah siap, mereka memegang pistol, dan berjalan keluar.
dorr
dorrr
dorr
3 zombie dihadapam mereka tumbang karena ditembak oleh Athara.
dari tadi, Athara selalu berpikir.. mengapa ia mendapatkan sebuah keberanian? mengapa ia mampu melihat dengan tajam? mengapa ia menjadi kuat?
semua kejadian itu seperti bergantung kepadanya,
Kirana pun merasa sama, ia merasa bahwa bela diri yang ia pelajari kini sungguh mudah baginya.
tapi, 1 hal yang janggal.. Kirana tak mampu melihat dengan jelas dan fisiknya tidak berubah seperti Athara.
Athara mengajak Kirana berjalan menuju mobil dan pergi dari tempat itu.
"Thar! menurut lo.. mereka bisa berevolusi gak?" tanya Kirana
"hmm, gatau. mungkin, jika mereka memakan pecahan batu itu.. mereka bisa berevolusi menjadi lebih kuat? entahlah.. kita amati saja dulu!" ucap Athara
Mereka melewati sebuah sekolah, dan dari ujung mata Athara, ia menangkap 2 orang pria yang sedang memukul para zombie digerbang sekolah.
Athara mengerem, dan Kirana mengomel karena Athara yang tiba tiba mengerem.
Athara mengambil snipernya dan menggunakannya, ia mengunci kepala zombie tersebut
doorr
dorr
dorr
dorr
4 zombie tersebut rata, Athara dan Kirana turun dari mobil menghampiri kedua lelaki itu.
"kalian yang menembak zombie ini?" tanya salah satu dari mereka, yang paling tampan menurut author :V
"hmm, iya" jawab Athara
"tapi, rambut dan mata lo.. kok?" tanya salah satu dari mereka
"nanti gue jelasin! sekarang kita masuk ke mobil! biar aman!" mereka pun memasuki mobil tersebut, posisi duduk mereka pun berubah.
pria yang paling tampan menjadi supir, Athara duduk disampingnya. dan Kirana serta teman pria tampan
"ada! tadi kita ambil makai sapu tangan, takut panas" jawab pria yang dibelakang.
Athara mengangguk
"nama lo pada apa?" tanya Athara
"gue, Clade, temen gue itu Alan" ucap Clade yang merupakan supir dimobil itu.
"gue, Athara yang dibelakang Kirana"
mereka pun mulai berbincang, mereka memakirkan mobil disalah satu rumah yang terpencil, namun lumayan besar.
"rumah siapa?" tanya Athara
"gatau! ini rumahnya jauh dari kota, lumayan buat berlindung" jawab Clade
mereka mendobrak pintu rumah itu, Athara menyuruh Clade membawa pecahan tersbeut kesalah satu kamar.
"lo pengang batu ini! kalo udah! keluar!" Athara meninggalkan Clade diruangan itu.
tanpa ragu, Clade memegang batu tersebut.
arghhhhh
Clade teriak kesakitan, temannya yang bernama Alan itu terkejut.
sedangkan Athara dan Kirana lumayan santai mendengar teriakan itu.
"eh, itu Clade kenapa?" tanya Alan
"enggak, nanti lo tau!"
Clade keluar dari ruangan, ia menyuruh Alan membawa batu tersebut dan memasuki ruangan.
arghhh
Alan pun teriak seperti Clade, dan setelahnya ia keluar
"kok sakit banget! tapi, kayak ada yang masuk kedalam tubuh gue!" ucap Alan
"ya, itu kenapa?" tanya Clade
"gue sih kurang yakin. tapi, setelah kita memegang batu itu.. tiba tiba kita jadi kuat, cuman.. Athara aja yang fisiknya berubah" jelas Kirana
"tapi, tadi malam. gue dihampiri nyamuk gede banget asli. sampai buat gue pinsan. paginya, penglihatan gue tiba tiba jadi tajam dan jelas. bahkan gue bisa lihat sejauh 2 km lebih" jelas Athara
"wow!"
"ok, hari ini kita istirahat dulu. besok, kita mulai cari kebutuhan dan cari cara buat hilangkan zombie zombie itu" ucap Clade dan disetujui mereka semua.
dirumah tersebut terdapat 4 kamar yang bisa mereka gunakan jntuk tidur.
ditambah, persediaan makanan, pakaian, dan lain lain.