Assallamu'Alaikum 2007

Assallamu'Alaikum 2007
Tiba - tiba Cinta Datang



Radit, cowo yang hobi banget sama Basket ini gak nyangka bakalan jatuh cinta sama Lea. Dulu semenjak ketemu Lea di kelas 1 SMA sama sekali gak terbayangkan akan hal tersebut.


Rasa itu muncul bukan ketika Lea mulai langsing, glowing dan tiba - tiba jago olah raga. Tapi ketika Lea tidak mau berjabatan tangan dengan lawan jenis saat membantu memungut sampah didepan ruang PMR.


"Dit, kan udah gue bilang nanti sore jadi latihan Basket di SMA Buana" sahut Dion.


"Yaelah, kenapa harus di Buana sih ?. Kan ada lapangan disini, ogah ah gue .. rese euy anak-anak Buana mah" balas Radit.


Dari jarak jauh nampak Lea yang masih menggunakan seragam olah raga sedang menjauh kan diri dari cowo anggota PMR yang mau bersalaman.


Deg. "Lah kok kayak merinding gini ya" gumam Radit pada diri sendiri.


"Apa dit ?" tanya Dion yang tak sengaja mendengar.


"Gaaak, ya udah gue duluan ke Kantin. Lo ke kelas sekarang ?" katanya sambil berlari kecil.


"Yoi .." Dion pun berjalan menuju kelas sambil memasang hedsetnya yang bersuarakan musik Rock Barat yang sedang booming di tahun 2007.


Tak lama Dion hampir tersungkur karena di dorong oleh Lea.


. "Lea, kamu kenapa ?" kata Dion sambil mengusap bahu kanannya yang kesakitan.


"gw nyelamatin lo.." terengah - engah, "dari genteng yang bakal jatoh" tambahnya.


Dion menengadah mencari genteng yang akan jatuh. "Mana gak ada genteng jatoh kok ?". timpal Dion sedikit kesal.


Lea pun berdiri, lalu dia mundur. Tak lama, BRAK !!. Sebuah genteng yang cukup besar dan berat jatuh tepat di antara mereka berdua.


Dion dibuatnya terperangah. Ia tidak bisa bicara seolah - olah kelu.


"Nah, hati2 makanya" datar Lea yang kemudian berjalan menuju kelasnya.


Dion menggelengekan kepalanya. Dari kantin yang cukup dekan dari lokasi kejadian, Radit terperangah melihatnya. Bukan hanya Radit, tapi semua siswa yang didekat dengan lokasi dibuatknya kaget bahkan ada yang bertepuk tangan.


...💗❤💗❤💗❤💗❤...


Hari Minggu, seluruh kelas 3B kumpul di rumah Radit untuk menyiapkan acara pengajian bersama sebelum Ujian Nasional.


Radit adalah anak orang berada, rumahnya megah dan luas. Dihalaman belakang terdapat kolam renang lengkap dengan kursi santainya. Banyak yang bilang seperti rumah selebritis.


Saat itu Lea, Dara dan Vera baru selesai Sholat Dzuhur di Mushola yang cukup luas. Radit sedang duduk di kursi santai depan kolam renang bersama Dion.


"Kok bisa ya Lea jadi kayak sekarang. Biasanya kalau ketawa dia paling besar suaranya, jalan aja ga beraturan .. nah sekarang, anggun, manis, nampak bukan Lea yang gue kenal" Ujar Radit dalam hati.


Tanpa sadar Dion memperhatikannya. "Udaaah, gak usah dipandang wae, gak akan kabur .. gak akaan" sahutnya membuyarkan lamunan Radit.


"He, ngomong apaan lo ?" sengit Radit.


"Diem - diem lo merhatiin Lea kan ?, ngemeng aja ngemeng" goda Dion.


"Sotoy ! .."


"Makanya waktu itu gengnya Lana ngelabrak si Lea kan gara - gara lo" balas Dion


"Serius ?. Gue kira emang Lana sm Lele lagi ada masalah, kan emang mereka gak pernah cocok dari dulu" Dion menarik nafas dalam - dalam dan mengembuskan dengan kencang. "Jadi maksud lo gue direbutin Lea dan Lana gitu ?" sambung Radit.


