
Azzalea atau lea sedang mempersiapkan pernikahannya. Malam sebelum hari pernikahan. Gadis manis yang menggunakan pakaian Syar'i sedang mengelus - elus baju pengantinnya yang berwarna Broken White.
"Aiiihh .. akhirnya nikah juga" gumamnya.
Tak lama Ibu masuk ke kamarnya sambil membawakan vitamin agar anaknya yang akan menikah esok selalu dalam keadaan fit.
"nih minum dulu Vitaminnya, teh. Jangan lupa tidur cepet, kan jam 3 subuh harus udah dandan" perintah ibu yang logat sundanya amat sangat kental.
"hatur nuhun bu" balas Lea, "bu, andai aja ya dari dulu teteh udah belajar Agama dengan baik, pasti hidup teteh ga akan kayak dikejar - kejar dosa masa lalu" ungkap gadis keturunan sunda itu.
"jangan gitu atuh teh, yg namanya manusia mah gak ada yg sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah" diam sejenak sambil tersenyum, "anak gadis ibu, bsk di pinang sm Ustadz Ali. MasyaAllah, dulu mah kamu teh gemblongnya ibu, sekarang udh jadi maccaroonnya ibu" canda ibu sambil menahan haru.
Arah kedua mata Lea tertuju pada sebuah foto yang terpampang di dinding abu kamarnya. Foto - foto saat remaja bersama teman - teman SMAnya angkatan 2007, saat dimana ia mengenal kenakalan remaja yang menurutnya saat ini sangat menggelikan dan membuatnya menyesal karena tidak mau menutup aurat demi trend.
Bibir tipisnya itu tersenyum geli saat melihat dirinya dalam foto yang nampak gemuk, kulit gelap dan kusam, rambut ala anak emo dan tertawa lebar sehingga hampir area dalam mulutnya terlihat semua 😂.
"Kok gini amat ya dulu" gumamnya dalam hati
Kemudian ia menata foto - foto tersebut yang sedikit belum rapi. Tiba - tiba selembar foto ukuran kecil terjatuh ke lantai. Lea segera mengambilnya.
Sebuah foto yang sangat berarti pada waktu itu. Foto ia bersama dengan sahabat lelakinya yang juga "CiDaHa" Cinta Dalam Hati .. eeecccieeee 🤣🤣
"ya Allah .. ni orang kemana ya ?" bisiknya yang ternyata terdengar oleh ibu.
"siapa itu teh ?" dengan cepat tangan ibu mengambil foto dari tangan anak sulungnya, "euuh ini teh Radit ya ?. Jadi inget dulu waktu kamu ceurik di pojokan pedah radit jadian sama anak kelas 3C, hahahha"
Lea kesal mendengar ocehan ibu yang selalu itu saja kalo ingat masa-masa SMA anaknya.
"udah aah, kesel jadinya. Ibu mah itu wae yang dibilangnya teh. Awas aja kalo bilang ke Bang Ali, kita musuhan" ujarnya sambil merebahkan diri di kasur.
Ibu memeluk Lea dengan erat, "bercanda atuh teh. Ga akan, Insya Allah moal beja - beja" balasnya sambil sedikit tertawa. Tak lama ibu tiba - tiba seperti kaget, ia teringat akan sahabat - sahabat Lea. Yaitu Ica, Vera dan Dara.
"eh.. Ica, Vera sama Dara besok kesini kan ?" tanya ibu dengan wajah merengut.
"iya, Insya Allah setelah subuh. Mereka mah make up di salon ceunah" jawab Lea yang sudah kembali seperti biasa lagi.
"ya udah atuh, sok tidur. Gaun Pengantinnya di gantung disitu aja ya, biar ga riweuh besok" kata ibu sambil menunjuk ke arah tiang hanger dekat lemari pakaian.
"siap bu !"
Waktu terus berputar menunjukan pukul 00.00 WIB. Tiba - tiba bumi terasa bergetar dengan dahsyat. Lea yang sudah terlelap langsung terbangun dengan wajah paniknya. Semua barang - barang berjatuhan dilantai termasuk foto - foto yang menempel di dinding kamarnya.
"Astaghfirulloh, gempa !" Lea terperanjat dan segera mengambil jilbabnya yang ia taruh disamping bantal. Saat ia hendak keluar kamar, tiba - tiba saja ia teringat baju pengantin. Lea segera mengambilnya, namun sayang lemari yang ada di hadapannya itu jatuh menimpa dirinya.
