ATHARA

ATHARA
1



Athara Davella, gadis cantik itu kini sedang melamun di teras rumah kontrakannya.


Ia tinggal dirimah tersebut bersama ibu dan adiknya, ayahnya sudah lama kabur..


kabur dan meninggalkan hutang judi sebesar 1,5 miliar dan ibunyalah yang bekerja banting tulang untuk melunasi semua hutang pria tak tahu diri itu.


Athara kini duduk dikelas 2 SMA, walaupun ia selalu dibully, setidaknya terdapat satu teman yang selalu bersamanya.


ujung mata Athara menangkap nyamuk yang luar biasa besar. Athara terkejut melihat nyamuk itu, nyamuk tersebut mendekat ke arah Athara.


Athara mengayunkan tangannya keudara berniat mengsuir nyamuk itu, namun.. nyamuk tersebut selalu berhasil menghindar.


Athara menghela nafas dan menyerah, membiarkan nyamuk tersebut menghisap darahnya.. sampai habis pun jadi pikir Athara


Nyamuk tersebut mendekat kearah bahu kiri milik Athara, lalu mulai menghisap darah milik Athara


arghhhh


Athara teriak kesakitan, mengapa bisa sesakit itu? saat Athara melirik bahu kanannya.. ia melihat nyamuk tersebut sudah hilang.


cepat sekali? batin Athara


tiba tiba, penglihatan Athara menjadi kabur dan ia mulai merasa pusing, bahu kirinya yang digigit nyamuk mulai berdenyut keras dan menimbulkan rasa sakit,


Athara menahan rasa sakit tersebut sebisa mungkin, namun ia malah pinsan.


Atahra membuka mata dan melihat kesekitar, ia berada dikamarnya.. ia melihat jendela disisi kiri tempat tidurnya,


"eh, buset. jelas banget gila"


Athara terkejut karena, penglihatannya tiba tiba saja menjadi sangat tajam, kalo diukur ia mamou melihat dengan tajam dan jelas sejauh 2 km lebih.


Athara tak mau ambil pusing, ia segera bersiap siap untuk pergi kesekolah.


Athara segera keluar kamarnya, ia melihat ibu dna adiknya sudah ada diruang makan


"selamat pagi" sapa Athara


ibunya yang bernama Vina serta adiknya yang bernama Ayara melihat kesumber suara dan tersneyum manis


"selamat pagi" balas mereka kompak


Athara menatap sendu ibunya, ibunya tersenyum seakan tidak ada beban.


padahal, ibunya sudah bekerja keras selama ini untuk membayar hutang yang belum juga lunas itu.


Athara bergabung kemeja makan dan mulai menyantap nasi goreng kesukaanya,


"mah, dik. Athara berangkat dulu ya.. sampai jumpa"


Athara segera keluar rumah, ia tidak memiliki mobil namun ia memiliki motor matic,


ia pun segera menancapkan gasnya menuju sekolah swasta dikotanya itu.


Athara berjalan menuju kelasnya, dan segera duduk disamping sahabat terbaiknya, Kirana.


"hai, Thara!" sapa Kirana


"juga! udah belajar untuk kuis Pak kumis?" tanya Athara


"aduh! gue lupa! pinjem buku, Thar!" Atahra tersenyum heran kepada sahabatnya itu, ia mengeluarkan buku biologi, dan memberikannya kepada Kirana namun, ditarik dengan kasar oleh..


Kim Ji Ren, gadis keturunan korea yang merupakan bunga mawar SMA swasta itu.


Ia terkenal cantik, body goals, dan berbakat di SMA itu. sifat buruknya yaitu, sombong, suka membully, dan pamer itu tidak pernah dipedulikan oleh siswa siswi serta guru di SMA itu.


"hei! pinjam ya buku lo! gue mau pakai!" Kim ji ren memegang ujung buku milik Athara menggunakan kedua jarinya seakan jijik dengan buku milik Athara.


"tapi, Kirana lebih dulu minjam" Athara membuka suara


"what? hello! siapa sih kalian? berani sama gue?" Kim ji ren menatap Athara dan Kirana jijik


entah dorongan dari mana, Atahra berdiri dan meramps kembali buku miliknya.


satu kelas dibuang melongo, termasuk Athara yang terkejut juga akan hal yang ia lakukan.


Kim Ji Ren yang merasa kesal menampar pipi kanan milik Athara,


"apa apaan sih lo? berani banget sama gue? udah bosan hidup?" maki Kim Ji Ren


Kim Ji Ren pun menampar pipi kiri milik Athara,


"itu buat lo karena berani bicara sama gue!"


plakkk


"itu buat lo yang berani menatap gue!"


plakkk


"itu buat lo yang merampas buku ini!"


plakkk


plakkk


plakk


plakkk


"dan itu, bonus buat lo!"


Kim Ji Ren membalikkan badannya hendak pergi, Athara yang merasa marah pun menarik bahu Kim Ji Ren


karena tidak seimbang, tubuhnya Kim Ji Ren terbawa kebelakang.


Athara memutar tubuh Kim Ji Ren, dan menumbuk pipi kanannya


satu kelas melongo lagi akan hal yang dilakukan Athara,


"gue ingatin lo ya! lo gak bisa seenaknya nindas yang lemah buat keinginan diri lo sendiri! jangan mengang mentang lo sempurna lo mau buat semau diri lo! ingat! deajat kita sama!" Athara mendorong bahu Kim Ji Ren


lalu menarik tangan Kirana untuk pergi dari tempat itu, mereka pergi menuju rooftop. mereka menurunkan kayu sebagai kunci, lalu mengunci gembok lagi. mereka melakukan itu  agar tidak dikejar fans Kim Ji Ren.