Dion menatap sayu sahabatnya, "Yeee .. Siska sama si Lea yang ngerebutin Lo !" kata Dion yang tak mengontrol suaranya sehingga semua orang dengar termasuk Lea.


Radit langsung membungkam mulut Dion. "Sssttth, sakalian make toa masjid ngomongnaaa" Radit menekan suaranya sambil melihat ke arah yang lain, Radit nampak salting.


Dari dalam Mushola Lea pun nampak salting. Semua orang disana malah menggodanya.


"Adeeuuh, gak apa - apa atuh Lea .. musim sekarang mah TTM, Teman Tapi Mesra" kata Geri yang di sambut tawa oleh semuanya.


"TTM mah Teman Tapi Maling !" tambah Vera, semuanya malah semakin tertawa dengar candaan Vera yang memang suka ceplas - ceplos.


"Emang bener lo teh suka sama Radit ?" bisik Ica, "curiga dari dulu" sambungnya dengan nada jutek.


"Iihh apaan sih, ya gak mungkin lah. Itu mah si Lana aja yang Fitnah" Dara membela. "Lea mah sekarang ga kepikiran suka sama Radit, ya kan ?" sambung Dara.


Baru saja Lea mau menjawab, Vera langsung memotongnya. "Berarti dulu kepikiran suka ya ?".


Lea mendengus kesal, "kalian ko sama aja kayak si Lana and The Gank ya ?" Lea langsung keluar dari Mushola.


Lea kelihatan marah. Dia langsung mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang. Gadis itu berjalan keluar rmh menuju ruang tamu, kemudian menggunakan sepatu.


Radit langsung menyusulnya dengan berjalan cepat. Radit mencoba tenang agar Lea tidak marah.


"Maaf" ucap Radit dengan lembut.


Satu kata maaf membuat Lea berhenti menalikan tali sepatunya. Gadis itu nampak mengatur nafasnya.


"Lo gak usah marah sama yang anak - anak bilang. Gimana ya, bingung juga sih" gumam radit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Gak usah marah ?" pekik Lea. "Kejadian di ruang ganti waktu itu aja udah bikin gue malu semalu - malunya. Anggapan mereka tuh gue alay. Jadiin cowo bahan persoalan, haduh gak banget !" bentaknya.


Radit menyandar di tiang tembok sambil menundukan kepalanya. Dan Lea masih duduk di lantai karena sedang memakai sepatunya.


"Iyaa gue emang biang persoalan. Jadi gue minta maaf, gara - gara gue lo dapet masalah di sekolah" Radit duduk disamping Lea.


Lea segera bergeser menjauh dari Radit. Radit sangat paham akan hal itu.


"Sorry, teras rumah gue gak ada kursi. Gak apa - apa ya duduk disini ?" diam sejenak, "jujur sih gue baru tahu sekarang kalo ternyata gara - gara gue, tapi gue bingung .. kenapa bisa ?" Radit masih belum mengerti.


"Coba deh lo ngomong sama mereka terutama Siska, kenapa lo tiba - tiba ngejauh dari dia ?. Kemarin tuh Lana ngelabrak gue gara - gara lo ga nembak Siska. Dan yang ada dipikiran mereka, semuanya gara - gara gue !" Lea panjang lebar dan dengan menggebu - gebu.


"Hhmm .. ya emang gara - gara lo kan ?. Kan lo juga tahu sendiri, kalo gue suka sama lo" Radit begitu tenang mengucapkan kata - kata itu.


Lea semakin tidak karuan. "Astaghfirulloh .." bisiknya sambil memijit - mijit pelipisnya.


Tanpa disangka, Vera, Ica, Dara dan Dion mengintip dan menguping pembicaraan mereka berdua. Jelas saja mereka kaget tak menyangka kalau ternyata Radit menyukai Lea.


Nahh lhoooooo .. Lele dan Radit gimana nih ?? makin galau kan tuuuhh .. 😈😈😈😈