"Aaaaagh" seluruh tubuhnya seakan ditelan oleh lemari besar tersebut.
💓💓💓
Suara cukup berisik. Terdengar suara alat musik gitar dan tawa dari banyak orang. Seorang gadis sedikit gemuk dan rambut diikat menyerupai ekor kuda, sedang tidur sambil duduk dan menundukan kepalanya diatas meja belajar.
Tiba - tiba ia terbangun sambil berteriak dan mengagetkan teman sebangkunya yang sedang menghafalkan Ayat Kursi untuk tes praktek bacaan Al-Qur'an.
"Allahu Akbar, Gempaaaa.. Ibuuu !!" teriaknya
otomatis teman disebelahnya yang bernama Vera ikut berteriak dan berlari keluar kelas "Gempaaaa .. Mamaaaaaah toloooong" tak lama ia pun sadar kalau temannya itu mengigau.
Ada perempuan yang terkenal cantik dengan rambut keriting gantung dan pakaian seragamnya yang super ketat serta roknya yang pendek di atas lutut, Ica.
Rambut lurus baru di rebonding, tak pernah lepas jaket meski Sekolah melarang memakai Jaket di dalam kelas kecuali dalam keadaan kurang sehat, Vera.
Dan yang paling Sholeha yaitu Dara. Ia dianggap Suhu dalam pelajaran Agama Islam oleh kebanyakan orang di sekolah karena pakaiannya yang syar'i.
"Ari kamu kenapa ?" tanya Vera sambil menggeplak kepala Lea.
"Auch" Lea yang kesakitan itu nampak bingung, ia berdiri lalu melihat ke sekeliling ruangan.
"ini dimana ?" gumamnya lirih.
"kelas" jawab Vera singkat sambil menatap temannya dari atas ke bawah.
"bohong" balas Lea
"eehh .. cuci muka geura" timpal Ica dengan gaya centilnya
"harusnya hari ini saya nikah, kenapa saya bisa ada disini ?!" ungkap Lea dengan nada meninggi.
Sontak semua orang disana kaget.
"awas siah kesurupan ini mah" celetuk laki - laki berbadan tinggi dengan baju seragamnya yang sedikit acak-acakan, Dion.
"saha maneh ?!" sambung Dion.
Semua teman di kelas ketakutan. Ada salah satu dari mereka lari ke ruang guru untuk meminta pertolongan. Yaitu Geri, dia siswa laki - laki yang dikenal paling pintar di Sekolah.
Dara langsung mendekati Lea sambil mengusap - usap bahu sahabatnya itu, "Istighfar Lea. Makanya jangan tidur kalo di kelas"
"Astaghfirullohaladziim" ucapnya berkali - kali. Namun tiba - tiba ucapan Istighfarnya semakin keras saat melihat dirinya dari pantulan kaca pintu kelas. Ia tidak menggunakan Hijab.
"Aurat saya, ya Allah" teriak Lea yang kemudian mengambil jaket di bangku belakang yang entah milik siapa.
Lea langsung menutup bagian kepala, dan duduk dibawah meja agar laki-laki tidak melihat bagian kakinya.
Dara panik dan menangis melihat sahabatnya seperti ini. Semua siswa ricuh melihat keadaan Lea. Mereka semua menganggap Lea kesurupan "Nyi Marinah" yang di percaya sebagai penunggu di Sekolah. Bukan Satpam ya, tapi sekelas makhluk halus 😂👻.
datanglah cowo keren dengan baju basket berwarna hitam merah. Radit, cowok kebanggaan Sekolah dan yang pasti cewek-cewek pada naksir sm dia.
"Ini ada apaan sih ?, rame amat" tanya Radit.
Dara menangis seakan tak bisa kontrol wajahnya yang mereweng "Lea kesurupan, dit. Bantuin baca Ayat Kursi atuuuh" ucap Dara sambil terus mengusap bahu Lea.
"ada Radit ?" Lea berdiri, "Ini cuman mimpi kan ?" bisik Lea kemudian memejamkan matanya sambil memukul-mukul pipi dengan keras. "Bangun .. ayo bangun !!" katanya.
Lea membuka matanya. Rupanya Radit sudah berada tepat di depannya. Tanpa aba - aba cowo pebasket itu meminum air dari botol mineral yg ia bawa lalu menyemburnya ke wajah Lea.
"Astaghfirullohaladzim !!" teriak Lea
*Semoga terhibur* 😂
Jangan lupa like, isi komentar dan kasih hadiah yaa .. please 😘😘