"gatau gue! tiba tiba diri gue mau mukul dia! gatau kok tiba tiba berani! aduh.. ****** gue! bakal dikejar fansnya dia ini!" teriak Athara frustasi


"aduh, parah sih!"


Athara jongkok dan menatap kelantai rooftop, bergumam bahwa ia akan mati sebentar lagi.


Kirana menatap kelangit dan melotot, Ia mengguncangkan bahu milik Athara


"thar! thar!"


"apa?!"


"thar!"


"apa?" Athara berdiri dan melihat kearah yang ditunjuk Kirana, Kirana menunjuk langit,


di langit, terlihat banyak benda luar angkasa yang jatuh menuju bumi, itu bukanlah sebuah meteor.


bentuknya berbeda beda dan berwarna merah keemasan, dipenglihatan Athara


semua benda yang jatuh itu, memiliki ukuran yang berbeda seperti bagian bagian yang terpecah dan suatu benda.


Atahra menebak banyak hal, salah satu benda tersebut jatuh kelapangan sekolah, smeua murid dan guru pun turun untuk melihat benda itu.


Athara dan Kirana melihat dari atas rooftop.


bagian benda itu tiba tiba menjadi besar, dan pecah kembali melempar bagian itu kelangit,


anehnya, setiap bagian benda itu jatuh tepat diatas kepala siswa siswi dan guru.


Athara melihat keatasnya namun tidak ada pecahn, aneh.


sedangkan diatas Kirana masih ada pecahan yang belum mendarat, Athara menarik tubuh Kirana agar tidak terkena pecahan itu.


firasat Athara tiba tiba menjadi buruk, ia berpikir bahwa mereka yang terkena pecahan akan berubah menjadi sesuatu


Athara dan Kirana melihat kearah bawah,


dan yap! sesuai dugaan Athara!


tidak sampai 5 menit, semua ornag dibawah teriak kesakitan sambil memegang kepala mereka masing masing.


pecahan yang harusnya mendarat setelah dari kepala pun tidak ada dilantai, seakan tertelan dikepala mereka.


kepala mereka semua perlahan lahan berubah menjadi merah, beberapa dari mereka sudah sempurna berubah menjadi warna merah total dengan mata yang menjadi hitam.


monster, kata itulah yang terbelit di otak Kirana dan Athara


"ini apa yang terjadi, Athara?" tanya Kirana panik


"kalau tadi lo gak narik gue, mungkin gue juga berubah!" lanjut Kirana


"tenang, Kir. kita pikirin cara keluar dari sini terlebih dahulu, sepertinya mereka tidak dapat kembali menjadi manusia" ucap Athara


Athara melihat pecahan yang jatuh dirooftop yang seharusnya tenggelam dikepala Kirana itu.


ia memegangnya, dan..


arghhhh


Athara teriak kesakitan, seluruh tubuhnya seakan mengalir sesuatu yang luar biasa.


darahnya memanas, denyut nadinya perlahan lahan berubah menjadi 100 kali lebih cepat.


rambutnya yang semula berwarna hitam pun perlahan berubah menjadi warna perak, mata hitam legamnya juga ikut berubah menajdi warna merah darah.


rasa sakit itu perlahan menghilang, Atahra melirik Kirana yang terkejut setengah mati.


Athara memegang rambut peraknya,


"Thar! lo gak jadi monster kan? kalo jadi monster harusnya lo berubah


jadi seperti mereka!" ucap Kirana


"tenang! enggak kok! coba lo pegang batu ini" Athara menyerahkan pecahan yang ebrbentuk batu itu kepada Kirana


Kirana pun menerimanya daan


argghh


teriak Kirana Athara menunggu apa yang terjadi setelahnya.


fisik Kirana tidak berubah seperti Athara, namun ia merasadarahnya mulai memanas


"Thar! darah gue kok panas banget?" ucap Kirana


Athara melihat aneh hal yang terjadi lalu mendekat kearah Kirana,


"kir, coba lo pecahkan batu ini!" ucap Athara, ia berkhayal bahwa mereka mendapatkan kekuatan


Kirana mengangguk dan mulai menggepalkan tangannya, dan


plukk


pecahan itu pun pecah kembali menjadi bongkahan yang sangat kecil,


sesuai ekspetasi Athara, ternyata mereka mendapatkan kekuatan. pasalnya.. pecahan sebelumnya itu sungguh berat dan besar. bagaimana bisa semudah itu dipecahkan?


melanjutkan bahwa ekspetasinya tidaklah palsu, Athara berdiri dan memegang tiang bendera di rooftop.


ia mencoba untuk mematahkan tiang besi bendera itu, Athara menarik tiang besi tersebut dan


"wow!"


Tiang besi tersebut benaran patah, Atahra tersenyum dna menyerahkannya kepada Kirana untuk mematahkannya lagi.


Kirana mengambil lalu mematahkannya dengan kedua tangannya, dan benar! patah lagi!


Athara tersenyum, sepertinya.. ia mendapatkan kekuatan ini untung membantu orang yang telah berubah menjadi zombie itu.


"ayuk! pergi!" Athara mengajak Kirana untuk pergi dari sana.