
" Rina rasanya sepi tau dirumah aja " lirih Al
" Iya " balasnya sambil memperhatikan temannya
" Gak enak tau rin tidur sendiri tuh ! " Ujar Al kesel
" iya "
"Kita keluar kelas yuh " ajak Al melangkah lebih dulu kemudian disusul temannya
Lalu mereka duduk di teras depan kelasnya
" Ouh yah tadi malem aku mimpiin kamu makan gorengannya mbak sar "
" Iya "
" Sehabis pulang sekolah aku main yah kerumah kamu Rin "
" Iya "
" Nanti jangan lupa ajak si ipah juga "
" Iya "
" Nanti kita main masak masakan aja, biasa didepan rumahnya si ipah "
" Iya "
" Nanti kita kumpulnya jam berapa ? Jam 2 "
" Iya "
Al mengeluarkan nafas beratnya.
Kini al terdiam, dia mulai bosan mendengar jawaban temannya " apa kau tidak punya jawaban selain iya Rin ? " Tanya Al ketus
" M.. Apa yah " jawabnya polos
" Lupakan ! Percuma saja membuatku terlihat menyedihkan karena diabaikan " celoteh al asal keluar dari mulutnya
" Al kamu tau kan rumor itu masih beredar sampe sekarang " ucap Rina mengalihkan pembicaraan
" Apa "
" Kamu pacarnya rayen, kamu menjadi trending topik satu sekolah karena bisa pacaran sama rayen apa apa bareng dia " jelas Rina
Mendengarnya membuat kepala al langsung pusing tujun bintang berkeliling, sesaat dia melirik tajam teman disampingnya.
" BERAPA KALI HARUS KU BILANG, BAHWA AKU BUKAN PACARNYA RAYENNNNN !!!! " Teriak al sekencang kencangnya tanpa disadari hingga membuat benda benda disekelilingnya termasuk pohon yang diam pun ikut bergetar kaget.
" Iya " jawab rina dengan santainya disaat semua orang mengoreksi lubang telinganya apakah pendengarannya masih benar atau tidak.
Kemudian Al cepat berdiri dan melangkah pergi kearah kanan, namun langkah kakinya terhenti ketika melihat rayen tepat didepannya dengan wajah tak berekspresi sama sekali.
Al mengembuskan nafas beratnya sebelum berbalik arah dan menuju kelasnya.
Skiippp
Seorang wanita paruh baya datang dengan membawa beberapa buku ditangannya
" Assalamu'alaikum anak anak "
" Wa'alaikumussalam Bu "
" Gak lupakan kalo hari ini ada pr ? " Ucap beliau sambil duduk di kursinya dan membereskan buku bukunya.
" Ini tuh hari apa si "
" Ouh iya lupa njiirr "
" Pr apaan, ko dibuku gue gak ada tulisan apa apa? "
" Heh ****, Lo tuh bolos Mulu makanya buku loh masih suci "
" Haduh gimana nih Surti "
" Aduh lupa bawa buku guys "
Dumelan, ocehan dan grutuan memenuhi kegaduhan kelas ini. Hingga akhirnya Bu Anggi mengeluarkan buku absensinya.
" Hadir bu "
"Al "
" Hadir bu "
" Kamu punya penyakit ? " Tanya Bu Anggi khawatir
" Siapa ? Al ? " Tanya Al dengan polosnya dan menunjukkan arah telunjuknya ke dirinya sendiri
" Iya "
" Ouhh, tidak Bu. " Al tersenyum indah untuk memastikannya
" Sungguh ? Wajahmu terlihat sangat pucat sekali "
" Dari brojol udah lahirnya gitu Bu, pucat kaya vampir " celoteh Surti memberanikan diri menjawab membuat seisi kelas ini penuh gelak tawa
" Diam semua !! " Teriak Bu Anggi keras hingga membuat kelas hening seketika
" Al jangan jangan kamu punya pikiran ingin menyusul ibu mu ? " Tanya Bu Anggi merasa khawatir terlihat jelas sekali diwajahnya
" Tidak secepat itu ko Bu " Kini Al lagi lagi harus menunjukkan tersenyum palsunya disaat hatinya terluka.
" Ouh itu bagus ! Kau masih punya seorang ayah yang harus dibahagiakan dan cita cita harus dicapai. Paham Al ! "
" Iya Bu "
ㅠㅠㅠㅠ
Diruang tengah
Acara yang ditunggu pun sedang berlangsung, Al sengaja menaikkan volumenya agar dia bisa fokus pada yang disukainya tanpa gangguan disampingnya. Contohnya seperti orang disebelahnya ini yang sedang asik bermain game dengan mulutnya terus mengoceh tanpa henti mengikuti alur mainnya.
" jurus seribu bayangan hiiiiyyyaa " suara itu menggelegar seperti dalam bioskop
" Al Lo betah dirumah aja ? " Tanya rayen yang mulai bosan dan melempar hp nya ke sembarang tempat
" Iya " jawabnya dengan mata yang masih fokus kedepan.
" mau jadi ande ande lumut lo hah ! "
" Tidak, aku mau jadi Putri "
" Putri ! Putri apa ? " tanya rayen mulai penasaran
" Putri malu hahahaha" Al langsung ketawa ngakak gulung gulung sedangkan rayen menunjukan muka zonk nya, dia tidak menyangka bisa dibohongi dengan hal sepele seperti ini. Sunguh menyedihkan hidupnya.
Kemudian mata rayen menyapu seluruh ruangan ini, mencari sesuatu berupa plastik hitam.
" Al bukannya gue nyuruh lo beliin gorengan mbak sar yah ? Mana gorengannya ? " Tanya rayen dengan mata yang masih mencari cari
" Bukannya tadi kamu bilang gak mau karena masih kenyang " jawab Al santai
" Haishh.. heh ! Sejak kapan Lo nurutin perintah gue ! " sentak rayen dengan nada tinggi menandakan dia benar benar emosi
" Dan Sejak kapan aku jadi pembantu loh ! " balas Al dengan nada tinggi juga
" Yahh yahhh yahhhh iklan kan jadinya, ini semua gara gara kamu yah jadi iklan ! " Kini malah berbalik tinggal Al yang marah tanpa sebab
" Ko jadi salahin aku ! Sekali kali ngaca tuh muka udah tua gitu masih suka sama naruto, malu sama umur nok ! " ketus rayen tak mau kalah
" Terus apa masalahnya sama kamu hah ! Kalo gak suka jangan dilihat ! Kalo muak jangan didenger ! Apa susahnya sih tinggal diem aja tuh mulut jangan nyrocos aja kaya emaknya bebek " maki Al semakin marah
" Dasar Bagong ! "
" Lo anaknya kuda Nil ! "
" Lo cucunya kutu ! "
" Lo bibitnya kecoa ! "
Mereka pun terus mengeja nama nama hewan sebagai hinaan, Pertengkaran itu pun terus berlanjut hingga Al akhirnya mengusir sikadal rayen keluar dari kandangnya.
" Sana pergi ! Awas yah kalo kesini lagi Al basmi pake semprotan super pel antibacteria ! "